kemoning.info

Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan Desa Adat Kemoning

Archive for December, 2008


Bagi yang pernah menjalani masa kanak-kanak di jaman dulu, pemandangan diatas semestinya tidaklah merupakan hal yang asing lagi bagi kita semua. walaupun kita tidak berdomisili di kota besar, biasanya hiburan roda putar,  sesekali akan menghampiri kota kita di saat kita merayakan hari kemerdekaan 17 agustusan yaitu adanya pagelaran sirkus keliling, yang salah satunya terdapat hiburan roda putar besar seperti diatas. namun bagi yang berdomisili di kota besar seperti jakarta, hiburan roda putar seperti diatas, akan dengan mudah di dapati di taman hiburan Ade Irma Nasution (Senayan) atau di taman hiburan Dufan (Dunia Fantasi Ancol), dan rodanya pun terpasang permanent serta memiliki ukuran roda yang lebih besar jadi masih bisa melihat sebagian pemandangan kota jakarta.

Dibeberapa kota Jerman, juga menikmati hiburan roda putar (Great Wheel)  seperti diatas di saat hari-hari perayaan penting kota tertentu, atau mendekati hari libur sekolah anak-anak, atau mendekati pergantian tahun, hiburan ini berpindah-pindah layaknya pagelaran sirkus di indonesia, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kota tertentu. Namun baru-baru ini di bangun sebuah Great Wheel permanent di kota Berlin yang merupakan Great Wheel terbesar/tertinggi kedua di dunia. bagi masyarakat yang berlibur ke kota berlin bisa menikmati pemandangan kota berlin yang historik serta artistik dengan cara membeli tiket masuk Great Wheel ini.

Bagi yang tidak memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Berlin, sesungguhnya Great Wheel besar dan tinggi juga terdapat di negara serba ada di Asia bagian tenggara yang cukup dekat bagi Indonesia atau Bali, yaitu di negara Singapura. Great Wheel yang terdapat di Singapura yang dikenal dengan nama “Singapore Flyer” dengan ketinggian 165 meter, saat ini merupakan Great Wheel yang terbesar/tertinggi ke tiga di dunia setelah Beijing Great Wheel dengan ketinggian 208 meter, dan Great Berlin Wheel dengan ketinggian 185 meter.  Dengan membeli tiket masuk Singapore Flyer, pengunjung di manjakan dengan pemandangan bisa melihat kota singapura yang bersih dan indah, tapi juga bisa melihat sebagian kota batam (indonesia) dan sebagian kota johor (malaysia).

Seiring dengan perkembangan jaman, setiap negara yang ingin membuat sesuatu yang baru memang berlomba-lomba membuat proyek mercusuar, selalu ingin membuat sesuatu yang terbesar ataupun tertinggi di dunia, sehingga bisa mencuri perhatian masyarakat dunia. Namun kalau di pelajari sejarah asal muasal keberadaan Great Wheel ini, baik di eropa ataupun di asia (di jepang), Great Wheel ini menurut tabel di bawah, pertama kali di buat di jepang dengan ketinggian 61, 4 meter yang di beri nama Shining Flower, kemudian di susul di kota Viena Austria dengan ketinggian 64,8 meter yang di buat di tahun 1897 yang di beri nama Riesenrad Viena. setelah itu di hampir setiap negara besar membuatnya yang tentunya dengan ketinggian yang melebihi Great Wheel yang sudah ada, hingga sekarang (untuk sementara) sudah mencapai ketinggian 208 meter dari permukaan laut.

Keberadaan Great Wheel ini, yang memang karena ukurannya sangat besar menjadikannya sebagai trademark dari kota dimana Great Wheel tersebut berada. keberadaan Great Wheel ini juga bisa menjadi object wisata baru bagi pengunjung (turis) luar kota atau turis manca negara, sehingga keberadaannya bisa membuat para turis untuk tinggal lebih lama, yang akhirnya tidak hanya membuat mesin Great Wheel itu tetap berputar tapi juga bisa membuat roda perekonomian kota setempat lebih bergairah.

Mungkinkah Great Wheel ini di miliki oleh provinsi bali sebagai salah satu daya tarik wisatawan, baik wisatawan nusantara ataupun wisatawan mancanegara agar mau berdiam lebih lama di bali?

Keberadaan hiburan Great Wheel ini mungkin bisa mendukung dan saling melengkapi tempat-tempat hiburan yang sudah ada selama ini, seperti Bugy Jumping di Legian, atau Waterboom di Kuta, atau hiburan tradisional bali lainnya. Bukan bermaksud ikut latah negeri lain dengan membangun Great Wheel ini, melainkan bisa di jadikan sebagai suatu kebanggan juga sama halnya membuat Monumen Garuda Wisnu Kencana yang sedang di bangun di daerah bukit Jimbaran.

Sudah tentu, pemerintah provinsi tidak harus membangunnya dengan menggunakan APBD, melainkan menggundang investor dunia untuk menginvestasikan uangnya membangun Great Wheel yang baru di pulau wisata di Bali ini, meniru apa yang di lakukan pemerintah singapura, dimana kepemilikan dari Great Wheel Singapore Flyer ini dimiliki oleh investor dari Jerman.

Semoga para pejabat pemerintah daerah provinsi bali di dukung oleh wakil rakyat di bali bisa lebih proaktif dalam mempromosikan potensi yang dimiliki pulau Bali dan lebih proaktif dalam menggaet investor dunia untuk berlomba-lomba menanamkan uangnya untuk berinvestasi di bali, yang semuanya adalah bertujuan untukmembantu terciptanya lapangan kerja baru bagi penduduk bali dan terciptanya kesejahteraan masyarakat bali pada umumnya. Semoga.

salam waRning,

Name  ? Height (m)  ? Year of completion  ? Country  ? Location  ? Remarks  ?
Beijing Great Wheel 208 2009 China Beijing Under construction
Great Berlin Wheel 185 2009 Germany Berlin Under construction
Singapore Flyer 165 2008 Singapore Singapore Currently the world’s largest wheel
Star of Nanchang 160 2006 China Nanchang
London Eye 135 1999 UK London
The Southern Star 120 2008 Australia Melbourne
Changsha Ferris Wheel[citation needed] 120 2004 China Changsha
Zhengzhou Ferris Wheel[citation needed] 120 2003 China Zhengzhou
Sky Dream Fukuoka 120 2002 Japan Fukuoka
Diamonds and Flowers (daiya & hana) Ferris Wheel[citation needed] 117 2001 Japan Kasai Rinkai Park, Edogawa, Tokyo
Sky Wheel[citation needed] 115 1999 Japan Palette Town, Odaiba, Tokyo
Star of Tai Lake[citation needed] 115 2008 China Wuxi, Jiangsu
Cosmo Clock 21 [15] 112.5 1999 Japan Cosmoworld, Yokohama
Tempozan Harbor Village Ferris wheel 112.5 1997 Japan Osaka
Harbin Ferris Wheel[citation needed] 110 2003 China Harbin
Jinjiang Park Ferris Wheel[citation needed] 108 2002 China Shanghai
HEP Five 106 1998 Japan Osaka
Ferris Wheel of Paris 100 1900 France Paris Built in 1900 for world exhibition; demolished in 1937
Space Eye[citation needed] 100 ? Japan Kita-Kyushu
The Great Wheel[16] 94 1895 UK Earls Court, London Demolished 1907
Aurora [17] 90 ? Japan Nagashima Spa Land, Mie
Eurowheel[citation needed] 90 1999 Italy Mirabilandia amusement park, Savio Europe’s second tallest Ferris wheel
Janfusun FancyWorld[citation needed] 88 ? Taiwan Yunlin
Mashhad Fun Fair[citation needed] 80 2001? Iran Mashhad Biggest wheel in Iran
The Ferris Wheel[citation needed] 80 1893 USA Chicago First-ever Ferris wheel; built for World’s Columbian Exposition (World’s Fair); demolished
Moscow-850[citation needed] 75 1995 Russia Moscow Built for 850 jubilee of Moscow foundation celebrated in 1997
Polaris Tower[citation needed] 72 1993 South Korea Daejon
Miramar Entertainment Park 70 2002 Taiwan Taipei Including the building it stands on it is 100 m tall
Texas Star 65 1985 USA Dallas/Fair Park Largest Ferris wheel in North America
Riesenrad Vienna 64.8 1897 Austria Vienna
Shining Flower [18] 61.4 ? Japan Yomiuriland, Inagi

Wind Power atau dalam bahasa Indonesia di kenal dengan istilah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) adalah salah satu sumber energy yang ramah lingkungan, karena energy nya berasal dari hasil konversi dari tenaga angin menjadi energy listrik.  Sesungguhnya di negeri kita di Indonesia yang merupakan negeri kepulauan yang di kelilingin oleh pantai yang luas dengan kecepatan anginnya yang cukup tinggi dan konstant, sudah memiliki salah satu sumber pokok untuk bisa mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ini sebanyak mungkin di tanah air atau bahkan bisa mewujudkannya di provinsi kita juga di Bali, namun dalam penerapannya tidaklah mudah. salah satu kendalanya adalah masih mahalnya biaya investasi untuk mewujudkan PLTB  atau mendirikan sebuah kincir angin, bahkan untuk yang terkecil dan sederhana sekalipun.

menurut berita di koran, salah satu kincir angin sederhana yang diberi nama EGRA (energy gratis) seharga kurang lebih 60 juta rupiah.  output yang bisa di sumbangkan dari sebuah kincir angin sederhana ini pun memang relativ cukup kecil masih dalam ukuran Kilo Watt (ruang lingkup rumahan atau perkampungan) bila di bandingkan dengan membangun pembangkit listrik konvensional lainnya seperti Pembangkit Listrik tenaga Air yang berbahan bakar batu bara ataupun minyak yang bisa memberikan output hingga 350MW keatas.. , Namun bila mengacu kepada gambar diatas (Wind Power yang professional), dimana satu batang kincir anginnya minimal menghasilkan 1MW atau 2 MW, dan bila seandainya setiap rumah tangga membutuhkan 500W listrik, 1MW bisa mencukupi kebutuhan 2000 rumah tangga di sekitarnya.

Proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), yang konon merupakan pertama di Indonesia, sesungguhnya sudah di laksanakan di kepulauan Nusa Penida, kabupaten Klungkung ini, persisnya berada di puncak bukit Mundi. Bupati Klungkung  mewakili pemerintah sudah membuat kesepakatan dengan Perusahan Listrik Negara (PLN) distribusi bali. Keplauan Nusa Penida boleh kecil, tetapi ternyata menyimpan sumber daya alam yang tidak di miliki oleh daerah lainnya. Sumber Daya Alam (SDA) itu adalah tenaga angin dimana pihak PLN Bali tertarik memanfaatkannya sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)

Kepulauan Nusa Penida yang terpisahkan dari daratan Pulau Bali, sesungguhnya memang sangat membutuhkan energy listrik yang setiap tahun kian terus meningkat, terlebih di sebabkan karena semakin meningkatnya jumlah penduduk setempat dan meningkatnya permintaan dari industry pariwisata di Nusa Penida. Untuk mendukung keinginan para pinih sepuh adat setempat yang merencanakan kepulauan nusa penida sebagai pulau wisata spiritual dan wisata bahari, pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu ini sangatlah  sejalan dengan idea tersebut, karena tidak akan mengotori lingkungan ataupun laut nusa penida. dan bahkan seandainya kincir angin ini terdapat dalam jumlah banyak (atau dalam bahasa asingnya di kenal dengan istilah Wind Farm), seperti tampak di gambar dibawah, mungkin kompleks pembangkit listrik tenaga Bayu ini bisa juga di jadikan sebagai kawasa wisata, kususnya untuk menarik wisatawan nusantara yang di daerahnya belum sempat memilikinya.

Lebih lanjut, keinginan untuk bisa mewujudkan Wind Farm (kompleks kincir angin) di Nusa Penida saya kira bukanlah sebuah mimpi di siang bolong, sebenarnya PLTB di Nusa Penida sudah mulai di bangun sejak bulan Desember 2005, satu unit. kemudian bertambah satu unit lagi pada tahun 2006.  dimana masing-masing berkapasitas 1 x 80KW di Nusa Penida. Dilanjutkan pembangunan tujuh unit PLTB plus satu unit PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) pada tahun 2007. Dengan begitu , jumlah PLTB yang terpasang saat ini di Nusa Penida adalah sebanyak sembilan unit dengan kapasitas 735 KW di tambah dengan satu unit Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) 30KW. Selanjutnya bila para pejabat daerah di bali seperti bapak gubernur bali beserta wakil rakyat di DPRD bali ingin membuat pulau Bali ini menjadi lebih mandiri, akan menjadi lebih lagi bila kita masyarakat bali lebih mengutamakan  untuk “meng-import” energy listrik dari kepulauan Nusa Penida di bandingkan bila “meng-import” suply energy litsrik dari Paiton di Jawa Timur, supply listrik jawa-bali melalui kabel bawah laut. Sehingga dengan semakin meningkatnya permintaan listrik dari penduduk bali daratan terhadap energy listrik dari Nusa Penida, di masa datang saya yakin jumlah kincir angin di kepulauan Nusa Penida akan terus bertambah hingga menjadi sebuah perkampungan kincir angin, yang tentunya akan sangat mungkin menjadi object wisata yang unik juga.

Mengakhiri artikel ini, saya memang sengaja tidak membahas hal-hal yang berhubungan dengan teknis tentang cara kerja ataupun cara beroperasinya Wind Power ini, di samping karena hal-hal teknis tersebut bisa di google atau di cari di wikipedia, juga karena issue yang ingin saya angkat disini lebih mengedepankan kepada hal-hal sosial kemasyarakatannya, khususnya issue yang terjadi di kabupaten klungkung ataupun di provinsi bali, sehingga bisa di jadikan sebagai sebuah “reminder” untuk  terus mengingatkan para cendikiawan di bali untuk terus peduli akan permasalahan yang ada di pulau bali.  kata orang: “Great Strategy will be nothing without execution” , Execution without proper planning will also be meaning less. mari kita harapkan semuanya bisa berjalan sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan, sehingga akan semakin banyak anak-anak di Nusa Penida yang bisa belajar lebih lama lagi di malah hari, serta akan semakin banyak lagi anak-anak pintar yang lahir dari kepulauan Nusa Penida yang merupakan bagian dari kabupaten klungkung ini, dan yang lebih penting lagi adalah, kedepannya pulau bali bisa lebih mandiri lagi bila masih ingin terus mengumandangkan permohonan ke pemerintah pusat di jakarta agar Provinsi Bali menjadi provinsi yang memiliki Otonomi Khusus karena alasan Adat istiadat, Budaya serta agama Hindunya. Semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa terus memberikan petunjuknya kepada umatnya di Bali agar tetap bisa berjalan di jalan Dharma demi kebaikan kita semua.

Salam waRning,

Public Transportation System

Posted by Adnyana under Jalan Sutra

Kebutuhan akan sarana public transportation sepertinya sangat penting bagi masyarakat kebanyakan yang tidak memiliki kendaraan pribadi. disamping tentunya keberadaannya di rasa sangat effektif untuk menghindari kemacetan di jalan raya. Didunia ini alat transportasi umum memang ada berbagai ragam jenisnya, salah satunya , seperti transportasi jalan raya dengan bus, kereta darat, atau kereta bawah tanah (subway), dan bahkan kereta udara (sky train).

Bagi beberapa daerah yang landscape / bentuk daerahnya rata dan tidak bergunung-gunung, pembuatan sistem transportasi jalan darat seperti bus atau kereta darat mungkin tidaklah masalah. namun bagi yang kontur daerahnya berbukit-bukit, pembuatan sistem transportasi darat, mungkin sedikit rumit untuk di aplikasikan. salah satunya terjadi di kota Wuppertal Jerman, yang daerahnya berada di pinggir perbukitan. Oleh karenanya sistem public transportasi yang memungkinkan adalah menerapkan kereta layang. Kereta layang yang diterapkannyapun cukup unik, tidak seperti kereta normal lainnya yang duduk di atas relnya, melainkan keretanya menggantung di bawah relnya. dan rutenya persis berada diatas sungai mengikuti alur sungai yang melintasi kota tersebut .

Sky train yang terdapat di Wuppertal, termasuk salah satu kerta gantung tipe monorail  dan yang tertua di negeri jerman , dimana kereta tersebut di rancang bangun sebelum tahun 1900, dan mulai di operasikan sejak 1901 hingga sekarang. Keberadaan sky train ini cukup membantu mobilitas masyarakat Wuppertal dan mengurangi kemacetan lalu lintas di kota tersebut. selain itu keberadaan Sky train itu memberikan keunikan tersendiri bagi kota Wuppertal dan menjadi trademark kota itu, hingga menjadi daya tarik wisatawan luar kota atau luar negara untuk datang ke kota Wuppertal hanya untuk mencoba Kereta gantung di kota Wuppertal ini, yang sering dikenal dengan nama aslinya : Wuppertaler Schwebebahn.

Keberhasilan sistem transportasi kereta gantung ini semakin lama semakin diminati oleh pemerintah kota lainnya, dimana selain bisa menghemat lahan, juga masih bisa memfungsikan tanah dibawah lintasan kereta ini untuk kepentingan lainnya, seperti area parkir kendaraan. hal ini sudah di terapkan di bandara udara Dusseldorf, di kampus universitas Dortmund, di kota Hamburg. Tentunya Kereta gantung yang baru ini jauh lebih modern, dan tidak perlu lagi di lengkapi dengan kendali manusia di setiap gerbongnya, alias auto control, yang cukup di kendalikan dan di monitor dari layar computer.  Model Kereta gantung yang baru tampak di gambar berikut:

Jakarta

Selain Sky Train yang menggantung di relnya, seperti di jelaskan diatas, ada jenis kereta yang duduk di atas relnya. hal ini juga terdapat di beberapa kota lainnya di jerman. di samping itu, bagi yang pernah singgah di bandara Changgi Singapura  ataupun di kota Bangkok, pastilah pernah juga merasakan sky train tipe mono rail yang melaju diatas relnya.  Sesungguhnya pemerintah DKI Jakarta juga berminat untuk merealisasikan sistem transportasi Monorail di dalam kota Jakarta, untuk memberikan alternatif sistem transportasi bagi masyarakat / professional yang bekerja di Jakarta. Nampaknya sistem yang ingin diterapkan oleh pemerintah DKI lebih condong meniru skytrain yang gerbongnya melaju diatas relnya, hal ini mungkin dikarenakan  investor dari konsorsium pembuat Monorail ini adalah gabungan dari pengusaha Korea Selatan dan  Jepang, yang ingin mengaplikasikan apa yang ada di negaranya tersebut.

Bali

Bagaimana dengan di Bali, mungkinkah mewujudkan sistem transportasi umum kereta gantung ini? Sepertinya untuk mewujudkan Kereta gantung seperti ini di Bali, sungguhlah sangat sulit untuk mendapatkan lampu hijau dari para pinih sepuh adat dan budaya bali, salah satunya karena alasan agama Hindu, yang mana masyarakatnya bila melaksanakan upacara keagamaan Hindu menyungsung Ida Batara tidak boleh melintas di bawah jembatan. Hal ini di khawatirkan bisa mengurangi ke sakralan prosesi dari upacara keagamaan itu sendiri. Apapun alasannya, kita patut untuk menghormatinya, demi keselamatan kita semua.

Walaupun keinginan untuk memiliki public transportasi kereta gantung masih cukup sulit untuk di realisasikan di bali, tapi saya pikir tetap menarik untuk berbagi cerita dan berbagi pengalaman seperti ini untuk kita ketahui bersama, dengan harapan suatu saat nanti, minimal kita bisa mencobanya atau memilikinya di negara kita sendiri.

salam waRning,

Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. “siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan anda?”

Pengajar meminta bantuan seorang peserta maju kedepan kelas. “silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan anda saat ini”. Peserta perempuan itupun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.

Kemudian pengajar itu menyilahkan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting. Lalu  siswi itu mencoret satu nama, tetangganya. Selanjutnya pengajar itu menyilahkan lagi siswinya mencoret satu nama yang tersisa, dan siswi itupun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.

Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya, nama suaminya, serta nama anaknya.  Didalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi. Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa selanjutnya yang akan di katakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tidak ada lagi yang harus di pilih.

Namun di keheningan kelas sang pengajar berkata: “coret satu lagi !!” , Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama. Nama orang tuanya. “Silahkan coret satu lagi !”, Tampak siswi itu larut dalam permainan ini.

Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya. Nama anaknya. Seketika itupun pecah isak tangis di kelas.

Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya: “Orang terkasih anda bukan orang tua dan anak anda? Orang tua yang melahirkan dan membesarkan anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa di cari lagi.  Mengapa anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan sulit di pisahkan ?”

Semua mata tertuju pada siswi yang masih berdiri di depan kelas. Menunggu apa yang hendak dikatakannya.

“Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya. Anakpun demikian. Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya.”

Demikianlah kisah cerita yang menarik yang saya kutip dari internet (entah siapa pengarangnya), terkadang kehidupan itu memang bagaikan bawang bombay.  Ketika di kupas selapis demi selapis, akan habis. Dan adakalanya kita dibuat menangis.

salam waRning,

Nama-Nama Indah

Posted by Adnyana under Stories

Fenomena pemberian nama-nama Indah kepada seorang anak, sepertinya tidak hanya terjadi di bali. Di bali jaman dulu,  nama-nama para leluhur kita biasanya hanya terdiri dari dua suku kata. selanjutnya bila bersaudara banyak nama saudaranya pun cukup di bedakan di suku kata terakhirnya dengan huruf hidup lainnya, seperti a, i, u, e, o . Namun sekarang nama-nama sederhana tersebut mungkin sudah cukup sulit di jumpai, karena kebanyakan para orang tua generasi baru lebih tertarik mengutif nama-nama dari kitab suci, atau bahasa sansekerta. dan nama anaknyapun tidak lagi terdiri dari dua suku kata, melainkan terdiri dari beberapa kata, dan itupun belum termasuk nama ciri khas bali wayan, made, komang, ketut ataupun nama dari warna keturunan tertentu.

Pemberian nama-nama indah sesungguhnya tidak berhenti pada pemberian nama seorang manusia saja. bagi yang suka memelihara binatang kesukaanpun juga terjadi trend pemberian nama-nama indah yang enak di dengar telinga.  Demikian juga dengan pemberian nama-nama peristiwa alam yang pernah terjadi di dunia ini. Walaupun peristiwa alam tersebut sungguh tidak bersahabat dan bahkan banyak mematikan umat manusia, seperti badai angin topan, untuk mengenangnya, mereka tetap di berikan nama-nama yang indah. mungkin masih jelas dalam ingatan kita badai topan yang terjadi di Amerika Serikat tahun lalu bernama Kathrina, sebuah nama yang sangat indah untuk di dengar telinga.

Badai Topan dalam bahasa ingris di sebut Hurricane, yang berasal dari nama Dewa Huracan, yaitu Dewa Angin besar yang di hormati oleh bangsa Maya dari Amerika Tengah.

Kenapa Badai di beri nama, bahkan nama yang indah?

Badai di beri nama untuk mempermudah para pengamat cuaca berkomunikasi dengan masyarakat. Coba bayangkan seandainya terjadi dua badai bersamaan di tempat yang berbeda. Atau kalau kita sedang membicarakan badai-badai dasyat yang pernah terjadi. Dengan memberi nama, kita akan lebih mudah membahasnya.

Zaman perang dunia II, para meteorology memberi nama badai dengan nama perempuan. konon nama itu di ambil dari nama istri mereka. Barulah pada tahun 1979, National Weather Services (NWS) di Amerika Serikat memberi nama dengan menggabungkan nama laki-laki dan perempuan.

Saat ini nama-nama itu di perbaharui lagi oleh World Meteorological Organization (WMO). Mereka menggunakan nama yang singkat dan berbeda sehingga mudah di ingat. Huruf depan nama-nama itupun berurutan, sebagai contoh: Arlene, Bret, Cindy.  Nama itu akan berulang setiap enam tahun sekali.

Kalau badai di Samudera Atlantik di beri nama, ternyata badai di tempat lain juga di beri nama yang berbeda. Di daerah Samudera Pacific masing-masing negara menyumbangkan nama. misalnya, Cina menyumbangkan nama Longwang, Malaysia memberi nama Jelawat. Di Australia, namanya lain lagi. Ada juga beberapa negara yang memberikan nama sendiri untuk badai yang menerpa negaranya, seperti di Filipina, Jepang, dan Papua Nugini. Indonesia juga punya nama sendiri. mungkin masih ada yang ingat dengan nama Angin Bohorok atau Angin Gending, dll..

Ada lagi yang unik, nama-nama itu akan berhenti di gunakan. Nama-nama yang indah itu tidak akan di pakai lagi kalau badai yang terjadi menjadi bencana yang dahsyat dan memakan banyak korban.  Penghentian nama-nama itu tentu saja tidak asal-asalan. WMO akan mengadakan rapat khusus untuk menentukan apakah sebuah nama badai akan di pensionkan. Kalau sudah tidak dipakai lagi, nama itu akan di gantikan oleh nama yang lain.

Selama ini, cukup banyak nama badai yang sudah tidak dipakai lagi. misalnya, ditahun 2004 yang lalu, nama Gaston telah menggantikan George dan juga nama Matthew telah menggantikan Mitch. sedangkan di tahun 2006 nama Kirk telah menggantikan Keith. Kabarnya nama Kathrina (badai yang terjadi di Amerika Serikat tahun yang lalu) juga akan di pensiunkan, karena badai tersebut telah memakan banyak korban.

Ingin melihat deretan nama-nama indah sang badai di tahun yang akan datang, bisa di klik di alamat berikut: http://www.nhc.noaa.gov/aboutnames.shtml

2008 2009 2010 2011 2012 2013
Arthur
Bertha
Cristobal
Dolly
Edouard
Fay
Gustav
Hanna
Ike
Josephine
Kyle
Laura
Marco
Nana
Omar
Paloma
Rene
Sally
Teddy
Vicky
Wilfred
Ana
Bill
Claudette
Danny
Erika
Fred
Grace
Henri
Ida
Joaquin
Kate
Larry
Mindy
Nicholas
Odette
Peter
Rose
Sam
Teresa
Victor
Wanda
Alex
Bonnie
Colin
Danielle
Earl
Fiona
Gaston
Hermine
Igor
Julia
Karl
Lisa
Matthew
Nicole
Otto
Paula
Richard
Shary
Tomas
Virginie
Walter
Arlene
Bret
Cindy
Don
Emily
Franklin
Gert
Harvey
Irene
Jose
Katia
Lee
Maria
Nate
Ophelia
Philippe
Rina
Sean
Tammy
Vince
Whitney
Alberto
Beryl
Chris
Debby
Ernesto
Florence
Gordon
Helene
Isaac
Joyce
Kirk
Leslie
Michael
Nadine
Oscar
Patty
Rafael
Sandy
Tony
Valerie
William
Andrea
Barry
Chantal
Dorian
Erin
Fernand
Gabrielle
Humberto
Ingrid
Jerry
Karen
Lorenzo
Melissa
Nestor
Olga
Pablo
Rebekah
Sebastien
Tanya
Van
Wendy

Mewujudkan Impian

Posted by Adnyana under Secarik Motivasi

Bagi yang suka berlibur atau bermain di air, pemandangan diatas mungkin tidaklah asing lagi. di Bali di jaman dulu air atau sungai berfungsi tidak hanya sebagai pendukung utama kehidupan sebagai air minum, tapi juga untuk mengairi persawahan. untuk pengaturan air ini pun maka terwujudlah organisasi “subak” yang sangat terkenal hingga keluar daerah bali dan bahkan ke manca negara, adalah lembaga yang mengatur pendistribusian air untuk pengairan atau irigasi di sawah. jembatan kecil yang berfungsi sebagai penghubung air antara dua tempatpun sering terlihat di persawahan di Bali.

Organisasi membagi air dalam Subak memunculkan istilah telabah, telajakan, temuku. Cara menghitung besaran pembagian air pun sangat rinci. Menentukan saat tanam menimbulkan istilah seperti kertha masa dan tangluk merana, kapan harus mulai menanam padi dan kapan batas akhir menanam. Ini penting karena menyangkut hama, selain berkaitan dengan musim. Kalau menanam tidak serentak, mengusir hama jadi sulit.

Cara menggarap sawah menimbulkan sekaa (kelompok) yang unik. Ada sekaa makal (menggemburkan tanah), sekaa melasah (meratakan tanah yang sudah gembur), ada sekaa munduk (membuat pematang). Memelihara padi memunculkan sekaa ngabut bulih (mencabut benih), sekaa nandur (menanam), sekaa mabulung (membersihkan rumput di sela padi). Setelah panen muncul sekaa manyi (memanen), sekaa makajang (mengangkut padi dari sawah). Semua tahapan kerja ini memunculkan istilah yang unik. Untuk menghitung jumlah padi, misalnya, dari terkecil sampai terbesar adalah pejangan (segenggam tangan), tatap (dua pejangan), cekel (tiga tatap), tenah (tiga cekel) dan seterusnya.

Demikianlah sekilas tentang organisasi Subak yang cakupannya sesungguhnya cukup luas, bukan hanya masalah organisasi membagi air, tetapi juga menentukan saat tanam padi, cara-cara menggarap tanah, memelihara padi, cara memanen, sampai pada urusan ritual.. Semua ini bisa terjadi di Bali karena adanya kerjasama diantara para leluhur di Bali dan karena keberadaan air dan Sungai.

Lain di Bali lain pula di Eropa atupun di Jerman. Sungai tidak hanya dipakai sebagai irigasi mengairi ladang persawahan, melainkan dipakai sebagai alat transportasi barang antar kota dan bahkan antar negara. hal ini mungkin sekilas mirip dengan fungsi sungai-sungai besar yang terdapat di daratan kalimantan, sumatra. papua, ataupun sulawesi.

di tahun 2005 yang lalu, pemerintah jerman secara official meresmikan sebuah jembatan air yang  merupakan jembatan air yang terbesar/terpanjang di dunia, dengan panjang 918 meters, di rancang bangun selama 6 tahun dengan biaya sebanyak 500 juta euro.  jembatan ini merupakan salah satu bagian dari proyek re-unifikasi (penyatuan) antara jerman barat dengan jerman timur, untuk memperlancar jalur perdagangan antar kota yang sering menggunakan jalur transportasi sungai (kanal). dan jembatan ini persisnya berlokasi di kota magdeburg (dekat berlin) yang menyeberangin sungai elbe untuk menyambung/mempertemukan dua jalur transportasi sungai yang terpenting di jerman yaitu jalur transportasi kanal Elbe-Havel dan kanal Midland.

Kalau di pelajari lebih detail, idea proyek yang ada di negeri maju, bukanlah semata proyek berjangka pendek 5 tahunan. Namun proyek jangka panjang yang direncanakan dengan berjangka dan tidak memiliki keterikatan siapapun yang menjadi pemimpin pemerintahan. Hal ini sama dengan idea-idea lainnya seperti idea penyatuan negara-negara di eropa untuk bergabung menjadi satu negara European Union, ataupun idea untuk menyatukan mata uang eropa menjadi Euro, idea untuk membuat jembatan air inipun sesungguhnya sudah di kemukakan sejak dulu yaitu persisnya di mulai di tahun 1919, yang kemudian di lanjutkan dengan membangun konstruksinya di tahun 1930. namun karena berbagai hambatan seperti karena perang dunia ke dua di tahun 1942 yang akhirnya membagi negara jerman terbelah menjadi dua, membuat proyek pembuatan jembatan air ini tertunda cukup lama, terlebih karena pemerintah jerman timur di saat jaman perang dingin tidak berkeinginan untuk melanjutkan proyek ini. Namun semenjak ke dua negeri jerman ini bersatu kembali, yang di awali dengan runtuhnya tembok berlin di tahun 1989, akhirnya proyek jembatan ini mulai di angkat kembali di tahun 1997 dan persisnya bisa mulai di aliri air untuk pertama kalinya di bulan october 2003.

Adapun alasan dari pemerintah jerman bersikeras untuk membangun jembatan ini adalah tidak lain untuk memberikan alternatif lain kepada masyarakat ataupun industri dalam menjalankan usahanya, selain tentunya menggunakan transportasi yang sudah ada seperti transportasi darat melalui jalan raya dan kereta api, transportasi lewat sungai juga cukup aman dan nyaman digunakan.

hingga sekarang keberadaan jembatan air ini tidak hanya berfungsi sebagai pendukung usaha, melainkan juga memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah setempat karena jembatan ini merupakan salah satu object wisata yang ramai di kunjungi, khususnya di kunjungi oleh mereka yang tertarik dengan engineering atau wisata engineering.

mengakhiri artikel ini, sepertinya ada satu hal yang patut kita tiru dari cerita sejarah pembuatan jembatan air diatas, yaitu kegigihan serta kesabaran akhirnya membuahkan hasil yang manis dalam mewujudkan impiannya, walaupun dalam perjalanannya menemui berbagai hambatan dan rintangan, namun dengan keyakinan yang tinggi, cita-cita yang semula berawal dari mimpi dan angan-angan akhirnya bisa terwujudkan.

salam waRning,

Harapan dari Eropa

Posted by Adnyana under Who we are

Di penghujung tahun 2008 ini, saya sungguh merasa bahagia  karena mendapatkan kunjungan dari saudara sendiri sesama “pengempon” banjar maya http://kemoning.info ini, yang datang jauh-jauh ke benua eropa ke negeri Jerman untuk melaksanakan tugas kantor menghadiri technical-training. dan yang lebih mengejutkan lagi adalah trainingnya di laksanakan di kota di mana saya berdomisili. sungguh anugrah dari Ida Sang Hyang Widi Wasa kami bisa di pertemukan di negeri orang.  kesempatan ini tidaklah saya sia-siakan untuk meng-entertain kunjungan “turis dari bali” ini, dengan mengunjungi tempat-tempat yang memang menjadi tujuan pavorit anak muda. salah satunya mengunjungi stadion sepak bola Bayer Munchen yang baru, yaitu Allianz Arena, Museum mobil BMW di Munchen dan Museum Mercedez Bens di Stuttgart.

Ketika mengunjungi Stadion Bayer Munchen, kami di buat terkagum-kagum dengan desain arsitektur dari Stadion sepak bola ini. Produk-produk Jerman “made in Germany” biasanya di kenal dengan desain yang sederhana dan tidak memperdulikan seni tetapi memiliki fungsi serta ketahanan yang sangat bagus, sekarang berbalik 180 derajat. negeri Jerman sudah mulai berbenah dan sangat peduli dengan feedback dari customer untuk perbaikannya di kemudian hari. dengan bantuan software-software grafis terkini  (CAD-CAM) membuat hitungan-hitungan matematis yang sangat sulit bisa dengan begitu mudah di terjemahkan menjadi tampilan yang enak di lihat mata. ilmu eksata dan ilmu sosial pun sekarang sudah tidak memiliki jurang pemisah lagi. sebagai contoh terbaru dari perpaduan teknologi dan Seni ini adalah wujud stadion sepak bola Allianz Arena ini, stadion yang digunakan sebagai stadion pembukaan kejuaraan sepak bola dunia Worldcup 2006 lalu, selain memiliki fungsi serta ketahanan yang bagus, juga memiliki desain yang sangat futuristik.  dan sekarang malahan tidak hanya menjadi salah satu trademark dari kota munchen tapi juga menjadi “benchmark” atau acuan dari stadion-stadion sepak bola manca negara bila ingin membangun stadion sepak bola yang baru.

hanya ada satu harapan yang keluar dari lubuk hati ini, yaitu, semoga negeri kita di Indonesia atau di provinsi Bali atau mungkin di kabupaten Klungkung memiliki stadion minimal serupa atau mungkin memiliki fitur-fitur yang melebihi dari apa yang ada di stadion Bayer Munchen Aliianz Arena ini di masa mendatang, semoga.

Lebih lanjut, perjalanan kami lanjutkan mengunjungi Museum mobil BMW (Bayerische Motoren Werke) yang berpusat di kota Munchen bersebelahan dengan Stadion Bayer Munchen yang lama “Olympia Stadium”.  sama seperti halnya museum-museum lainnya, di museum BMW ini di jelaskan sejarah panjang perjalanan perusahan mobil yang berasal dari provinsi Bayern ini, di mulai dari disain mobilnya yang pertama kali di luncurkan hingga disain mobil yang belum di luncurkan di pasaran. Tidak ketinggalan animasi mobil yang di bentuk dari sekumpulan bola-bola logam kecil yang bisa membentuk apa saja seiring irama lantunan musik yang sangat menyentuh jiwa, serta membuat pikiran pengunjung hanyut melayang terkagum-kagum.

Lain di kota Munchen lain di kota Stuttgart, seperti tidak mau kalah dengan Museum BMW, Museum Mercedez Bens di kota Stuttgart pun, juga tidak kalah historik dan futuristik. di museum Merecedez ini juga di tampilkan hasil karya kendaraan bermotor sejak dari yang paling sederhana hingga yang paling mutakhir. perusahan mobil dari stuttgart ini, yang semula sesungguhnya terdiri dari 2 perusahan independen yang berbeda yang akhirnya merger menjadi satu perusahan , yaitu perusahan dari Gotlieb Daimler serta  perusahan dari Karl Benz, merger menjadi satu nama perusahan Daimler-Benz. berkunjung ke museum ini, sungguh mendapatkan banyak pelajaran yang sangat berharga, dimana sebuah hasil karya yang besar dimulai dari perjuangan dan kerja keras , disiplin dan kesabaran serta visi jauh kedepan agar perusahan bisa terus berinovasi.

Semoga perjalanan singkat dua bersaudara dari desa kemoning ini di kota Munchen dan di kota Stuttgart, yang saya bagi serta saya tuangkan dalam bentuk artikel singkat ini bisa menambah motivasi kita semua untuk bisa belajar dari orang-orang ataupun negeri yang sudah maju, belajar dan bekerja tidak kenal lelah serta bisa memiliki visi yang jauh kedepan, untuk kemudian kita terapkan di lingkungan keluarga kecil kita di rumah atau di lingkungan komunitas desa kita di Kemoning klungkung.

akhir kata, selamat menyambut serta merayakan tahun baru 2009, semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa selalu memberikan petunjuk dan melindungi kita semua.

salam waRning,

Pura Batur Kemoning

Posted by harry under Pura di Kemoning

Pura Batur Kemoning terletak di Desa Adat Kemoning, Kecamatan Semarapura Kelod, Kabupaten Klungkung, Bali. Nama Pura yang mirip dengan Nama Pura Tri Kayangan Jagat, Pura Ulundanu Batur di Kabupaten Bangli ini, merupakan Pura yang di “empon / disungsung” oleh sebuah keluarga besar Pekak Made Puji dan Pekak Nyoman Merdana yang terletak di Banjar Kemoning, Desa Adat Kemoning, Klungkung. Pura yang terletak di batas timur desa adat kemoning ini, tepatnya berada di tengah-tengah paru-paru kota Semarapura yang sampai saat ini masih terpelihara suasana alami tegalan yang hijau dan udaranya yang segar.

Berikut gambar -gambar suasana pura Batur Kemoning, di pagi hari setelah piodalan :

Dan gambar berikut, mewakili semua pengempon Pura Batur Kemoning yang larut dalam kegiatan gotong royong yang penuh kekeluargaan dalam menyambut rahinan di Pura Batur Kemoning.

Salam WaRninG!

Putu Harry Suandana Putra

Melihat pemandangan gambar diatas, ada sesuatu yang sedikit berbeda yang saya rasakan di akhir tahun ini bila di bandingkan dengan akhir tahun lalu. tahun 2008 ini saya merasakan hujan salju lebih sering turun menghampiri bumi ini (khususnya di belahan bumi kutub utara), sementara tahun lalu suhu cuaca terasa agak sedikit lebih panas. entah ada atau tidak hubungannya dengan konferensi Global Warming yang di motori oleh badan organisasi dunia PBB yang mendesak negara-negara maju untuk mengurangi emisi gas industrinya dan juga memaksa negara-negara berkembang untuk mengurangi penebangan hutan-hutan trofisnya, akhirnya berbuah manis di akhir tahun ini dimana bumi ini terasa lebih sejuk dibandingkan sebelum adanya konferensi Global Warming yang di selenggarakan di bali di awal tahun 2008 kemaren.

Walaupun demikian, menurut Dinas Meteorologi inggris yang mengeluarkan laporan iklim 2008 ini, mengatakan secara umum tahun 2008 ini masih merupakan salah satu tahun terpanas sejak pencatatan cuaca dilakukan.

14,3 derajat Celcius. Itulah suhu udara rata-rata di bumi sepanjang tahun 2008. Menurut analisa para ahli iklim Inggris, tahun ini menduduki peringkat ke sepuluh tahun terpanas sejak 1850. Yang lebih penting lagi, sepuluh tahun terpanas dalam catatan sejarah itu semuanya ada pada jangka waktu 1997 sampai sekarang. Jadi jelas, saat ini memang sedang berlangsung proses pemanasan bumi.

Tahun terpanas di bumi tercatat tahun 1998 dengan suhu rata-rata 14,5 derajat Celcius. Pergerakan suhu bumi dari tahun ke tahun dalam skala kecil dipengaruhi oleh fenomena cuaca yang bertukar antara gelombang panas dan gelombang dingin. Dalam istilah populer fenomena ini dikenal dengan sebutan gelombang El Nino untuk hawa panas, dan gelombang La Nina untuk hawa dingin.

Penghujung tahun 2008 ada fenomena hawa dingin La Nina. Jadi gejala pemanasan bumi sebenarnya masih teredam oleh fenomena itu. Bahkan 2008 adalah tahun terdingin selama 10 tahun terakhir. Tapi para ahli yakin, fase dingin ini akan segera berakhir. Seperti diungkapkan Peter Stott dari pusat penelitian iklim Hadley di Inggris: “Kemungkinan besar, satu sampai tiga tahun depan bumi makin hangat. Karena tidak ada lagi fenomena La Nina. Jadi suhu rata-rata bisa naik 0,2 persen setiap dekade.”

Memang ada juga peneliti yang skeptis terhadap teori pemanasan bumi. Sebab menurut mereka, tahun 1998 tercatat sebagai tahun terpanas. Setelah itu ternyata suhu udara turun lagi. Dan suhu rata-rata bumi sekarang 0,2 derajat Celcius di bawah suhu tahun 1998. Jadi suhu bumi malah mendingin. Peneliti iklim Phil Jones menerangkan, perkembangan suhu bumi harus dilihat dalam kecenderungan jangka panjangnya.

“Memang tidak selalu suhu udara bumi lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Yang lebih penting adalah mengamati kecenderungan jangka panjang. Membandingkan dekade sekarang dengan dekade-dekade sebelumnya. Tahun 2000 sampai 2008, suhu rata-rata 0,2 derajat celcius lebih tinggi dari periode tahun 90-an. Dari situ saja terlihat, ada pemanasan global yang disebabkan oleh gas rumah kaca di atmosfir.“

Jadi 2008 memang bukan tahun terpanas menurut catatan para ahli. Tapi catatan cuaca menunjukkan dengan jelas adanya kecenderungan pemanasan global.

Bila permasalahan dunia ini kita hubungkan dengan kehidupan pribadi kita , dengan menanyakan kepada diri kita sendiri sebagai seorang individu, apa kira-kira kontribusi yang bisa kita berikan kepada bumi ini agar kecenderungan pemanasan global bisa terus di kurangi secara konsisten di kemudian hari, jawabannya mungkin bisa di mulai dari yang paling kecil dan paling sederhana. yaitu usahakan kurangi bepergian dengan menggunakan kendaraan bermotor, bila di rasa tidak terlalu mendesak sekali atau tidak penting sekali, sebaiknya memang lebih baik berdiam diri di rumah dan jangan menggunakan kendaraan bermotor, pun demikian dengan pemakaian lampu di rumah, kalau dirasa sudah terang sebaiknya lampu rumahnya di matikan, dan lain sebagainya.

salam waRning,

Perda Tinggi Bangunan di Bali

Posted by Adnyana under Ajeg Bali

Pemandangan diatas menunjukkan bagaimana bentuk arsitektur dari salah satu kota di Jerman, yaitu Frankfurt. sebuah kota yang cukup international karena di diami oleh penduduk dari berbagai ras dari berbagai negara. Sama seperti kota metropolitan di belahan dunia lainnya, berdirinya gedung-gedung pencakar langit tidaklah bisa di hindari walaupun sesungguhnya pemerintah Jerman termasuk cukup ketat dalam memberlakukan undang-undang tata letak kota serta tinggi bangunannya, salah satunya yang terkenal adalah tinggi bangunan tidak boleh melebihi tinggi tower lonceng gereja.

dengan semakin meningkatnya permintaan akan ruang perkantoran, apartement, ataupun tempat tinggal yang terintegrasi dengan pusat perbelanjaan, akhirnya pemerintah jerman mengijinkan untuk kota-kota ukuran besar seperti frankfurt, berlin, munchen, hamburg, pendirian gedung pencakar langitpun di ijinkan dengan harapan agar jangan sampai kompleks perkotaan meluas tanpa kendali yang akhirnya akan mengurangi luas lahan pertanian masyarakat serta hutan kota yng berfungsi sebagai paru-paru kota. Namun demikian untuk ukuran kota-kota kecil lainnya, undang-undang tinggi bangunan yang tidak boleh melebihi tinggi tower lonceng gereja masih tetaplah di berlakukan.

Sekilas, undang-undang kompromi diatas cukup bijaksana dalam menghadapi setiap perubahan jaman yang selalu berubah dari waktu ke waktu, sehingga kalau di lihat dari sisi planologi tata kota, sisi lingkungan hidup, budaya lokal, semuanya bisa berjalan beriringan tanpa ada yang merasa di langkahi satu sama lainnya.

menghubungkannya dengan issue yang terjadi di provinsi bali saat ini, tentang keinginan dari bapak gubernur bali Made Mangku Pastika untuk merevisi peraturan daerah tinggi bangunan yang ada di bali yang awalnya di buat tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa (15 m).
Adapun peraturan Tinggi bangunan di Bali yang tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa (atau 15 meter), di buat oleh para pinih sepuh di Bali jaman dulu sebagai response dari di bangunnya hotel Bali Beach di Sanur, dan diharapkan di kemudian hari tidak ada lagi hotel-hotel dengan bangunan yang menjulang tinggi yang melebihi tinggi pohon kelapa, untuk menjaga taksu kesucian Bali.

Kalau di amati secara arif dan bijaksana, sesungguhnya setiap peraturan pastilah memiliki sisi positif ataupun negatifnya, apalagi menghubungkannya dengan tuntutan jaman yang terus berubah dari waktu ke waktu, oleh karenanya, keinginan Bapak Gubernur Bali, Mangku Pastika, untuk merevisinya mendapatkan reaksi pro dan kontra.

sisi positif dari perda bali ini, adalah seperti yang di ungkapkan oleh salah satu wakil rakyat DPRD bali bapak Arjaya, perda ini sesungguhnya tidak hanya berfungsi menjaga kelestarian arsitektur bali melainkan juga berfungsi sebagai “benteng” untuk melindungi budaya bali ataupun agama hindunya. Saya kira semua komponen masyarakat Bali sepakat dengan argument bapak Arjaya ini.

Namun bila di lihat dari terus meningkatnya jumlah pertambahan penduduk di bali , baik karena populasi warga balinya sendiri yang terus meningkat, juga di sebabkan karena terus meningkatnya jumlah pendatang luar ke bali untuk menetap dan mencari pekerjaan, mau tidak mau permintaan akan tempat tinggal perumahan akan teruslah meningkat. bila mengacu kepada perda tinggi bangunan di bali saat ini yaitu setinggi pohon kelapa, permintaan ini hanyalah bisa di jawab dengan membuat kompleks perumahan yang terus melebar ke samping, yang tentunya akan memakan lahan persawahan produktif di bali. dimana semua ini akan bermuara kepermasalahan semakin berkurangnya jumlah petani bali dan yang lebih berat lagi adalah akan menghilangnya pura subak (pura ulun suwi). hal ini tentulah akan menjadi dampak negatif dari perda bangunan setinggi pohon kelapa tersebut. karena bila perda ini sama sekali tidak boleh di revisi, ada kecenderungan generasi baru yang terlahir di kota denpasar akan tidak mengenal sawah lagi ataupun tidak mengenal pura subak lagi (yaitu sebuah Pura yang berdiri di tengah sawah sebagai tempat untuk bersembahyang memuja Tuhan dengan manifestasinya Dewi Sri sebagai dewi kesuburan) .

Sawah dan Subak

Masyarakat Bali yang terlahir saat ini, suatu saat nanti tidak akan lagi mengenal istilah SUbak yang cakupannya cuku luas, bukan cuma masalah organisasi membagi air, tetapi juga menentukan saat tanam padi, cara-cara menggarap tanah, memelihara padi, cara memanen, sampai pada urusan ritual..

Organisasi membagi air dalam Subak memunculkan istilah telabah, telajakan, temuku. Cara menghitung besaran pembagian air pun sangat rinci. Menentukan saat tanam menimbulkan istilah seperti kertha masa dan tangluk merana, kapan harus mulai menanam padi dan kapan batas akhir menanam. Ini penting karena menyangkut hama, selain berkaitan dengan musim. Kalau menanam tidak serentak, mengusir hama jadi sulit.

Cara menggarap sawah menimbulkan sekaa (kelompok) yang unik. Ada sekaa makal (menggemburkan tanah), sekaa melasah (meratakan tanah yang sudah gembur), ada sekaa munduk (membuat pematang). Memelihara padi memunculkan sekaa ngabut bulih (mencabut benih), sekaa nandur (menanam), sekaa mabulung (membersihkan rumput di sela padi). Setelah panen muncul sekaa manyi (memanen), sekaa makajang (mengangkut padi dari sawah). Semua tahapan kerja ini memunculkan istilah yang unik. Untuk menghitung jumlah padi, misalnya, dari terkecil sampai terbesar adalah pejangan (segenggam tangan), tatap (dua pejangan), cekel (tiga tatap), tenah (tiga cekel) dan seterusnya.

Kembali ke permasalahan Perda Tinggi Bangunan di Bali, saya kira para pemimpin bali yang sedang menjabat saat ini beserta para pinih sepuh di bali haruslah terus berembug untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk pembangunan di bali sehingga bisa terus berjalan beriringan dengan perubahan jaman ini. apakah pembangunan terus di pusatkan di bali selatan (di denpasar), atau mungkin mulai memikirkan untuk “mendistribusikan” pembangunannya ke daerah bali lainnya seperti ke arah utara di kabupaten buleleng, atau ke arah timur di kabupaten karangasem, atau ke arah barat di kabupaten jembrana.

sebagai contoh: memindahkan lokasi bandara internasional ngurah rai ke kabupaten buleleng, atau ke jembrana, atau ke karangasem, mungkin akan bisa membantu meringankan beban kependudukan serta permintaan akan tempat tinggal di kota denpasar. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah relakah para praktisi pariwisata di bali selatan bila airportnya di pindahkan ke kabupaten lainnya di bali.

Menurut tokoh masyarakat Bali lainnya, memindahkan airpot dari kabupaten Badung ke kabupaten lainnya di Bali, bukanlah merupakan solusi dari permasalahan pemerataan penduduk ataupun permasalahan tinggi bangunan di Bali, melainkan akan memunculkan permasalahan baru di kabupaten di Bali lainnya, yaitu jumlah kawasan hijau ataupun ataupun keberadaan Sawah akan semakin berkurang luasnya.

Sebagai penutup dari artikel ini dan setelah membaca analisa di atas, permasalahan di jaman sekarang di Bali, sungguhlah sangat kompleks dan dilematis, semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa selalu memberikan petunjuk kepada kita semua, sehingga Budaya Bali ataupun agama Hindunya tetap ajeg di Bali.

salam waRning,