Selamat berbahagia atas kelahiran putra-putrinya
Turut berbahagia dan mengucapkan selamat kepada semua warga dari desa kemoning atas kelahiran putra-putrinya. semoga menjadi anak yang suputra dan suputri serta berbakti kepada orang tuanya.
disamping berita kelahiran, belakangan ini banyak juga terdapat berita kematian para pinih sepuh dari desa adat kemoning. tyang turut berduka cita dan berbela sungkawa, semoga arwah beliau-beliau di terima di sisi Ida Sang Hyang Widi Wasa.
Kelahiran dan Kematian memang sulit di pisahkan yang didalam hukum Hindu dikenal rwa-bhineda, dua hal bertentangan yang menjadi satu keniscayaan. Ada terang dan ada kegelapan, ada suka dan ada nestapa, ada pria juga ada wanita, ada kebaikan dan ada pula kejahatan. di dalam ajaran agama Hindu kita juga mengenal konsep “Tri Murti” tiga dewa utama. Dewa Brahma sang Pencipta (Utpathi), Dewa Wisnu sang pemelihara (Sthiti) lalu Dewa Siwa sang pelebur (Pralina). Dan setiap benda yang ada di jagad raya ini, terpengaruh oleh siklus “penciptaan”, “menjadi” dan akhirnya “rusak, lenyap sirna”. Pola ini ada dan terus berulang. Setiap mahluk, seberapapun berkuasanya dia, pasti ada saatnya “lahir”, ada saatnya ”menjadi” dan pada saatnya, pasti akan “sirna”.
Bayi-Bayi yang “terlahir” dari rahim ibu-ibu muda generasi saat ini warga desa adat kemoning, semoga bisa menjadi penerus tradisi kelangsungan hidup bermasyarakat di desa adat kemoning di kemudian hari, sementara para generasi muda saat ini yang merupakan generasi “pemelihara” tradisi budaya serta adat istiadat di desa kemoning, semoga bisa berkarya dan berkontribusi demi perbaikan desa kemoning, dan para pinih sepuh desa adat kemoning yang sudah “meninggalkan” dunia ini semoga bisa tenang di dunianya yang baru.
salam waRning,



