kemoning.info

Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan Desa Adat Kemoning

Archive for November, 2008

di bulan nopember dan desember, sebagian orang mengenalnya sebagai memang musim-musim kelabu … salah satu contohnya masyarakat di tanah air mulai khawatir akan musim hujan yang berkepanjangan yang biasanya selalu menimbulkan kebanjiran. kelompok penyanyi Gun & Roses pun demikian mengabadikan bulan penghujung  tahun ini dengan judul lagunya “november rain” dan penyanyi tanah air dian pisesha pun mengenang bulan-bulan ini dengan lagu cintanya yang berjudul “hujan di bulan desember”.  sementara masyarakat di belahan bumi kutub utara menyambut bulan ini dengan turunnya hujan salju. beberapa orang memang khawatir akan hujan salju ini, seperti orang yang sering lalu lalang di jalan raya, karena jalanan yang mulai licin hingga banyak terjadi kecelakaan, tetapi ada juga yang menyambut hujan salju ini dengan gembira, khususnya para anak-anak yang dengan begitu gembiranya bermain di bawah rintik-rintik hujan salju.

bagi pecinta warna putih, seperti saya, musim ini adalah musim yang saya tunggu-tunggu. Mungkin kata-kata romantis seperti “Hatiku putih bersih seperti salju” atau “Cintaku bersemi bersama salju” sering kita dengar. disamping tentunya karena semuanya tampak putih bersih, juga karena sesungguhnya bila salju sudah turun, suhu dingin mulai berkurang. pernahkah kita mendengarkan “Salju itu menghangatkan“? kalimat tadi sebenarnya bukanlah isapan jempol belaka, melainkan benar adanya.  artikel yang saya kutip dari google menarik kita baca bersama  mengenai salju: **bagaimana salju tercipta**, **kenapa warnanya putih**, dan **bagaimana pengaruh salju pada lingkungan**.

Bagaimana salju tercipta

Salju berasal dari uap air yang berkumpul di atmosfir. Kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi, dan kemudian menggumpal membentuk awan. Awalnya, gumpalan-gumpalan uap air mengapung di udara karena massanya jauh lebih ringan daripada udara di bawahnya - jadi seperti udara di bawahnya menahan mereka di atas sana, persis seperti kayu yang tidak tenggelam di atas air.

Namun, setelah gumpalan uap air terus bertambah dan massanya semakin berat, udara di bawahnya tidak sanggup lagi menahannya dan gumpalan-gumpalan itupun jatuh. Jika temperatur udara di bawahnya cukup dingin, gumpalan tadi jatuh berupa kristal-kristal es (salju). Pada banyak kasus di dunia ini, proses turunnya hujan selalu dimulai dengan salju beberapa saat dia jatuh dari awan tapi kemudian mencair saat melintasi udara yang panas.

Nah, ada yang menarik saat gumpalan uap air jatuh dari awan. Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0 derajat Celcius. Untuk membuatnya beku, maka kita harus menurunkan temperatur di bawah 0 derajat Celcius. Ini mirip saat kita memanaskan air, air tidak langsung menguap pada suhu 100 derajat Celcius melainkan mendidih dulu. Zat memang butuh proses lagi saat dia berubah bentuk dari satu wujud ke wujud yang lain.

Ada sebuah percobaan menarik yang bisa dilakukan di dapur memanfaatkan fakta ini. Kalau anda bisa mendapatkan air murni, maka letakkanlah air murni tersebut dalam gelas atau mangkuk yang benar-benar bersih (tidak berdebu, berminyak, atau kotoran-kotran lainnya) dan tutup rapat-rapat. Masukkan ke dalam kulkas sampai temperaturnya 0 derajat Celcius.

Nah, sekarang sihir dimulai: Keluarkan air murni tersebut dengan hati-hati, buka tutupnya, dan masukkan ke dalam air murni tersebut sebongkah kecil batu es…. Anda akan menyaksikan fenomena yang menarik. Air murni di sekitar batu es kecil tersebut mulai membentuk kristal es, mengembang dan terus mengembang sampai semua air murni dalam mangkuk itu menjadi es!

Air memiliki sifat susah untuk memulai pembentukkan kristal es. Biasanya, dalam percobaan kimia ada zat-zat khusus yang ditambahkan untuk mempercepat pembekuan es. Dalam proses terciptanya salju juga demikian. Di udara di atas sana, ada sejenis “debu alam” (bukan berasal dari polusi) yang berfungsi sebagai batu es dalam percobaan air murni kita tadi. Debu ini disebut nucleator. Gumpalan-gumpalan uap air yang jatuh dari awan bercampur dengan nucleator, membuat uap air cepat membentuk kristal-kristal es (SALJU!).

Selain berfungsi sebagai pemercepat pembekuan, nucleator juga menjadi perekat antar uap air. Sesaat sebelum salju jatuh ke bawah, semakin banyak partikel air yang terkondensasi dan membeku membentuk kristal es karena nucleator ini. Kumpulan kristal-krisal es ini membentuk lapisan salju.  Kristal salju memiliki bentuk unik. Tidak ada kristal salju yang memiliki bentuk yang sama di dunia, ini persis seperti sidik jari kita. Bayangkan, tidak terhitung banyaknya kristal salju yang sudah turun di muka Bumi ini dan tidak satupun yang memiliki bentuk kristal yang sama…

Bagaimana salju bewarna putih

cahaya bergerak lebih lambat di dalam media yang lebih padat daripada media yang lebih ringan. Saat cahaya dari udara masuk ke dalam air, maka akan terjadi pembelokkan. Ini disebut peristiwa pembiasan. Contoh yang sering dipakai untuk percobaan ini adalah pensil yang terlihat patah saat separuh badannya dimasukkan ke dalam air. Bagaimana ini terjadi? Jawabannya adalah karena pengaruh muatan listrik yang dimiliki benda. Muatan listriklah yang membuat sebuah gelombang cahaya melambat (dibelokkan) dan dipantulkan kembali. Aturan umumnya (tapi tentu tidak selalu benar) adalah semakin padat sebuah benda, semakin besar konsentrasi kandungan muatan listriknya.

Dari sini kita bisa memahami bahwa konsentrasi listrik dalam kristal es lebih tinggi daripada air atau udara. Cahaya yang datang mengenai kristal es akan dibelokkan, beberapa malah dipantulkan. Karena bentuk salju seperti bola-bola kecil, maka cahaya dipantulkan ke segala arah. Hasilnya adalah warna putih.

Fenomena yang sama juga bisa kita dapati saat melihat pasir putih, bongkahan garam, bongkahan gula, kabut, awan, cat putih, dan lain-lainnya. Setiap benda itu mengandung bagian kecil yang memantulkan cahaya ke segala arah. Karena mereka memantulkan semua warna ke semua arah dalam jumlah yang sama, maka muncullah warna putih. begitu juga dengan butiran salju,  ”Karena butiran salju memantulkan semua warna ke semua arah dalam jumlah yang sama, maka muncullah warna putih.”

Salju yang menghangatkan

Panas/dingin yang dirasakan tubuh kita bukanlah berasal dari temperatur mutlak, melainkan apa yang disebut temperatur efektif . Ada tiga faktor yang mempengaruhi temperatur efektif, temperatur yang dirasakan badan kita: temperatur mutlak, yaitu temperatur yang diukur langsung oleh termometer ke benda besangkutan; kelembaban udara, dan kecepatan aliran angin. Contoh temperatur efektif ini adalah tepi pantai. Di tepi pantai, temperatur mutlak sekitar 40 derajat Celcius. Tapi, kita masih merasa nyaman dan tidak merasa terlalu panas - terutama kalau sedang santai di bawah payung/tenda. Kenapa? Karena angin di pantai bertiup kencang, sehingga temperatur efektif mungkin sekitar 20-25 derajat Celcius. Selain faktor kecepatan angin, kelembaban udara juga mempengaruhi temperatur efektif. Kalau udara kering (kelembaban rendah = udara kering) maka temperatur efektif akan turun. Bila temperatur mutlak di bawah 5 derajat Celcius, angin kencang, dan udara kering! Nah, pada saat-saat seperti ini, turunnya salju membuat kelembaban udara secara global naik (artinya udara menjadi basah). Dengan demikian, temperatur efektif naik, dan kita merasa hangat.

di kutip dari link berikut:
http://febdian.net/drupal/bagaimana_salju_tercipta

Kabupaten Klungkung merupakan kabupaten yang paling kecil dari 9 (sembilan) kabupaten dan kodya yang ada di bali. kabupaten ini memiliki empat kecamatan yaitu kecamatan klungkung, dawan, banjarangkan dan kecamatan nusa penida. kabupaten klungkung sesungguhnya lebih dikenal karena object pariwisatanya Taman Gili Kertagosa, dengan lukisan wayang kamasannya yang banyak menceritakan sejarah kejayaan Kerajaan Bali jaman dulu yang berpusat di swecapura (gelgel) hingga ke semarapura. benda-benda pusaka warisan kerajaan klungkung ini masih tersimpan rapi dan di pajang di museum Semarajaya yang terletak bersebelahan dengan Taman Gili Kertagosa. persis bersebelahan dengan Kertagosa terdapat monumen Lingga joni yang di bangun untuk mengenang perjuangan rakyat klungkung melawan belanda tgl 28 april 1908, yang akhirnya di kenal dengan nama puputan klungkung. Bagi yang tertarik melakukan wisata spiritual (Tirta Yatra), kabupaten klungkung cukup dikenal karena keberadaan Pura Gowa Lawah, Pura Watu Klotok, Pura Dasar Gelgel, Pura Kentel Bumi, ataupun pura Dalem Ped yang terletak di kepulauan nusa penida.

Dari cerita diatas, Kabupaten Klungkung memang banyak dikenal orang karena sejarahnya di masa lalu, namun tidak banyak yang mengenal tentang keberadaan Panti Asuhan di kabupaten klungkung, salah satunya Panti Asuhan Semara Putra, yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika no 5 Semarapura Klungkung . dimana Panti asuhan yang didirikan sejak tahun 1984,  oleh mantan bupati klungkung yang menjabat saat itu yaitu dr. Cokorda Gede Agung,  yang peduli akan anak-anak cacat yang terdapat di Kabupaten Klungkung. Dalam perkembangannya hingga sekarang Panti Asuhan ini tidak hanya mengasuh anak-anak cacat tetapi juga mengasuh anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi agar dapat menyelesaikan sekolahnya hingga pendidikan SMA.

Saat ini ada sekitar 65 anak-anak kecil yang tertampung di Panti Asuhan ini, 45 orang anak cacat, dan 20 orang anak-anak normal yang berasal dari keluarga tidak mampu. Dari ke 65 orang tersebut, hanya 8 orang yang bersekolah di SMP, dan 9 orang yang bersekolah di SMU/sederajat, sementara sisanya yang berarti sekitar 48 orang bersekolah di SDLB (sekolah dasar luar biasa).

Untuk memenuhi biaya operasional panti asuhan ini dilakukan secara swadaya, dengan mengajukan proposal kepada instasi-instansi pemerintah yang terkait, salah satunya ke pemda kabupaten klungkung dan departement sosial. namun menurut penuturan kepala Panti Asuhan Ibu Made Gunasih, saat ini bantuan beras dan lauk serta bantuan keuangan dari departement sosial sudahlah di hentikan. Oleh karenanya kekurangan-kekurangan ini haruslah di usahakan sendiri, seperti menjual hasil kebun, atau hasil ternak, atau hasil penjualan banten canang, dll.

Mendengar kondisi diatas, salah seorang rekan dari Klungkung yaitu Dr.rer.nat I Made Agus Gelgel Wirasuta M.Si Apoteker (yang orang tuanya memang sudah berkecimpung sejak berdirinya Panti Asuhan ini) bersama dengan Drs. Wayan Subaga mengajak rekan-rekan khususnya yang berasal dari Kabupaten Klungkung ataupun masyarakat Bali lainnya untuk ikut mulai peduli akan sesama yang kurang beruntung ini dan turut membantunya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.

Seperti tertulis dalam Undang-Undang Dasar UUD 1945, pasal 34 yang menyebutkan bahwa Fakir Miskin dan anak-anak terlantar di pelihara oleh negara.  pasal 34 ini memiliki 4 ayat:  (1) Fakir miskin dan anak-anak terlantar di pelihara oleh Negara.  (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat  dan memperdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.  (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.  (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini di atur dalam undang-undang.

Sesuai dengan UUD 1945 diatas, Fakir miskin memang menjadi tanggung jawab pemerintah, namun demikian, menurut bapak Dr. -Ing I nengah Sudja, warga Klungkung yang saat ini berdomisili di Jakarta,  mengajak setiap orang dari kita untuk turut membantu sesama umat manusia, berdharma bakti melakukan “Karma Yoga”.  Bantuan tidak serta merta di definisikan dalam bentuk Uang. Bagi yang memiliki keahlian, bisa turut membantu sesuai dengan keahliannya, seperti apa yang dilakukan oleh seorang pekerja sosial dari Jerman yang bernama Moritz M, yang saat ini mengajarkan pelajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak Panti Asuhan. dan kegiatan inipun sudah berlangsung selama 2 bulan. Sehingga kedepannya anak-anak panti asuhan ini di harapkan bisa memiliki masa depan yang lebih baik dengan bekal tambahan ilmu pengetahuannya.

Namun bila ada dari pembaca artikel ini yang berniat ataupun berminat untuk mebantu dalam bentuk sumbangan uang, bisa menyalurkan bantuannya ke nomer rekening pak Wayan Subaga dan mengkonfirmasikannya melalui email berikut. Selanjutnya Pak Wayan Subaga akan meneruskan bantuan tersebut ke Panti Asuhan. Tapi bila ada yang berkeinginan menyalurkannya langsung ke Panti Asuhan Semara Putra yang beralamat di jalan Dewi Sartika nomer 5 Semarapura Klungkung, di saat berkesempatan mengunjungi Klungkung, bantuan bisa juga di alamatkan langsung ke Panti Asuhan.

Untuk lebih lengkapnya, Nomer Rekening Yayasan Panti Asuhan Semara Putra Klungkung:

BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG KLUNGKUNG

NAMA: PANTI ASUHAN SEMARA PUTRA

JL DEWI SARTIKA NO 5 KLUNGKUNG

ACCT. NO: 00000114-01-000078-30-7

Seandainya ada pertanyaan lebih lanjut, bisa di alamatkan kepada koordinator lapangan program dompet peduli Panti Asuhan Semara Putra Klungkung: I Wayan Subaga, baik melalui sms ke hp 08126409989, atau melalui email wsubaga@yahoo.com

Panti Asuhan Semaraputra Asuh 90 Anak, Minim Bantuan

Kabupaten Klungkung merupakan kabupaten terkecil di Bali. Memiliki empat kecamatan (Kecamatan Klungkung, Dawan, Banjarangkan, dan Kecamatan Nusa Penida). Kabupaten ini lebih dikenal karena objek wisatanya seperti Taman Gili Kertagosa, lukisan Wayang Kamasan, Goa Lawah dan lainnya.

Padahal, Klungkung juga memiliki sisi lain, terutama menyangkut kemiskinan dan penyandang cacat. Sebagaimana keberadaan Panti Asuhan Semaraputra di Jalan Dewi Sartika 5 Klungkung.

Didirikan tahun 1984 oleh Bupati Klungkung waktu itu, dr. Cokorda Gede Agung, karena kepedulianya dengan penyandang cacat. Hingga sata ini, panti asuhan yang berdiri di lahan seluas 40 are itu mengasuh 90 anak penyandang cacat dan anak normal dari keluarga kurang mampu. Mereka ditampung dengan harapan dapat menyelesaikan pendidikan hingga SMA.

Untuk memenuhi biaya operasional panti asuhan, dilakukan secara swadaya dengan mengajukan proposal kepada instansi terkait di pemerintahan. Salah satunya ke Pemkab Klungkung dan Departemen Sosial. Anak-anak yang ditangani Departemen Sosial hanya 70 anak dengan pemberian Rp 3.000/anak/hari. Dari Yayasan Darmais dibantu Rp 1.500/hari untuk 30 anak. Ada juga bantuan dari Pemkab Klungkung Rp 30 juta melalui APBD tahun 2010. Begitu juga bantuan yng bersifat insidentil dari BPD tahun 2010 Rp 15 juta. ”Kekurangannya diusahakan sendiri, seperti menjual hasil kebun, ternak dan hasil penjualan canang. Itu pun kalau hasilnya bagus,” ujar Pimpinan Panti Asuhan Semaraputra, Ni Made Gunasih, Minggu (22/8) kemarin.

Gunasih mengaku sangat berharap kepada masyarakat, baik secara individu, organisasi, lembaga maupun pemerintah berpartisipasi melanjutkan operasional panti asuhan yang saat ini masih menyekolahkan hampir semua anak asuhnya. Baik tingkat sekolah dasar, menengah pertama (SMP) dan atas (SMA). Pasalnya, kata dia, Panti Asuhan Semaraputra menghabiskan dana sedikitnya Rp 12 juta per bulan untuk keperluan konsumsi anak asuh, listrik dan air. ”Kami kan tidak punya dana tetap, baik berupa deposito maupun yang lainnya. Karenanya, kami berharap partisipasi semua pihak,” harap Gunasih yang saat ini mengajak enam orang petugas di panti asuhan tersebut. Apalagi, di tengah keterbatasannya, panti asuhan itu tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi anak asuhnya. Seperti memberi pelajaran khusus bahasa Inggris dan komputer pada sore harinya. (kmb20)

http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=2&id=40734

Tangga-Tangga Kehidupan

Posted by Adnyana under Secarik Motivasi

Didalam ajaran agama Hindu kita mengenal istilah Catur Asrama, yaitu empat tingkatan kehidupan atas dasar keharmonisan hidup, atau empat tingkatan kehidupan yang wajib / ideal untuk di jalani oleh manusia Hindu selama hidupnya. . keempat Catur Asrama tersebut: Brahmacari, adalah masa menuntut ilmu/pendidikan. Grehasta, adalah masa menjalani kehidupan berumah tangga dan mengembangkan Keturunan. Wanaprasta, adalah masa dimana manusia Hindu di sarankan untuk menjauhkan diri dari nafsu keduniawian yaitu dengan mengabdikan dirinya pada pendalaman serta pengamalan ajaran Dharma. Sanyasin (Bhiksuka), adalah masa dimana seorang manusia Hindu diharapkan untuk mengabdikan dirinya pada nilai-nilai dari keutamaan Dharma, salah satunya banyak melakukan Dharma Yatra (Tirta Yatra) ke tempat-tempat suci, dimana seluruh sisa hidupnya di serahkan kepada sang pencipta untuk pencapaian Moksa.

Dalam kehidupan masa kini, kita mengenal istilah Kepemimpinan (Leaderships), yaitu suatu perilaku dari seseorang dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang di rancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi. Dalam kepemimpinan ini pun di kenal istilah High Performance Leaderships Program dengan 6 tingkatannya, yaitu Vision and Values adalah: suatu kemampuan membawa visi menjadi realitas dalam kehidupan suatu kelompok, Direction adalah suatu kemampuan untuk mengarahkan, dan mengkoordinasikan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, Persuasion adalah: suatu kemampuan (seni) untuk mempengaruhi orang lain untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya dalam mencapai tujuan atau menyelesaikan tugas, Support adalah: suatu kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu atau bisa memberikan dorongan kreativitas kepada orang lain serta bisa memberikan petunjuk dalam penyelesaian masalahnya, Development adalah: suatu kemampuan untuk memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mencapai tujuannya, Appreciation adalah: suatu kemampuan untuk bisa memberikan penghargaan kepada orang lain atas usaha dan pencapaiannya.

Demikianlah tingkatan-tingkatan Kehidupan yang wajib / ideal dimiliki atau di jalankan oleh seorang manusia Hindu atau manusia masa kini, yang saya yakini banyak yang bisa melakukannya secara individu. Namun ketika di hadapkan pada kehidupan berkelompok untuk hidup bekerjasama, pelaksanaannya menjadi tidak mudah. atau dengan kata lain banyak diantara kita yang secara individu memiliki kualifikasi yang sangat cemerlang namun hanya bernilai baik bila di terapkannya sendiri atau untuk dirinya sendiri saja. para karyawan di kantor bisa saling bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama karena mereka memang dibayar untuk melakukannya. Kepribadian ataupun karakter seseorang konon bisa di baca dari reaksi kerjasamanya dalam suatu keorganisasian non-profit, dimana seseorang bersedia melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan bersama di landasi oleh ketulusan.

Menghubungkannya dengan gambar diatas, yang saya kutip dari thema pertemuan anggota club public speaking Toastmaster yang saya ikuti sabtu kemaren, dimana orang-orang yang datang ke club ini berlatar belakang majemuk baik pendidikannya, pekerjaannya, wawasannya, kesibukannya, namum memiliki keinginan ataupun tujuan yang hampir sama, yaitu berkeinginan membuat hidup ini menjadi lebih baik dan berarti tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk komunitas. Ketika pemikiran serta energi positive ini di pertemukan sungguh menjadi suatu kekuatan yang sangat besar, dimana “aura keikhlasan” benar-benar membuat nilai mata uang menjadi tidak berharga, dalam arti saling membantu sesama tanpa pamerih untuk maju bersama mewujudkan impian.

akhir kata, seandainya hal-hal yang baik ini bisa kita tiru dan kita terapkan didalam kehidupan kita sehari-hari dalam komunitas majemuk, dengan saling aktif bertukar informasi positive yang membangun serta menggabungkan tangga-tangga kehidupan pribadi yang kita miliki masing-masing, saling bertukar visi (Vision), saling mengarahkan (direction), saling mempengaruhi/mendorong kreativitas (persuasion), saling mendukung (support), saling membangun (development), serta saling menghargai (appreciation) seperti tertuang dalam six dimension of High Performance Leadership Program , saya yakin kita semua bisa sama-sama mencapai tujuan bersama yaitu menuju tangga kemajuan, dan membuat hidup ini menjadi lebih bermakna, tidak hanya buat diri kita sendiri tapi juga keberadaan kita bermanfaat buat orang lain.

Biarkan Bunga Bicara

Posted by Adnyana under Secarik Motivasi

Katakan dengan Bunga “Say it with Flower”, itu ungkapan yang banyak sekali dimana manusia mengekspresikan cinta, persahabatan, kebersatuan. Tidak saja kalimatnya yang indah dan mudah di cerna, tetapi juga sentuhan yang di hadirkan di balik kalimat “katakan dengan bunga”.  Ada pojokan-pojokan tertentu dari hati ini, yang seperti tersentuh ketika ada orang lain mengungkapkan sesuatu dengan bunga. Terimakasih, rasa hormat, penghargaan dan hal-hal seperti itulah yang pertama kali muncul dari dalam.

Bila di renungkan sedikitlebih dalam, rupanya manusia menggunakan bungan dalam banyak sekali kesempatan sebagai sarana yang kebanyakan bersifat positif dan Mulia. Mengungkapkan Cinta, mengungkapkan selamat, menjalin persahabatan, memperindah taman, ekspresi duka cita, menerima tamu terhormat dan sederetan kegiatan positif lainnya. di beberapa tempat seperti di bali, bungan bahkan digunakan sebagai sarana persembahyangan menuju Tuhan.

di Bali jaman dulu, masyarakatnya bersembahyang ke Pura cukup dengan menghaturkan Bunga sebagai tanda terimakasih, disaksikan oleh sebuah nyala api dari sebatang dupa. namun dalam perkembangannya masyarakat masa kini merasa tidak ‘nyaman’ mengungkapkan ekspresinya hanya dengan mempersembahkan bunga, sehingga akhirnya tampilah berbagai bentuk persembahan yang secara kasat mata terlihat begitu kompleks dengan buah apel  new zeland nya, jambu bangkoknya, ayam panggangnya, dll.  Pun demikian dengan seorang wanita jaman dulu. wanita bali terlihat cantik hanya dengan menyelipkan bunga di rambutnya atau di telinganya. namun wanita jaman sekarang, merasa kurang percaya diri akan penampilannya bila tidak dilengkapi dengan liontin yang terbuat dari emas, intan dan berlian terselip di telinganya atau menggantung di lehernya. Seolah-olah masyarakat di jaman sekarang tidak menyadari betul akan makna dari sebuah bunga itu sendiri yang sesungguhnya dalam kesederhanaannya sudah mewakili ke indahan dan ke ikhlasan.

Menghubungkannya dengan gambar-gambar diatas yang berlokasi di kota Bruxell Belgia, dimana setiap 2 tahunan terdapat festival Carpet yang terbentuk dari sekumpulan bunga-bunga yang warna-warni. Pemerintah setempat sepertinya tidak terlalu tergoda untuk menyuguhkan kegiatan-kegiatan post-modern kepada para penghuni wilayahnya yang sangat majemuk karena Bruxell merupakan ibukota dari Uni Eropa, ataupun kepada para turis pengunjung negeri ini.  Pemerintah Belgia lebih tertarik mengajak masyarakatnya untuk kembali ke alam, atau mensyukuri keindahan yang melimpah yang di berikan oleh Tuhan. penyelenggaraan  Carpet bunga ini awalnya bermula dari idea untuk memperingati kembalinya kota ini dari pendudukan Perancis di jaman dulu.  Untuk mengenang masa pendudukan itu tidaklah dengan mengingatkan hal-hal yang berbau kebencian, melainkan di ungkapkan dengan menampilkan sekumpulan bunga-bunga yang di bentuk mirip sebuah carpet yang cantik sebagai tanda cinta dan kasih untuk melihat masa depan.  Penyelenggaraan festival carpet bunga ini dalam perkembangannya mendapatkan response yang sangat luar biasa baik dari masyarakatnya yang bermukim di Belgia atupun dari negeri tetangga, yang berduyun-duyun menyaksikan festival ini, untuk ikut serta menikmati rahmat cinta dan kasih yang di wakili oleh bunga-bunga yang cantik berwarna-warni tersebut.

Keberhasilan negeri Belgia mengungkapkan “isi hatinya” dan menyatakan “perasaannya” dengan Bunga sehingga membuat orang lain berduyung-duyun mengunjungi kota Brusell akhirnya di ikuti oleh pemerintah Belanda, khususnya pemerintah daerah Lisse,  yang akhirnya di tahun 1949 membangun Taman wisata alam yang di penuhi dengan hanya bunga-bunga yang di datangkan dari seluruh negeri belanda dan eropa, yang kita kenal bersama dengan sebutan “Keukenhof”.

Hampir sekitar 7.000.000 (tujuh juta) bunga tulip di tanam di kebun bunga Keukenhof ini, yang menjadikan taman wisata keukenhof adalah kebun bunga terbesar di dunia dan mendatangkan Turis rutin di setiap tahunnya. Keberadaan kebun bunga Keukehnof tidak hanya memberikan daya tarik tersendiri bagi para pecinta keindahan dan pencari kedamaian, namun keberadaan taman wisata ini menginspirasi negeri Belanda  untuk menjadi pengexport bunga terbesar di dunia ini.

Apa sesungguhnya yang bisa kita pelajari dari keberadaan bunga-bunga ini bila di hubungkan dengan kehidupan kita sebagai manusia yang hidup dalam suatu komunitas majemuk.

Berpenampilan dengan menonjolkan kesederhanaan tidak di sadari membuat seseorang terlihat lebih anggun anggun dan terlihat menarik yang bisa memikat hati orang lain. Pun demikian dengan berbicara  bila kata-kata yang keluar dari mulut kita  tersusun rapi apa adanya dan mengedepankan kejujuran akan membuat orang lain menjadi bersimpati dan ingin berteman dengan kita.

Tuhan menciptakan matahari agar membuat bumi ini menjadi lebih terang sehingga membuat kita bisa berpikiran jernih, pun demikian dengan Bunga Tuhan menciptakannya agar kehidupan di dunia ini menadi lebih berseri yang membuat hati dan perasaan kita menjadi damai.

Akhir kata, andaikan ada diantara kita memiliki masalah dengan apapun atau dengan siapapun, mulailah mengekspresikan isi hati kita dengan sekuntum bunga, biarkan bunga yang berbicara.

salam waRning,

Arti Penting Keselamatan

Posted by Adnyana under Secarik Motivasi

Di bulan Nopember di musim dingin seperti sekarang, tidaklah membuat orang mengurangi kegiatannya dengan lebih banyak berdiam diri di rumah. melainkan sebaliknya aktifitas menjadi semakin bertambah, dimana setiap orang selain harus menyiapkan pakaiannya dengan pakaian khusus yang sedikit lebih tebal dari biasanya juga di alamatkan kepada para pemilik kendaraan baik roda dua ataupun roda empat. mereka sepertinya “di haruskan” untuk mengganti roda kendaraannya dengan tipe roda khusus berlaku di musim dingin, selain untuk menjaga kesalamatan dirinya, juga untuk menjaga keselamatan orang lain dan tentunya untuk kenyamanan semua pengguna jalan raya, yang diakibatkan karena mulai licinnya jalan raya karena tertutupi embun es di pagi hari.

Negeri ‘maju’ memang terkenal dengan banyak aturan yang dibuat oleh pemerintahnya. sekilas memang tampak ribet untuk kalangan orang ketimuran seperti saya. tapi kalau kita mau berpikir sedikit lebih jauh kedepan, sesungguhnya aturan-aturan itu tentu untuk kebaikan kita. pemerintah begitu peduli dan berkepentingan untuk membuat masyarakatnya untuk selalu tetap sibuk dan memaksa masyarakatnya untuk terus memutar uangnya di dalam negeri dengan mengikuti prosedur yang sudah di tetapkan. sebagai contoh: keberadaan bengkel kendaraan tidak perlu khawatir untuk tidak mendapatkan pelanggan, karena by default, seperti di bulan nopember ini setiap pemilik kendaraan harus mengganti roda bannya dari roda biasa menjadi roda khusus winter. begitu juga selanjutnya di akhir musim winter, masyarakatnya akan berduyun-duyun mengunjungi bengkel kendaraan ini untuk mengganti roda kendaraannya kembali ke roda biasa. tidak bisakah roda ban ini di ganti sendiri di rumah? tentu bisa … bagi yang memiliki waktu banyak, tetapi tetap di sarankan untuk menyerahkan pengerjaannya kepada praktisi profesional, sekaligus untuk menguji emisi kendaraannya agar tidak menyebabkan polusi udara. . contoh lain: ada lembaga red-cross mirip lembaga palang merah indonesia. di negara kita, kita mengenal PMI sebagai lembaga untuk menyumbangkan “donor ” darah , bagi yang tidak pernah ikut program donor darah, mungkin tidak mengenal sama sekali lembaga ini… tapi tidak demikian di negara lain, masyarakatnya (khususnya bagi pemilik kendaraan) bukan hanya di sarankan melainkan diwajibkan untuk mengikuti kursus P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) atau dikenal dengan istilah “first help”. jadi lembaga ini pun keberadaannya tetap di buat berarti bagi masyarakatnya. dan tentunya masih banyak lagi contoh-contoh lainnya yang sesungguhnya menarik di ceritakan.

kembali ke indonesia, menghubungkannya dengan kehidupan saya ketika menjalani masa sekolah dulu, dimana roda ban sepeda motor, tidak akan di ganti sampai ban itu kempes dengan sendirinya ntah itu karena sudah gundul, atau karena kena paku di jalan.  pun demikian dengan uji emisi knalpot ? apalagi itu… kalimat itu bahkan tidak pernah terlintas dikepala sedikitpun, perihal polusi udara yang menyebabkan pengguna jalan raya lainnya mengalami gangguan pernapasan akibat asap kenalpot kendaraan kita seolah-olah bukanlah urusan masyarakat pemilik kendaraan bermotor di negeri kita, tapi kita membebankannya kepada pemerintah…

cerita diatas memang cerita lama , mungkin sekarang sudah berubah. banyak masyarakat kita di tanah air sudah  mulai peduli akan lingkungan, peduli akan orang lain, peduli akan kesehatan tidak hanya diri sendiri tapi juga kesehatan orang lain.  menulis artikel memang sangatlah mudah, pelaksanaannya mungkin tidaklah semudah menulis kalimatnya. mudah-mudahan kita semua bisa meniru hal-hal yang baik dari kehidupan orang lain dan kita terapkan dalam kehidupan kita sendiri dimana dengan di mulai dari diri sendiri dengan belajar disiplin akan membentuk kepribadian kita untuk menjadi individu yang lebih baik yang menyadari betapa pentingnya arti keselamatan.

salam waRning,

Pohon Kemoning

Posted by Adnyana under Kemoning@yahoogroups.com

Ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, guru wali kelas yang bernama Pak Wayan Regog sempat memberikan tugas rumah kepada setiap muridnya untuk menceritakan sejarah dan asal-usul nama desa kami masing-masing. ada sedikit kebingungan di saat itu untuk mencari jawabannya baik di rumah maupun di luar rumah di sekitar desa, karena memang tidak banyak yang tahu tentang asal usul kenapa desa adat kemoning diberi nama Kemoning. paradigma “jeg mule keto” masih sangat kental “ter-tatoo” di pikiran masyarakat saat itu ketika di tanya oleh anak kecil dan tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. sementara teman sekelas lainnya yang berasal dari lingkungan kelurahan Pekandelan, dengan panjang lebar bisa menceritakan sejarah nama Desa Pekandelan, yang konon daerah tersebut merupakan daerah zone 1 terdekat dari kerajaan Puri Klungkung, dimana para “karyawan” kerajaan puri klungkung jaman dulu bermukim. karyawan dalam bahasa balinya di kenal dengan nama “pengandel-andel” yaitu karyawan yang setiap saat siap untuk di panggil untuk bertugas kerja berganti jadwal jam kerja.

Kembali kenama Kemoning, kalau di lihat dari namanya, yaitu Kemoning, ada kemungkinan nama ini diambil dari nama pepohonan, yaitu pohon kemoning, atau dalam bahasa ilmiahnya Murraya Paniculata L.  Lebih lanjut  kenapa desa adat kemoning ini diberi nama pepohonan barangkali di jaman dulu daerah ini terdapat sekumpulan jenis pepohonan ini hingga layak di sebut sebagai suatu nama daerah atau kemungkinan pepohonan ini memiliki makna serta jasa tertentu di saat itu seperti digunakan untuk obat penyembuhan, sehingga layak untuk di kenang.

saya memang tidak bisa banyak mengulas sejarah ataupun asal-usul nama desa adat kemoning. namun demikian, saya akan coba berbagi cerita dari sisi pendekatan akademis, yang saya kumpulkan dari beberapa literatur yang saya dapatkan di internet, yang konon berfungsi sebagai obat penyembuh batu ginjal…. seperti di jelaskan di artikel berikut, mudah-mudahan teman-teman maupun adik-adik dari Desa Adat Kemoning yang sering berinteraksi langsung dengan para pinih sepuh di desa kita, mungkin bisa menambahkan dan bisa berbagi informasi serta mengulasnya dari sisi historis ataupun filosofis tentang nama dari Desa Adat Kemoning itu sendiri :

http://www.arthazone.com/coffetimedetail.php?id=299&catid=TNT

Pohon Kemoning Bisa Mengobati Batu Ginjal

Murraya Paniculata L atau biasa di sebut “Kemuning” . Tanaman yang biasa tumbuh liar di semak belukar , tepi hutan, atau di tanam orang sebagai tanaman hias, atau tanaman pagar. Tanaman ini dapat di temukan di daratan rendah hingga ketinggian 400 meter di atas permukaan laut.

Orang Sumatera biasa menyebut pohon ini dengan sebutan “Kemunieng” . Di sunda dikenal dengan nama Jenar, Kamuning. Sementara orang Jawa menyebutnya dengan nama Kemuning atau Kumuning. Orang Madura menyebutnya dengan nama Kamoneng. Di Bali, biasanya menyebut Tanaman ini sebagai Kajeni, Kemuning atau Kemoning.

Pada Ensiklopedia Millenium Tumbuhan Obat berkasiat Indonesia Jilid 1 karya Professor Hembing Wijayakusuma, di sebutkan Kemuning yang masuk Jeruk-Jerukan ini merupakan Perdu (pohon kecil) dengan percabangan sangat banyak.Tingginya sekitar 3-8 meter, batangnya keras, beralur dan tidak berduri.

Yang masih bisa di jumpai untuk memagari pekarangan rumah adalah jenis Kemuning yang berdaun kecil dan lebat. Daun tanaman ini merupakan daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-9 tumbuh berseling-seling.

Tanaman ini berasa pedas, pahit, hangat. yang berkhasiat mematikan rasa (anesthesia), penenang (sedatif) , antidarang (anti inflamasi), menghilangkan bengkak (anti swelling), anti rematik, melancarkan peredaran darah, dan anti tiroida.

Untuk keperluan pengobatan, bagian yang di pakai adalah akar, batang, dan daun. Kemuning berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit rematik, sakit pinggang (lumbago), sakit gigi, radang otak (epidemik encephalitis B), local anesthesia, radang buah zakar (orkhitis). Selain itu juga penyakit radang saluran nafas (bronkhitis), infeksi daluran kemih, batu kandung kemih, batu ginjal, haid tidak teratur, keputihan, lemak tubuh berlebih (obesitas), gigitan serangga dan ular, bisul, koreng, eksim, borok dan gatal-gatal.

Untuk mengobati batu ginjal, batu kandung kemih, daun Kemuning segar di tambah 150 cc air lalu di jus. Setelah itu di saring dan di minum airnya. Bagi penderita rematik dan memar akibat terpukul, sebanyak 15-30 gram akar kering Kemuning dan 15 gram jahe merah (Zingiber Officinale Rosch) di cuci bersih lalu di rebus dengan air 600 cc hingga tersisa 200 cc. Kemudian di saring dan airnya di minum.

Untuk pemakaian luar tumbuhan Kemuning segar di haluskan lalu di tempelkan pada bagian sakit atau bisa dengan cara di rebus kemudian airnya di pakai untuk mencuci bagian yang sakit. Sedangkan untuk pemakaian dalam (minum), 9-15 gram Kemuning kering atau 30-60 gram yang segar di rebus dan airnya di minum.

artikel pendukung lainnya bisa di baca di url berikut, dan yang lainnya tentunya bisa juga di search lewat Google:

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=116

Rupa yang Memikat

Posted by Adnyana under Wisata Kuliner

ditengah persaingan diantara sesama pedagang coffee yang makin tinggi, tidaklah membuat ciut nyali para pedagangnya yang memang menggantungkan hidupnya dari hasil berdagang kopi ini.  Persaingan harga dengan menurunkan harganya serendah mungkin tidaklah menjadi jaminan akan barang daganganya laris manis di beli orang atau warung kopinya ramai di kunjungi pengunjung.  Para pedagang yang kreatif mulai memberikan nama-nama unik kepada jenis dagangan kopinya yang terkadang sulit di lafalkan oleh lidah orang ketimuran, salah satunya bernama coffee capucino, coffee expresso, coffee prapucino, coffee late maciato, dll. pemberian nama-nama coffee yang unik itu juga tidak cukup untuk memenangkan persaiangan di usaha ini malah nama-nama itu sangat mudah di tiru oleh pesaing lainnya.  Menjelaskan kepada para pengunjung tentang asal-usul biji coffee nya yang di import langsung dari asalnya, seperti dari java (sebagaimana coffee starbuck menjelaskannya di setiap gerai coffee yang dimilikinya), begitu juga dengan coffee jenis robusta ataupun coffee arabica yang di import dari pinggiran sungai amazon di daratan amerika latin juga di cantumkan oleh gerai coffee coffebeen, atau pedagang coffee luwak, yang juga ikut menjelaskan biji kopinya diambil dari kotoran hewan luwak (hewan ini bahasa bali nya lubak) di perkebunan sumatra, tetap belum cukup untuk memenangkan persaingan usaha ini. dan tentu belum terhitung pemakaian cangkir coffee yang unik bentuknya serta warna-warni juga belum bisa memberikan jaminan akan keunikan dari coffee yang ditawarkan oleh pedagang coffee.

saya baca berita di internet, di thailand ada pedagang coffee yang menawarkan dagangan coffeenya dengan cara sangat memikat mata. mereka sepertinya mengerti betul kalau manusia itu terlahir dengan memiliki Panca Indra (penciuman, peraba, parasa, pendengaran, dan penglihatan). coffee dengan berbagai rasa yang memikat lidah, sudah banyak yang menjualnya. coffee dengan berbagai aroma yang memikat hidung pun sudah juga banyak yang menjualnya. tetapi coffee dengan keunikan rupa/tampilan yang memikat mata memang tidak banyak yang menjualnya. keunikan inilah yang di tawarkan oleh pedagang coffe di thailand.  walupun hasil akhir dari sajian coffee ini hanya untuk di telan “glek” oleh pembelinya, para pedagangnya sama sekali tidak merasa terbebani dalam pembuatannya, yang memang di butuhkan keuletan dan kesabaran dalam pembuatannya agar terlihat cantik. para pembeli dibuatnya asik untuk berlama-lama di warung coffeenya sambil bercengkerama dengan temannya sambil meminum coffee cantik ini. kekhawatiran akan kenaikan berat badan akibat efek dari kandungan ‘fat’ dari susu atau cream yang digunakan untuk mencampur coffeenya itu, seolah-olah tidak menyurutkan minat pembelinya dan terhapuskan oleh kepuasan menikmati coffee cantik nan unik itu.

menghubungkannya dengan kopi bubuk bali yang kita sama-sama cintai karena rasanya yang memang pas di lidah orang bali, saya yakin bisa di tampilkan seperti gambar diatas. apalagi orang bali terkenal akan seninya dan kreatifitasnya.

pesan moral yang ingin saya sampaikan dari artikel ini, setiap orang selain memang perlu untuk menjadi dirinya sendiri, juga perlu untuk terus menggali setiap potensi dirinya agar menjadi berbeda dari yang lainnya sehingga bisa terus “menjual” dirinya ataupun terus di perlukan oleh orang lain, bila perlu selalu memikirkan sesuatu dimana orang lain belum memikirkannya. Singapura termasuk salah satu negara yang selalu ingin menampilkan dirinya berbeda dari lainnya. walaupun sudah banyak negara di dunia ini yang menjadi tuan rumah balapan formula 1 baik di sirkuit resmi atau di sirkuit jalan raya (valencia dan monako), tetapi negeri singapura tidaklah kehabisan akal untuk bisa mencuri perhatian dunia, walaupun negerinya baru pertama kali sebagai penyelenggara balapan formula 1 ini,  namun dengan kecerdikannya mereka mengadakan balapan formula 1 yang selain di adakan di jalan raya juga diadakan di malam hari untuk pertama kalinya di dunia ini. mengutip istilahnya bahasa marketing, setiap individu  perlu menciptakan atau memiliki ”branding” yang unik untuk dirinya sendiri dimana orang lain tidak memilikinya. dan jangan takut akan kompetisi, karena persainganlah yang membuat kita menjadi semakin kreatif untuk terus berusaha menjadi yang terbaik dan menjadi lebih baik lagi….

salam waRning,

Lukisan Hidup

Posted by Adnyana under Secarik Motivasi

Alkisah, ada Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut.

Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu di antara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung-gunung yang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian.  Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik. Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk Pipit meletakkan sarangnya. Jadi, di tengah-tengah riuh-rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?

Sang Raja memilih lukisan nomor dua. Tahukah anda mengapa? “Karena”, jawab sang Raja, “kedamaian bukan berarti anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk.

Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa. Kedamaian hati adalah kedamaian sejati”

mengambil intisari dari cerita diatas (entahlah siapa penulis cerita diatas yang saya kutip dari internet) serta menghubungkannya dengan kehidupan kita sehari-hari dan tentunya dengan foto-foto diatas, dimana sekarang belahan kutub utara sedang menjalani musim dingin (winter),  kehangatan disaat musim dingin ini tidaklah perlu dicari hingga ke belahan bumi di garis katulistiwa yang kaya akan sinar metaharinya. kehangatan jasmani akan terasa semu bila pikiran kita masih di selimuti “kedinginan” sebagai contoh rasa tidak percaya diri, selalu merasa kekurangan, selalu berpikiran negatif terhadap diri sendiri dan orang lain, dll.  oleh karena itu “kehangatan jiwa” saya rasakan sama halnya ibarat kedamaian hati yang tenang dan damai.  yaitu bermula dari “hati” dan “pikiran kita”  sendiri dalam menjalani hidup ini dan mengatasi semua permasalahan hidup, mengatasi ego, serta melihat masa depan.  yakin dan percaya akan kemampuan diri sendiri,  percaya akan masa depan itulah “kehangatan” yang sesungguhnya sebagai seorang individu serta insan Tuhan. 

akhir cerita, tentunya ada banyak hal yang bisa kita tuliskan dari setiap perjalanan hidup yang kita lalui sedari kecil hingga sekarang dan bisa kita lukis dalam bingkai kehidupan untuk bisa kita renungkan disaat kita sendiri serta untuk mencari jejak-jejak makna kehidupan yang terpendam ataupun tersembunyi, agar bisa kita gali dan kita kembangkan untuk kebaikan serta peningkatan kreatifitas dan peningkatan kualifikasi kita di kemudian hari yang membuat kita tetap bisa sibuk karena ada banyak hal yang bisa kita kerjakan dan kita kejar sehingga akhirnya kita bisa terus berpikiran positive dan optimis.

salam waRning,