Desa adat Kemoning terletak di lingkungan Semara Pura Klod, kecamatan Klungkung, kabupaten Klungkung Bali. Karena berkembangnya pusat kota, desa adat ini sekarang justru terletak di pusat kota Klungkung. Walaupun demikian desa adat Kemoning merupakan desa yang memiliki fitur-fitur sehingga masih sangat tepat disebut sebagai sebuah desa adat. Pura puseh dan bale agung yang merupakan bagian dari khayangan tiga terletak tepat di pusat desa berdampingan dengan balai desa yang megah dan bersejarah. Pura dalem terletak di sebelah barat setra diempon bersama-sama desa adat Budaga.
Terdiri dari lima banjar, Sari, Pegulingan, Kemoning, Atu dan Delod Titi, terdapat sekitar 240 (please confirm) lebih keluarga yang secara rutin berinteraksi baik melalui kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya.
Desa adat Kemoning telah menjadi saksi perkembangan jaman mulai dari generasi dimana para penduduknya sebagian besar mengandalkan pertanian sebagai tulang punggung kehidupan. Sawah di Uma Bajing dan Uma Lemek murupakan lumbung padi yang sangat besar dengan produksi tinggi. Tukad Cangkung dan Tukad Jinah menjadi sumber air yang tidak pernah terputus mengairi areal persawahan yang selalu hijau dan kuning sepanjang tahun.
Jaman berubah, berubah pula orientasi masyarakat untuk mempertahankan hidupnya. Sawah nah luas sudah tidak lagi terbentang tergantikan oleh lokasi-lokasi pemukiman baru. Tidak ada lagi sawah yg harus dipanen seiring dengan berkurangnya minat para generasi muda untuk mewarisi keahlian orang tuanya untuk bertani. Kebanyakan kini sudah memilih dan memiliki ‘kesadaran’ akan arti pentingnya pendidikan tinggi untuk mampu bersaing di dunia global. Ya, jaman berubah. Bagaimana kita menyikapinya?
Di era sekarang ini sangatlah diperlukan kearifan semua elemen masyarakat desa untuk dapat menikmati hasil pembangunan di segala bidang dengan tetap berupaya untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu kita. Mungkin kata melestarikan tidaklah harus diartikan ‘tidak mengubah’, tapi harus dijabarkan sebagai perjalanan waktu yang terkontrol dengan tetap memakai nilai-nilai luhur sebagai referensi.
Sebagai penutup, semasih kita bisa hembuskan nafas kita, mari kita bersama mencoba memberi sumbangan pikiran untuk kemajuan dan kelestarian desa kita tercinta.
Melalui media ini, tidak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada nyama braya yang saat ini tinggal di wewengkon desa adat Kemoning atas segala upayanya meneruskan semua tradisi, adat serta agama sehingga nanti tetap dapat dinikmati oleh anak cucu kita…
-Salam www.kemoning.info-


De, ditunggu tulisan-tulisan lainnya. Sayang kalau awal yang bagus ini harus berhenti di tengah jalan.
Thanks atas kunjungannya, Bang.
Koq sudah ada ‘kecurigaan’ ini bakal berhenti di tengah jalan?:)
Ya enggak lah…banyak pasukan muda Kemoning yg pasti akan meneruskan dan selalu meramaikan rumah maya ini.
Kapan kunjungan nyata-nya ke Kemoning? jangan cuma beraninya di web!
Kemoning
bagus …sekali , tiang sangat bangga kalau desa kita sudah punya web site sendiri
semoga dgn adanya web site ini , sedikit tidaknya akan membantu kemajuan desa kita
dan mengurangi pengangguran
wah …masih banyak sekalin truna2 kita yg nganggur alias belum kerja, karna pengaruh tajen /ceki
itu salah satu penyebabnya….
PLEASE ADVICE
DEK ATHA
kemoning jaya………………………..kemoning is the best……………..
Om Swastiastu,
Blognya bagus, perlu dikembangkan lebih lanjut.
Smg sukses.
ternyata ada juga yg mikir buat web desa kita, meskipun far away from home tp tetap concern mikirin kampung halaman. thanks buat bli tut adnyana n bli ode
nyoman candra
ok banget desa kita punya web jd kalo kangen ama kemoning tinggal klik aja
semeton kenapa ngak bikin komuniti buat Warning
bagus jg tu semua tau berita tentang di rumah bg emeton warag kemoning yang mau kontak denngan tiang email aja tiang wayanekasaputra@yahoo.com
kemoning…..
kita selaku warga kemoning, baik yg tinggal di wawengkon desa adat kemoning maupun di ranah rantau (luar kemoning) bangga atas upaya dari saudara2 kita sehingga lahirnya web ini, ide ini sangat bagus & brilian karena dg membuka web ini, kita bisa tahu perkembangan yg ada dan bisa ikut memberi comment atau ide ttg beberapa hal. yg pasti the best…..
lewat media ini tiang ngaturang met galungan n kuningan.
suksma.
Galungan telah datang…sekha teruna desa adat kemoning pun tak lupa untuk menyelenggarakan Bazar yang biasanya diadakan tiap 6 bulan sekali tepatnya hari raya galungan dan bersamaan dgn piodalan di pura desa,pokoknya keren dech….Waow…desa kemoing is the best dech!!
Buat Semeton Kemoning semuanya!
Mari kita sama-sama kembangkan Blog : Kemoning.info ini dengan cara mendaftar (log in) untuk mendapat password. Selanjutnya kita sama-sama bisa berbagi informasi apa aja di Kemoning.info ini dengan cara membuat artikel or up load foto-foto or informasi menarik lainnya..
Buat semeton kemoning yang ada koleksi foto -foto lama tentang seputar desa kemoning, tolong di up load, biar bisa menambah kenangan tentang sejarah desa kemoning yang sama-sama kita cintai.
Mari bangun blog ini, dari, oleh dan untuk semeton kemoning sareng sami.
Suksma!
Salam WaRninG!
salam warning,
bagus jg desa kita punya blog,sumbangkan pikiran disini dan kangen2an
dgn sesama warning
ketut mulyawan
Situs yang luar biasa bagus …, terima kasih pula sudah unggahkan Pura Gumang yang ada di Desa Adat Bugbug. Untuk pengayaan informasi, ijinkan kami link-kan web kemoning ini pada web Krama Purantara Bugbug di Denpasar. Dumogi sukses …… !!!
Suksma
Ading Ardika
Om Swastyastu,
silahkan bli di link ke web lainnya.
suksme,
Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan bersama Renungan Reinlovsani 1
———————————————————————————————————–
Eling ring Pura Padharman, brarti kita ingat kepada leluhur tetapi ingat pula bahwa memuja leluhur berbeda dengan memuja Tuhan, berbeda pangkal namun ujung spiritnya adalah sama yaitu Kesadaran Kasih tatkala melakukan hubungan bathin dengan sang Pencipta yang Maha kasih dan Maha Penyayang.
Hal tsb adalah Praktek ber-Agama di Pura/ di tempat ibadah, Jika hal ini telah biasa kita lakukan tinggal sekarang mempraktekan hubungan Kasih dengan sesama dan alam semesta yang juga diciptakan Tuhan Yang Maha Kasih.
Jadi Kesadaran Kasih adalah Agama Universal Manusia.Bukti kasih Tuhan ada di dalam Jiwa sebagai Paramatma.Hal ini yang sering kita lupakan bahwa Paramatma juga terkandung di setiap badan dan sesama.Dengan Hati tulus tanpa memikirkan imbalannya kita dapat menyampaikan bahasa Kasih kita terhadap sesama dan anak-anak kita…..dengan Cinta Kasih kita menghilangkan rasa konflik ego fanatisme sempit di Bali…merangkai tali persaudaraan tetapi Hilangnya Kesadaran Kasih hilang pula nilai spirit yang sesungguhnya sebab kebencian dan konflik bukanlah agenda surga bukan pula agenda kehidupan sebab spiritualitas tidaklah diukur dari menang kalah dalam konflik tsb.
Dalam ide original.Reinlovsani :
Hyang Widhi be with you always
Sundaram in my heart
Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan bersama Renungan Reinlovsani 2
————————————————————————————————————
…….adalah benar jika meraih merangkai cinta dapat dilalui dalam Ketenangan dan Keheningan bersama Tuhan dan sangatlah bijaksana jika ketenangan tersebut dijalin pula terhadap sesama dan Alam semesta, tanpa memandang perbedaan Agama dan Budaya sehingga terjadi yang menyenangkan dan memuliakan “disana senang disini senang” dimana-mana hatiku tenang, senang dan berTuhan disetiap saat.Dalam Hindu Kesadaran Kasih disebut Prema, Tat Twam Asi, Ahimsa Karma….dan Jika kita beragama dengan Cinta maka sayapun berdoa dengan Hati Cinta Kasih Sayang.doa ada yg diucapkan dibibir ada pula di Alam Hati menjadi nyanyian kalbu bersama-Nya sebagai Keindahan-Nya (Sundaram in my Heart)
Salam Reinlovsani@gmail.com;okanirlovgoon@yahoo.com
Hyang Widhi be with you always
Sundaram in my heart (original)
O, Suastiastu…
Walau tidak dari desa Kemoning tapi mendengar Klungkung disebut-sebut, tyang merasa cukup terhibur.
Ide pembuatan web sendiri ini merupakan terobosan yang luar biasa.
saya salut, semoga ini menjadi ajang pembelajaran dan sharing pengetahuan buat generasi Semapura secara umum.
Putra.
about desa kemoning’……
Dulu sewaktu tiang masih trune trune…sebelum balae desa di perbaharui
wantilan desa adat kita selalu ramae banyak muda mudi ngumpul di wantilan sambilang nge warung di warungnya embok L i lir
kalau sore ada latihan nari dan malam dilanjutkan dgn latihan gong…
jadi pada saat itu wantilan kita seperti hidup dan selalu ramae
tapi sekarang tinag lihat wantilan kita sudah di kasi pagar besi….dand sekarang udah selalu suung
setiap saya pulang kampung susah sekali untuk menemukan timpal timpal ngumpul seperti dulu lagi
dan wantilan desa yang begitu megahnya seperti nya tidak bisa dinikmati warga karna sekarang sudah di pagar
saya berharap untuk kedepannya agar wantilan di desa kita agar selalu ada kegiatan2 positip
ya…. biar kelihatan rame lah…
dek athe
In adalah wujud nyata untuk pengembangan desa pekraman di Bali, dimana informasi dapat diperoleh cepat, benar unutuk pembangunan.
Om Swastyastu,
Saya Sebagai salah satu warga kabupaten Kelungkung di rantau, sangat salut atas website ini, karena masa-masa saya sekolah saya habiskan di lingkungan desa Kemoning,Kemoning dan Semarapura membuat saya selalu terkenang akan Sradha dan Bakti umat disana kepada agama Hindu,
Om Shanti,Shanti,Shanti om
Om Swastyastu,
Saya sangat salut dan memberi penghargaaan yang tinggi pada website ini, saya sebagai warga Kelungkung di rantau akan selalu terkenang akan desa Kemoning dan Semarapura, dimana saya dulu sekolah dan mendalami Hindu dengan lebih baik, Desa Kemoning mengingatkan saya akan Sradha dan Bakti masyarakat disana Kepada Ajaran suci Hindu.
Kupang ,13 Juni 2009
Om Shanti,Shanti,Shanti Om.
Om Swastiastu Moderator,
Mohon kalender di kemoning.info di ganti dengan kalender bali agar lebih mudah mencari hari baik / rahinan.
Pengalaman pribadi, biar tidak lupa dengan hari otonan…
Suksma.
om swastiastu,
sy sangat salut atas kreativitas anak2 muda dikemoning shingga tercipta website seperti ini. maju terus dan sukses selalu. KEMONING JAYA
Add A Comment