Renungan 2010: Mengatasi Masalah
Sahrdayam sammanasyam avidvesam krnomi vah anyo Anyam abhi haryata vatsam jatam ivaghnya (Atharvaveda III.301).
Artinya: Wahai umat manusia, Aku memberimu sifat-sifat ketulusiklasan, mentalitas (kejiwaan) yang sama dan perasaan berkawan tanpa kebencian (permusuhan). Seperti halnya induk sapi mencintai anaknya yang baru lahir, begitulah anda seharusnya mencintai teman-temanmu.
MANUSIA lahir ke dunia ini untuk menjalani cobaan, karena rencana alam kadang-kadang membebankan penderitaan pada mahluk hidup. Panas, dingin, kelaparan, kehausan, kesakitan. Semuanya ini merupakan keadaan yang tak dapat dielakkan dimana semua mahluk hidup akan tunduk. Setiap masalah baik jasmani dan spikis akan menyebabkan penderitaan, dan ini adalah merupakan suatu latihan moral. Menerima semua cobaan alam ini dengan ketenangan dan mengatasi semuanya melalui kerjasama yang baik dan saling mempercayai adalah perbuatan yang mulia. Setiap permasalahan hidup dihadapi dan diselesaikan dengan pikiran yang tenang dan sabar, membuat manusia bertambah pintar dan bijaksana.
Bilamana masalah hidup terlalu berat dan sulit diatasi sendiri, seseorang hendaknya menghimpun kekuatan dengan orang lain sebagai manifestasi persatuan. Manifestasi persatuan dalam mengatasi setiap masalah hidup telah dibuktikan oleh sekawanan burung merpati dalam cerita Panca Tantra.
Ketika itu hari masih pagi, sekelompok burung merpati terbang mencari makanan disekitar sawah yang baru saja selesai di panen. Merpati putih berkata; aku lapar, kapan kita menemukan makanan ?. Sabarlah, kata merpati tua, kita akan segera mendapatkan makanan. Merpati putih berteriak dengan gembira, bahwa ia dapat melihat banyak butir padi berceceran di rerumputan. Sekelompok burung merpati terbang menuju rerumputan. Merpati hitam berkata; cobalah sedikit hati-hati, tampaknya seperti ada perangkap. Mereka lalu turun hinggap di atas rerumputan dan mulai mematuki butir-butir padi itu. Mereka semua sibuk makan dan tidak menyadari seorang pemburu burung bersembunyi dibalik cabang sebatang pohon .
Melihat semua burung merpati sudah ada di atas jaring lalu dengan sigap pemburu burung menarik tali jaringnya sehingga semua merpati itu terperangkap. Merpati hitam berkata; sejak semula aku tahu ada yang tak beres, merpati putihlah yang salah sehingga kita semua terperangkap seperti ini. Merpati putih dengan marah membela diri, bukan salahku, aku hanya ingin kita semua dapat makan enak.
Merpati tua yang bijaksana berkata; sudahlah, semua diam, bukan saatnya bertengkar diantara kita sendiri, bila kita bertindak dalam persatuan kita mungkin dapat menyelamatkan diri dari sang pemburu. Tetapi bagaimana caranya ? teriak para merpati sambil berjuang tanpa daya di bawah jaring, kita semua akan mati dan sang pemburu sedang menuju kearah jaringnya.
Merpati tua yang bijaksana memiliki gagasan, kita semua harus bersatu mengeluarkan tenaga sekuat-kuatnya untuk terbang sambil mengangkut jaring ini, aku yakin kita semua akan terbebas dari perangkap penderitaan ini. Semua burung merpati menyetujui gagasan merpati tua. Merpati tua yang bijaksana memberi komando; siap, ayo terbang, dan semua merpati bergerak bersama-sama mengepakkan sayap-sayapnya dan akhirnya berhasil terbang sambil mengangkut jaring.
Terbang bersama jaringnya, dengan terengah-engah si pemburu merasa sangat lelah dan berkata; sial, burung-burung merpati telah mengecewakanku, hanya dengan persatuan mereka kini telah bebas dari perangkapku. Sekelompok Burung merpati itu terbang jauh meninggalkan si pemburu yang sedang menelan kekecewaan karena burung buruannya terlepas di depan mata. Merpati tua berkata; sekarang kalian saksikan bahwa bersatu kita teguh dan berpisah kita akan jatuh.
Apa yang dapat kita pelajari dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari dari cerita burung merpati di atas?.
Dalam mengatasi setiap masalah, terlebih masalah negara dan bangsa saat ini yang sangat komplek, kecil kemungkinan dapat teratasi bilamana saling menyalahkan satu sama lain dan saling memojokkan. Kondisi semacam ini sesungguhnya memperlihatkan kelemahan diri kita sendiri. Bersikap bijaksana seperti burung merpati tua; “bukan saatnya bertengkar diantara kita sendiri, bila kita bertindak dalam persatuan kita akan mudah mengatasi masalah namun kalau kita bercerai berai kita akan menemui bencana.**
oleh: IB. Heri J
http://pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=23555














