kemoning.info

Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan Desa Adat Kemoning

Rosenmontag yang berasal dari kata “Roose” dan “Montag” artinya Hari “Green Monday”, yang merupakan perayaan Karnival terbesar yang ada di Jerman yang di selenggarakan setiap tahun. biasanya hari ini di gunakan sebagai pertanda berakhirnya musim dingin dan memasukinya musim Semi. Dan untuk tahun ini akan berlangsung pada hari senen 15 Februari 2010. Karnival ini berlangsung di negara tidak hanya di Jerman melainkan di negara-negara yang berbahasa Jerman seperti di Swiss dan Austria. di Jerman sendiri Festival ini di pusatkan di daerah Rhineland yaitu daerah yang di lalui oleh sungai Rhein seperti Mainz, Dusseldorf, Köln, dan Aachen, yang dulunya merupakan daerah pendudukan Katolik Romawi. yang mana perayaan karnival ini di persembahkan oleh pemerintahan romawi kepada para buruh yang mendiami daerah sepanjang sungai Rhein sebagai hari pesta rakyat.

perayaan Karnival seperti di Köln dan Dusseldorf benar-benar mencuri perhatian masyarakat tidak hanya dari kota tetangga tetapi juga mengundang perhatian masyarakat dari negara tetangga seperti belanda, belgia dan perancis untuk datang berduyun-duyun menonton karnival ini yang cukup membantu pemerintah kota setempat untuk mendapatkan turis musiman. yang unik dari karnival ini, tidak saja peserta karnival yang berpakaian warna-warni tetapi juga para pengunjung atau penonton juga berpakaian seperti peserta karnival, jadi serasa sulit untuk membedakan yang mana peserta karnival sesungguhnya dan yang mana merupakan penonton. Perayaan Karnival ini selain memberikan pendapatan tambahan bagi kota penyelenggara dan masyarakatnya, juga memberikan keunikan tersendiri bagi kotanya.

Hari Rosenmontag ini tidaklah merupakan hari libur nasional, tapi anak-anak sekolahan di biarkan libur sedangkan lingkungan perkantoran tetaplah buka seperti biasa tapi boleh tidak masuk (alias fakultative). Meniru keberhasilan kota Köln, Dusseldorf, Mainz, Aachen dengan karnival Rosenmontagnya, kota-kota lainya di Jerman, juga tidak mau kalah untuk turut serta  bisa mengundang wisatawan domestik ataupun manca negara untuk mengunjungi kotanya, seperti Frankfurt juga menyelenggarakan Parade Budaya di setiap bulan Juni yang juga belakangan ini terkenal sebagai “trademark” dari kota itu untuk mengumpulkan masyarakatnya untuk tumpah ruah ke jalan berbaur dengan para wisatawan. Kota lainnya yang ada di Jerman seperti kota berlin, Stuttgart, Munchen, dll juga melakukan hal serupa di setiap hari terpenting milik kota tersebut. Bahkan perayaan di kota Munchen sendiri sekarang di kenal hingga ke manca negara dengan “Oktoberfest”, dimana tradisi Pesta rakyat di Munchen ini yang di dominasi dengan penjualan minuman bir asli provinsi Bayer di selenggarakan sebulan suntuk, ibarat kota Las Vegas yang tidak kenal matinya siang dan malam.

Festival dan Karnival di Kabupaten Klungkung

Menghubungkan cerita diatas dengan peristiwa di tanah air, di Bali kita mengenal istilah Pesta Kesenian Bali yang di selenggarakan setiap bulan juni-juli selama sebulan penuh yang juga merupakan trademark dari provinsi bali untuk mengundang wisatawan untuk datang berduyun-duyun ke bali. disamping tradisi Pesta Kesenian Bali, saat ini juga mulai bertumbuhan karnival-karnival lainnya didaerah kabupaten seperti di jermbrana, Buleleng, di Sanur yang dikenal dengan Sanur Village Festival, di Kuta yang di kenal dengan Kuta Festival, dan lain-lain. di setiap sehari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi masyarakat Hindu Bali secara serempak juga menyelenggarakan Festival yang di barengi dengan perlombaan seni Ogoh-Ogoh yang turut membantu menciptakan ciri khas dan keunikan dari Bali dan masyarakatnya itu sendiri.

Sama halnya dengan festival Ogoh-Ogoh, di kabupaten Klungkung (kalau tidak salah) juga diadakan festival dan karnival di setiap perayaan 17 Agustusan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Namun sayang gaung promosinya kurang begitu terdengar hingga ke wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang datang berkunjung ke bali, ntah mungkin karena di saat yang sama di kota lainnya juga terdapat perayaan yang sama, tapi alangkah baiknya bila festival dan karnival ini di selenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Puputan Klungkung di setiap 28 April setiap tahunnya, sehingga disamping memiliki keunikan tersendiri juga pesan Puputan Klungkung bisa terus di sampaikan kepada masyarakat.

Tradisi bersejarah dan unik yang dirayakan dan di kemas melalui karnival sepertinya patut untuk kita lestarikan, meniru perayaaan karnival-karnival klasik dari negeri Jerman, sehingga kita bisa terus berbagi cerita dan nilai sejarah kepada anak cucu kita dengan mengajaknya menonton karnival dan mengajaknya untuk menapak tilasi perjuangan-perjuangan para leluhur kita pada puputan Klungkung 28 april 1908 , sehingga membuat kita bisa berbangga menjadi warga klungkung. dan yang terpenting lagi adalah pemerintah daerah (pemda) Klungkung bahu membahu bersama dengan masyarakatnya  membantu menggerakkan roda perekonomian daerah kabupaten klungkung dengan menyelenggarakan pesta rakyat yang unik yang bisa mengundang wisatawan untuk datang berduyun-duyun berkunjung ke kabupaten Klungkung. semoga.

Kembali ke Rosenmontag, semenjak 1823, Rosenmontag memiliki Moto (thema) yang berbeda-beda dari tahun ke tahun. Sementara di negeri maju berusaha untuk melestarikan tradisi budaya mereka yang di wariskan secara turun temurun, lain lagi di negeri kita malah sebaliknya, yaitu semakin banyaknya peraturan daerah yang baru di buat yang melarang (membatasi) pelestarian perayaan tradisi rakyat, sebagai contoh seperti yang terjadi belakangan ini di beberapa kabupaten di Bali yang mengeluarkan larangan untuk tidak merayakan festival Ogoh-Ogoh sehari sebelum perayaan Nyepi dengan alasan keamanan dan ke kidhmatan perayaannya Nyepi.

  • 1823 Thronbesteigung des Helden Carneval
  • 1824 Besuch der Prinzessin Venetia beim Helden Carneval
  • 1825 Der Sieg der Freude
  • 1826 Fahrt nach dem Monde
  • 1827 Die Prüfung
  • 1828 Alte und neue Zeit
  • 1829 Der große Narrentag
  • 1830 (kein Zug: Regierungsverbot)
  • 1831 Hanswursts Wiedergeburt
  • 1832 Die Kölner Messe des Jahres 1832
  • 1833 kein Zug
  • 1834 Das Orakel
  • 1835 Der Kölner Karnevals-Sprudel
  • 1836 Der Stein der Weisen
  • 1837 Carneval der Jahre Bezwinger
  • 1838 Hanswurst läßt sich erbauen ein Monument
  • 1839 Aller-Welt-Aktien-Börse
  • 1840 Das Turnier
  • 1841 Der gordische Knoten und seine Lösung
  • 1842 Die ächt kölnische olympischen Spiele
  • 1843 Die Köllsche Huhschull (Die kölnische Hochschule)
  • 1844 2 Züge: Die Großjährigkeit des Hanswurstes als Stellvertreter des Helden Carneval (Große KG) (Montag)
    Hanswurst als Emanzipierter (Allgemeine KG) (Dienstag)
  • 1845 2 Züge: Der Conkurs-Congreß aller Vereine (Große KG)
    Hanswurstliche Kirmes (Allgemeine KG)
  • 1846 Die hanswurstliche Colonie an der Weinküste
  • 1847 Jubelfeier der 25jährigen Thronbesteigung des Helden Carneval
  • 1848 Das tag- und nachtvolle, das heißt gescholtene oder Schaltjahr 1848
  • 1849 Die Reise nach Californien
  • 1850 Narren-Reichstag
  • 1851 (kein Zug: Preußische Zensur)
  • 1852 Ich hab‘s gewagt (Kappenfahrt)
  • 1853 Zug ohne Motto
  • 1854 Hanswurstliche Industrie Ausstellung
  • 1855 Zug ohne Motto („ein aus dem täglichen Leben genommenes witzreiches Allerlei“)
  • 1856 (kein Zug)
  • 1857 (kein Zug)
  • 1858 Train de Plaisier
  • 1859 Napoleon und seine Franzosen
  • 1860 Carnevals-Congreß von 1860
  • 1861 (kein Zug: Landestrauer um König Friedrich Wilhelm IV.)
  • 1862 Narren-Landtag I
  • 1863 Narren-Landtag II
  • 1864 Maskenzug, aber ohne Thema
  • 1865 Strauß bunter Ideen
  • 1866 Hanswurstliche Industrie-Ausstellung
  • 1867 Prinzessin Venetia beim Helden Karneval (wegen Regen Zug auf Karnevalsdienstag verlegt)
  • 1868 (kein Zug wegen Unwetters)
  • 1869 Verherrlichung des Weinjahres 1868
  • 1870 Die Eröffnung des Suezkanals
  • 1871 (kein Zug wg. deutsch-französischem Krieg)
  • 1872 Kein Motto
  • 1873 Die Jubelfeier der Reform von 1823 (Schnee behindert den Zug)
  • 1874 Närrische Universität
  • 1875 Närrische Lebensversicherungsanstalt
  • 1876 Ohne Motto (Internationale Gartenbau-Ausstellung 1875)
  • 1877 Festspiel der Nibelungen
  • 1878 König Wein
  • 1879 Einzug der Prinzessin Isabella 1235
  • 1880 Bunter Blumenstrauß
  • 1881 Musik aus allen Ländern (kein Zug: Starkes Schneetreiben)
  • 1882 Jan und Griet
  • 1883 Thema unbekannt
    2 Züge: Große K.G; Große Kölner am Karnevalsdienstag
  • 1884 Das Weinjahr 1883 (Vorverlegung auf Karnevalssonntag)
  • 1885 Held Carneval als Kolonisator
  • 1886 Die vier Jahreszeiten
  • 1887 Die größten Volksfeste der bedeutendsten Culturvölker (Zug bereits am Sonntag wg. Reichstagswahl)
  • 1888 Köln in alter und neuer Zeit
  • 1889 Die Künste huldigen dem Prinzen Karneval
  • 1890 Italien, Land der Sonne, huldigt dem Prinzen Karneval Zug ohne Musik wegen Tod der Kaiserwitwe Augusta
  • 1891 Närrische Ausstellung
  • 1892 Köln als Seehafen
  • 1893 Heimkehr des Prinzen Karneval aus dem Reich der Sagen und Märchen
  • 1894 Concurrenz aller Feste der Welt mit dem Kölner Carneval
  • 1895 Hervorragende Leistungen großer Männer, Dichter und Componisten
  • 1896 Zeitung – Neueste Nachrichten
  • 1897 Die Griesgramschlacht
  • 1898 Bunte Reihe Kölner Themen
  • 1899 Flüsse und Ströme als Gast bei Vater Rhein
  • 1900 Zwei Jahrtausende rheinischen Lebens
  • 1901 Was uns das neue Jahrhundert bringt
  • 1902 Schiller und Goethe auf dem Carneval zu Köln
  • 1903 Lebende Lieder
  • 1904 Des Prinzen Rheinfahrt bei seiner Heimkehr aus dem Süden
  • 1905 Eine Blütenlese aus dem Kölner Adressbuch
  • 1906 Das Prunkmahl des Prinzen Karneval
  • 1907 Bilder aus dem Kölner Leben
  • 1908 Bilder aus dem Kölner Leben
  • 1909 Die verkehrte Welt
  • 1910 Aus aller Welt
  • 1911 Verkörperte Zitate
  • 1912 Deutsche Städte huldigen der Colonia und dem Prinzen Karneval
  • 1913 Sang und Klang im Karneval
  • 1914 Weltausstellung in Köln
  • 1915 (kein Zug: Erster Weltkrieg)
  • 1916 (kein Zug)
  • 1917 (kein Zug)
  • 1918 (kein Zug)
  • 1919 (kein Zug: britische Besatzung untersagte Karnevalsumzüge (bis 1926))
  • 1920 (kein Zug)
  • 1921 (kein Zug)
  • 1922 (kein Zug)
  • 1923 (kein Zug)
  • 1924 (kein Zug)
  • 1925 (kein Zug)
  • 1926 (kein Zug)
  • 1927 Aus der Neuen Zeit (Bunte Kappenfahrt)
  • 1928 Die Pressa im Spiegel des Kölner Karnevals
  • 1929 Ab- und Aufbau im Spiegel des Kölner Karnevals
  • 1930 Die Welt im Jahre 2000
  • 1931 (kein Zug wg Weltwirtschaftskrise)
  • 1932 (kein Zug wg. Weltwirtschaftskrise)
  • 1933 Karneval wie einst
  • 1934 Kölner Bilder
  • 1935 Prinz Karneval filmt
  • 1936 Alt Kölle läv en Spröch un Zitate
  • 1937 Märchen und Sagen aus aller Welt
  • 1938 Die Welt im Narrenspiegel
  • 1939 Singendes, klingendes, lachendes Köln
  • 1940 (kein Zug wg. Zweitem Weltkrieg)
  • 1941 (kein Zug)
  • 1942 (kein Zug)
  • 1943 (kein Zug)
  • 1944 (kein Zug)
  • 1945 (kein Zug)
  • 1946 (kein Zug)
  • 1947 (kein Zug)
  • 1948 (kein Zug)
  • 1949 – „Mer sin widder do un dunn wat mer künne!“
  • 1950 – „Kölle, wie et es un wor, zick 1900 Johr“
  • 1951 – „Kölle en Dur un Moll“
  • 1952 – „Kölsche Krätzger“
  • 1953 – „Kölsch Thiater“
  • 1954 – „Dat löstige Patentamp Kölle“
  • 1955 – „Lachende Sterne über Köln“
  • 1956 – „Spaß an der Freud“
  • 1957 – „Laßt Blumen sprechen“
  • 1958 – „Mer jöcken öm de Welt“
  • 1959 – „Schlagerparodie 1959“
  • 1960 – „Jedem Dierche sie Pläsierche!“
  • 1961 – „Meer Weetschaffswunderkinder“
  • 1962 – „Wat et nit all gitt“
  • 1963 – „Köln läßt grüßen kunterbunt Presse, Fernsehen und Funk“
  • 1964 – „Kölsch Panoptikum“
  • 1965 – „Olympiade der Freude“
  • 1966 – „Kaum zu glauben“
  • 1967 – „Dat Klockespill vum Rothuusturm“
  • 1968 – „Märchen und Wunder unserer Zeit“
  • 1969 – „Köln serviert internationale Speisen a la carte“
  • 1970 – „Rosen, Tulpen und Narzissen, das Leben könnte so schön sein“
  • 1971 – „Hexenküche der Werbesprüche“
  • 1972 – „Wir sind alle kleine Sünderlein“
  • 1973 – „Fastelovend wie hä es un wor, zick 150 Johr“
  • 1974 – „Zustände wie im alten Rom“
  • 1975 – „Seid umschlungen Millionen“
  • 1976 – „Sang und Klang mit Willi Ostermann“
  • 1977 – „Mer losse de Pöppcher danze“
  • 1978 – „Flohmarkt Colonia“
  • 1979 – „Kölsche in aller Welt“
  • 1980 – „Mer losse d’r Dom verzälle“
  • 1981 – „Circus Colonia“
  • 1982 – „Karneval der Schlagzeilen – Närrische Nachrichten“
  • 1983 – „Es war einmal… Kölner Karneval wie ein Märchen“
  • 1984 – „Hits us Kölle un us aller Welt“
  • 1985 – „Ene Besuch em Zoo – Met jroße un met kleine Diere“
  • 1986 – „Fastelovend der Rekorde“
  • 1987 – „Janz Kölle dräump – un jede Jeck dräump anders“
  • 1988 – „Kölle Alaaf – COLONIA FEIERT FESTE“
  • 1989 – „Wir machen Musik – Met vill Harmonie“
  • 1990 – „Hereinspaziert, hereinspaziert – Zur größten Schau der Welt“
  • 1991 – „Kinema Colonia“ (kein offizieller Rosenmontagszug in diesem Jahr wegen Golfkrieg)
  • 1992 – „Et kütt wie et kütt“
  • 1993 – „Sinfonie in Doll“
  • 1994 – „Hokuspokus – kölsche Zauberei“
  • 1995 – „Colonia ruft die Narren aller Länder“
  • 1996 – „Typisch Kölsch“
  • 1997 – „Nix bliev wie et es – aber wir werden das Kind schon schaukeln“
  • 1998 – „Fastelovend und Dom im Jubiläumsfieber“
  • 1999 – „999 Jahre – Das waren Zeiten“
  • 2000 – „Kölle loß jon, ins neue Jahrtausend”“
  • 2001 – „Köln kann sich mit allen Messen“
  • 2002 – „Janz Kölle es e Poppespill“
  • 2003 – „Klaaf und Tratsch – auf kölsche Art“
  • 2004 – „Laach doch ens, et weed widder wäde!“
  • 2005 – „Kölle un die Pänz us aller Welt“
  • 2006 – „E Fastelovendsfoßballspill“
  • 2007 – „Mir all sin Kölle!“
  • 2008 – „Jeschenke för Kölle – uns Kulturkamelle“
  • 2009 – „Unser Fastelovend - himmlisch jeck“
  • 2010 - „In Kölle jebützt“

References: http://de.wikipedia.org/wiki/K%C3%B6lner_Rosenmontagszug

Sumber Foto-Foto diatas: diambil dari internet (terima kasih).

Add A Comment