Rupa yang Memikat
ditengah persaingan diantara sesama pedagang coffee yang makin tinggi, tidaklah membuat ciut nyali para pedagangnya yang memang menggantungkan hidupnya dari hasil berdagang kopi ini. Persaingan harga dengan menurunkan harganya serendah mungkin tidaklah menjadi jaminan akan barang daganganya laris manis di beli orang atau warung kopinya ramai di kunjungi pengunjung. Para pedagang yang kreatif mulai memberikan nama-nama unik kepada jenis dagangan kopinya yang terkadang sulit di lafalkan oleh lidah orang ketimuran, salah satunya bernama coffee capucino, coffee expresso, coffee prapucino, coffee late maciato, dll. pemberian nama-nama coffee yang unik itu juga tidak cukup untuk memenangkan persaiangan di usaha ini malah nama-nama itu sangat mudah di tiru oleh pesaing lainnya. Menjelaskan kepada para pengunjung tentang asal-usul biji coffee nya yang di import langsung dari asalnya, seperti dari java (sebagaimana coffee starbuck menjelaskannya di setiap gerai coffee yang dimilikinya), begitu juga dengan coffee jenis robusta ataupun coffee arabica yang di import dari pinggiran sungai amazon di daratan amerika latin juga di cantumkan oleh gerai coffee coffebeen, atau pedagang coffee luwak, yang juga ikut menjelaskan biji kopinya diambil dari kotoran hewan luwak (hewan ini bahasa bali nya lubak) di perkebunan sumatra, tetap belum cukup untuk memenangkan persaingan usaha ini. dan tentu belum terhitung pemakaian cangkir coffee yang unik bentuknya serta warna-warni juga belum bisa memberikan jaminan akan keunikan dari coffee yang ditawarkan oleh pedagang coffee.
saya baca berita di internet, di thailand ada pedagang coffee yang menawarkan dagangan coffeenya dengan cara sangat memikat mata. mereka sepertinya mengerti betul kalau manusia itu terlahir dengan memiliki Panca Indra (penciuman, peraba, parasa, pendengaran, dan penglihatan). coffee dengan berbagai rasa yang memikat lidah, sudah banyak yang menjualnya. coffee dengan berbagai aroma yang memikat hidung pun sudah juga banyak yang menjualnya. tetapi coffee dengan keunikan rupa/tampilan yang memikat mata memang tidak banyak yang menjualnya. keunikan inilah yang di tawarkan oleh pedagang coffe di thailand. walupun hasil akhir dari sajian coffee ini hanya untuk di telan “glek” oleh pembelinya, para pedagangnya sama sekali tidak merasa terbebani dalam pembuatannya, yang memang di butuhkan keuletan dan kesabaran dalam pembuatannya agar terlihat cantik. para pembeli dibuatnya asik untuk berlama-lama di warung coffeenya sambil bercengkerama dengan temannya sambil meminum coffee cantik ini. kekhawatiran akan kenaikan berat badan akibat efek dari kandungan ‘fat’ dari susu atau cream yang digunakan untuk mencampur coffeenya itu, seolah-olah tidak menyurutkan minat pembelinya dan terhapuskan oleh kepuasan menikmati coffee cantik nan unik itu.
menghubungkannya dengan kopi bubuk bali yang kita sama-sama cintai karena rasanya yang memang pas di lidah orang bali, saya yakin bisa di tampilkan seperti gambar diatas. apalagi orang bali terkenal akan seninya dan kreatifitasnya.
pesan moral yang ingin saya sampaikan dari artikel ini, setiap orang selain memang perlu untuk menjadi dirinya sendiri, juga perlu untuk terus menggali setiap potensi dirinya agar menjadi berbeda dari yang lainnya sehingga bisa terus “menjual” dirinya ataupun terus di perlukan oleh orang lain, bila perlu selalu memikirkan sesuatu dimana orang lain belum memikirkannya. Singapura termasuk salah satu negara yang selalu ingin menampilkan dirinya berbeda dari lainnya. walaupun sudah banyak negara di dunia ini yang menjadi tuan rumah balapan formula 1 baik di sirkuit resmi atau di sirkuit jalan raya (valencia dan monako), tetapi negeri singapura tidaklah kehabisan akal untuk bisa mencuri perhatian dunia, walaupun negerinya baru pertama kali sebagai penyelenggara balapan formula 1 ini, namun dengan kecerdikannya mereka mengadakan balapan formula 1 yang selain di adakan di jalan raya juga diadakan di malam hari untuk pertama kalinya di dunia ini. mengutip istilahnya bahasa marketing, setiap individu  perlu menciptakan atau memiliki ”branding” yang unik untuk dirinya sendiri dimana orang lain tidak memilikinya. dan jangan takut akan kompetisi, karena persainganlah yang membuat kita menjadi semakin kreatif untuk terus berusaha menjadi yang terbaik dan menjadi lebih baik lagi….
salam waRning,



