Purname Kapat rahinan di Pura Desa kemoning
Purname Kapat rahinan di Pura Desa kemoning
Itulah hari raya (rahinan) yang ketika saya kecil sangat saya tunggu-tunggu. kenapa demikian, karena di Pura Desa Adat Kemoning mengadakan piodalan panjang selama empat hari berturut-turut. yang artinya selama empat hari juga saya akan menikmati “lungsuran” berikut dengan ‘be siyap metunu’ atau ayam panggang. di samping itu juga di saat rainan purname kapat, para muda-mudi “Kertha Mandala Kemoning” juga melaksanakan bazar, dimana biasanya ada saja yang mengajak saya untuk ikut ‘ngebar’ menikmati gado-gado, nasi goreng, es campur, sate kambing, dan menu-menu lainnya yang sesungguhnya di saat saya kecil hanya bisa saya nikmati ketika rahinan purname kapat. tidak ketinggalan di saat rahinan purname kapat juga terdapat pagelaran tari-tarian ataupun pagelaran wayang dewa rai sembung dari bangli, yang juga turut mewarnai hari-hari saya ketika kecil dulu.
menurut penanggalan di online kalendar bali berikut:
http://www.kalenderbali.org/index.php?bulan=10&tanggal=14&tahun=2008
purname kapat di tahun 2008 ini akan jatuh di “Anggara Kasih Tambir, Kajeng Kliwon” atau di hari Selasa tgl 14 Oktober 2008. krama desa adat kemoning akan berbagi tugas untuk persiapan piodalan ini, melalui banjar-banjar adat yang tergabung dalam Desa Adat Kemoning seperti banjar Atu, banjar Moning, banjar Pegulingan, banjar Sari Melangsat, dan banjar Delod Titi. seluruh waraga desat adat kemoning yang tersebar di pulau bali untuk ‘mekarya dan memupa jiwa’ memiliki ikatan batin untuk pulang melakukan persembahyangan.
Selain piodalan di Pura Desa Adat Kemoning, rainan Purname Kapat sesungguhnya juga di rayakan di pura-pura lainnya di pulau Bali, seperti Pura Agung Dalem Tarukan Pejeng-Tampak Siring, Pura Rambut Siwi, Pura Batu Bolong Canggu Kuta, Pura Srijong Tabanan, Pura Lempuyang Madya, Pura Puncak Mundi Nusa Penida, Pura Penataran Ped Nusa Penida, Pura Kayangan Jagat Kancing Gumi, Pura Bhatara Tiga Sakt Penataran Besakih, Pura Pulaki Buleleng, Pura Tirta Empul Tampak Siring, Pura Ulun Danu Batur di Songan Kintamani, dan tentunya pura-pura lainnya seperti pura paibon, pura kawitan maupun merajan.
Selain di Bali, umat Hindu di luar pulau Bali juga menggelar piodalan di rainan Purname Kapat ini, seperti Pura Dukuh Segening Swantika Buawana, Pura Seputih Lampung Tengah, Pura Puseh Desa Mantawa Tili Sulawesi Tengah, Pura Penataran Agung Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur, Pura Agung Surya Bhuana Jaya Pura Papua, Pura Puseh Werdi Agung Demoga Bolang Mangondow Sulawesi Utara, dan Pura Meru Cakra Lombok.
Kenapa banyak Umat Hindu yang merayakan rahinan piodalan di saat Purname Kapat ini, menurut Ida Pedande Putra Kenitan dari Gria Jumpung Dawan Kelod Klungkung menyatakan Purname Kapat merupakan Klimaks dari Penyucian. Purnama Kapat juga dikenal dengan “rahinan nadi”. Oleh karena itu, dengan dasar dewasa yang suci, banyak Pura yang melaksanakan piodalan pada hari tersebut.
sekali lagi selamat menyambut piodalan Purname Kapat di desa adat kemoning yang akan jatuh di hari selasa pada tanggal 14 oktober 2008 atau menurut wuku bali: “Anggara Kasih Tambir, Kajeng Kliwon” .
salam waRning,





