kemoning.info

Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan Desa Adat Kemoning

Bangunan diatas memang sangat berkesan bagi sebagian besar masyarakat Klungkung, baik itu yang merupakan generasi sekarang maupun generasi jaman dulu. Masyarakat Klungkung generasi sekarang mengenali gedung diatas sebagai sebuah gedung Museum Semarajaya, dimana didalamnya di simpan pusaka bersejarah milik kerajaan Klungkung dijaman dulu yang merupakan saksi bisu yang bisa menjelaskan kebesaran kerajaan Bali jaman dulu yang berpusat di Swecapura dan di Semarapura.

Sementara masyarakat Klungkung masa kini mengenalinya sebagai Museum Semarajaya, lain halnya dengan masyarakat Klungkung jaman dulu, dimana gedung diatas merupakan gedung sekolah lanjutan di jaman belanda dan merupakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Klungkung ketika generasi saya masih duduk di bangku sekolah SMP di tahun 1985 hingga 1988, hingga akhirnya pemerintah daerah Klungkung merekonstruksi fungsi dari keberadaan gedung diatas menjadi gedung Museum Semarajaya dan menjadi bagian dari object wisata yang terintegrasi dengan Taman Gili Kertagosa serta Pemedal Agung yang terletak di sebelahnya.

Bila melihat gedung diatas selalu terbesit bayangan ketika pernah sekolah didalamnya, yang memunculkan harapan agar suatu saat nanti bisa “mengulangi” masa-masa indah ketika sekolah dimasa remaja dan bisa bertemu kembali dengan teman-teman seangkatan ketika sekolah dikala itu lewat acara reuni. Kata “reuni” belakangan ini memang sering di dengar dan menjadi kata yang begitu populer berkat adanya website jejaring pertemanan sosial yang bernama facebook, sehingga membuat kata reuni menjadi trend saat ini dan menambah musim yang terdapat di tanah air, yaitu tidak hanya musim kemarau dan musim hujan, melainkan bertambah satu lagi menjadi “musim reuni”. Dan ini semua terjadi berkat adanya atau berkat populernya facebook dikalangan semua generasi muda dan tua.

Website jejaring Facebook yang di ciptakan oleh anak pinter nan berbakat yang masih berumur 25 tahun, yang bernama Mark Zuckerberg, selain bermanfaat untuk menambah jumlah kenalan baru di dunia maya, facebook juga bermanfaat untuk berhubungan kembali dengan teman-teman yang sudah lama tidak pernah kita jumpai. Berkat facebook pula teman-teman SMP 1 Klungkung khususnya angkatan 85 mulai terhubungkan kembali. Rasa gembira dan kangen bercampur menjadi satu ketika melihat wajah teman-teman masa sekolah ketika SMP. Rasa rindupun cukup terobati walaupun hanya dengan melihat mereka dari foto-foto.

Menggunakan momentum 25 tahun pertemanan sejak angkatan ini mulai masuk SMP 1 Klungkung di tahun 1985 dan mulai kenal satu dengan yang lainnya, akhirnya kami semua sepakat untuk mengadakan “reuni perak” tidak hanya sebatas melakukan temu kangen antar sesama teman SMP 1 Klungkung angkatan 85, tetapi juga akan melakukan temu muka dengan para guru pengajar SMP yang mengajar kami dulu. Dan reuni ini pun di sepakati akan di laksanakan di sekolah SMP 1 Klungkung pada tanggal 31 July 2010 yang bertepatan dengan hari ulang tahun SMP 1 Klungkung.

Dalam rangka mewujudkan reuni ini, salah satu teman kami Cuncun Junaidi Kusuma bersama Made Wardana berinisiatif memprakarsai pertemuan pertama untuk menyamakan pendapat, disalah satu rumah makan di denpasar pada hari minggu tanggal 24 Januari 2010.  Terlihat dari pertemuan pertama ini, penampilan teman-teman SMP memang tidak banyak yang berubah (kecuali badan mereka yang sudah mulai subur dan terawat). Melepaskan “baju” profesi yang mereka tekuni saat ini, hampir setiap individu mencoba memulai diskusi dengan topik-topik ringan sembari mengingat-ingat nama-nama teman seangkatan kami yang lainnya.

Dari sekian banyak profesi yang ditekuni teman-teman SMP saat ini, seperti menjadi dokter spesialis, dokter umum, komputer programmer, karyawan Bank, pariwisata, wiraswasta (usaha sendiri), hinga PNS pegawai negeri sipil, topik diskusi dari teman-teman SMP ini tidaklah seputar pekerjaan masing-masing yang di gelutinya sekarang ini, melainkan mendiskusikan teman-teman kami yang memiliki prestasi ketika kami masih duduk di bangku sekolah SMP 1 Klungkung dulu. Seperti Fery Suryawan, Wiwik Suryanto, Christin Tjandrawati, Ida Bagus Mahendra, yang kala itu terus beredar menjadi juara umum (juara paralel antar kelas).

Fery Surayawan, Wiwik Suryanto dan Christin Tjandrawati, bahkan sempat mengharumkan nama sekolah SMP 1 Klungkung menjadi juara cerdas tangkas P4 mewakili kabupaten Klungkung. Wiwik Suryanto bahkan menjadi Siswa Teladan terbaik yang berprestasi tidak hanya mewakili kabupaten Klungkung, tetapi juga mewakili Povinsi Bali ketingkat nasional.

Tidak hanya seputar prestasi akademik yang dimiliki oleh teman-teman SMP 1 Klungkung angkatan 85 ini, dalam hal kegiatan extra kurikuler seperti kegiatan Pramuka, teman-teman angkatan 85 ini, juga memiliki prestasi yang cukup kita banggakan. Group pramuka pria yang bernama regu Elang dan group pramuka wanita yang bernama regu Mawar, selain mengharumkan sama sekolah SMP 1 Klungkung, group pramuka ini juga ikut mengharumkan nama kabupaten Klungkung dalam ajang perlombaan pramuka tingkat provinsi Bali yang berlangsung di Blahkiuh tahun 1987. Saat itu regu Elang dan regu Mawar memang tidak bisa memenangkan Lomba Tingka Pramuka ini di tingkat provinsi sebagai syarat agar bisa melaju ke tingkat selanjutnya di tingkat nasional, karena kami di kalahkan oleh wakil dari kabupaten Buleleng, namun demikian kami cukup berbesar hati untuk menjadi juara 2. Dan yang lebih membanggakan kami adalah ketika lomba cerdas tangkas akademik yang merupakan bagian dari sekian banyak perlombaan dalam lomba tingkat pramuka ini, regu elang dan regu mawar lah yang menjadi juaranya, dimana regu elang diwakili oleh wiwik suryanto, putu adi parnama, wayan sarjana. Sementara regu mawar di waikili oleh Dewa Ayu Astari, dan kawan-kawan.

Kembali ke topik reuni, menindak lanjuti pertemuan yang pertama yang berlangsung pada hari minggu tanggal 24 januari 2010, Made Wardana bersama Wayan Sarjana berinisiatif menemui kepala sekolah SMP 1 Klungkung, yaitu bapak Drs. I Gusti Ketut Suwela, yang pada saat kami sekolah dulu di tahun 1985 masih mengajar mata pelajaran Aljabar. Pak gusti ketut suwela menyampaikan rasa bahagianya akan kunjungan wakil angkatan 85 yang masih ingat akan almamaternya (sekolah SMP 1 Klungkung), dan pihak sekolah akan berusaha kooperatif mendukung terwujudnya reuni ini.

Pada kesempatan itu, pak gusti ketut suwela juga sempat “curhat” tentang kondisi sekolah SMP 1 Klungkung yang sekarang ini serba jauh dari kondisi standard. Lab komputer yang menjadi pusat pelatihan komputer bagi anak didik siswa SMP 1 Klungkung, katanya komputernya sering ngadat dan error.  Seperti kebanyakan laboratorium dari sekolah yang ada di tanah air, para siswa bukannya melakukan praktek dan penelitian step by step seperti apa yang tertulis atau di jabarkan dalam modul yang harus di kerjakan, melainkan siswa lebih banyak menghabisakan waktunya melakukan penelitian (ngoprek memperbaiki) terhadap alat praga yang jauh dari standard (alias rusak) yang semestinya digunakan untuk meneliti percobaan tersebut. Namun demikian, dengan segala keterbatasan dari fasilitas yang ada  tersebut, disikapi oleh para pengajar SMP 1 Klungkung beserta para siswanya untuk selalu belajar dengan lebih kreatif tanpa pernah merasa mengeluh, seperti meniru kata pepatah: “a pessimist sees the difficulty in every opportunity. An optimist sees the opportunity in every difficulty“.

Berbekal dari laporan diskusi hasil kunjungan wakil alumni angkatan 85 ketika berkunjung ke SMP 1 Klungkung tanggal 4 Februari , kemudian pertemuan kedua yang sudah di sepakati pada hari minggu tanggal 7 februari 2010 dilaksanakan dengan tujuan untuk mencarikan format solusi permasalahan SMP 1 Klungkung sekaligus membahas kelanjutan persiapan reuni. Pertemuan yang berlangsung di Kusamba dirumah putu adi parnama, yang menjadi sponsor selain atas nama pribadi juga mewakili teman-teman kelas D lainnya, yaitu kelas dimana Parnama dulu berasal. Pada pertemuan ini selain terbentuk hasil yang lebih konkret, seperti diputuskannya struktur kepanitiaan umum serta kepanitiaan yang mewakili kelas masing-masing (mulai dari kelas A hingga kelas F), juga menghasilkan kesepakatan yang lain seperti program kerja jangka pendek dan program kerja jangka panjang. Yang mana diharapkan pertemanan kembali ini tidak hanya terhenti pada sebatas reuni yang akan diadakan tanggal 31 Juli 2010, tapi juga di harapkan bisa membentuk semacam perkumpulan resmi yang bisa menjadi partner dari sekolah SMP 1 Klungkung.

Lebih lanjut dalam reuni nanti, selain bisa melakukan temu kangen antar sesama teman seangkatan 85, juga diharapkan bisa terjadi interaksi antara teman angkatan 85 dengan para guru yang pernah mengajar saat itu dan para guru yang mengajar saat ini. Pada reuni nanti, teman-teman juga sepakat untuk berusaha menyumbangkan , minimal, 1 perangkat komputer PC untuk mendukung kegiatan belajar komputer di sekolah SMP 1 Klungkung. Komputer PC yang di sumbangkan akan di usahakan tanpa di lengkapi operating system. Hal ini di harapkan agar para siswa SMP 1 Klungkung yang saat ini sedang menuntut ilmu, bisa lebih kreatif dan belajar menginstall operating system  yang berbasis open source.  Bila mengalami kesulitan akan instalasi software operating system dan software aplikasi lainnya yang berbasis open source, pihak sekolah  selanjutnya diharapkan bisa bekerja sama dengan departement pendidikan klungkung yang memang saat ini juga sedang menggalakan FOSS (Free Open Source Software).

Selain menghasilkan kesepakatan diatas, pada reuni nanti juga akan di isi acara formal sambutan resmi dari wakil angkatan 85, sambutan resmi dari kepala sekolah SMP 1 Klungkung, sambutan resmi dari wakil guru yang mengajar saat itu. Disamping acara formal, acara reuni juga akan di isi dengan acara hiburan yang akan melibatkan adik-adik siswa SMP 1 Klungkung yang saat ini masih menuntut ilmu di SMP 1 KLungkung.

Sebagai kenang-kenangan bagi para peserta yang menghadiri reuni ini, baju kaos angkatan 85 pun akan di disain dan di jual bebas kepada para peserta reuni beserta pasangannya yang hadir (suami atau istrinya). Baju kaos ini di harapkan disamping dijadikan sebagai bentuk “identitas” dari angkatan 85 , juga digunakan sebagai sumber penggalian dana yang akan digunakan sebagai dana abadi angkatan, dana operational reuni, serta dana untuk pembelian komputer PC yang akan di sumbangkan ke sekolah SMP 1 Klungkung.

Merasa cukup puas dengan kemajuan dari pertemuan yang diselenggarakan di Kusamba, ketua panitia yang terpilih Wayan Sarjana bersama teman-teman yang hadir mensepakati akan mengadakan pertemuan yang ketiga yang akan di laksanakan pada hari minggu tanggak 21 Maret 2010 di Gelgel dirumah Made Wardana. Pertemuan ketiga nanti akan dilaksanakan atas nama wakil dari kelas A, oleh karena itu Amir Faisal yang merupakan bagian dari kelas A mengajak seluruh teman-teman kelas A lainnya untuk bersama-sama mensukseskan rapat pertemuan tgl 21 Maret 2010 nanti.

Akhir kata, rasa rindu setelah sekian lama tidak berjumpa dan semangat “ngayah” yang didasari niat baik untuk bisa berkontribusi kepada sekolah SMP 1 Klungkung bercampur menjadi satu. Thema yang akan di usung dalam reuni nanti, selain mengedepankan persaudaraan, teman-teman yang hadir juga sepakat untuk bisa meniru thema kampanye dari president amerika serikat yang terpilih Barack Obama ketika beliau berkampanye dengan thema “We will make a change“, Namun thema ini sepertinya dirasa terlalu berat untuk di pikul mengingat teman-teman seangkatan 85 masih berumur relatif cukup muda dan baru memulai meniti karir dan usaha. Sebagai ganti dari thema tadi angkatan 85 ini akan mencoba mengusung thema yang realistik yang sekiranya benar-benar bisa di wujud-nyatakan agar jangan sampai ibarat “jauh panggang dari api”. Untuk menyesuaikannya dengan kemampuan masing-masing  serta keterbatasan waktu yang ada dari setiap individu, thema dari Barack Obama mungkin tidak bisa di tiru sama persis, namun demikian angkatan 85 SMP 1 Klungkung ini mencoba alternatif lain meniru thema kampanye dari president SBY yang berpasangan dengan Jususf Kalla sebagai wakil presidentnya ketika pemilihan president tahun 2004 dimana thema yang di ususng saat itu adalah “Bersama kita bisa ” (….berkontribusi kepada sekolah SMP 1 Klungkung….)

Dimulai dari belajar berkontribusi terhadap lingkungan yang paling kecil yaitu lingkungan keluarga, desa,  sekolah dan seterusnya, yang walaupun kecil dan sederhana namun tetap penuh makna. mengutip pidato yang pernah disampaikan oleh President Sukarno ” Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa para pahlawannya”. Seperti inilah misi yang ingin di jalankan oleh angkatan 85 SMP 1 Klungkung disaat melakukan reuni nanti, selain melangsungkan temu kangen dengan sesama teman seangkatan juga mencoba menjalin komunikasi harmonis dengan sekolah SMP 1 Klungkung yang kami kenal sejak 25 tahun yang lalu.

Idea-idea kecil yang masih berupa “embrio” dari setiap individu teman-teman angkatan 85 SMP 1 Klungkung , kami coba rajut dan kumpulkan menjadi satu,  dengan asas kebersamaan dan gotong royong serta selalu berkeyakinan bahwa sesuatu yang di koordinasikan dan di persiapkan dengan rapi suatu saat nanti pasti bisa menjadi besar  dan dapat di wujud nyatakan, mengutip kata pepatah: “Great strategy will be nothing without execution, execution without proper preparation will also be meaning less“.

Semoga pikiran baik datang dari segala arah.

Foto diatas: Rapat persiapan ke 1 di Denpasar  January di sponsori oleh Cuncun Junaidi Kusuma

Foto diatas: Rapat persiapan ke 2 di Kusamba 7 Februari dirumah Putu Adi Parnama

Foto diatas: Rapat persiapan ke 3 di Gelgel 21 Maret 2010 di rumah Made Wardana

Foto diatas: Rapat persiapan ke 4 di Warung Be Pasih Renon  April 2010 di sponsori oleh Putu Hadi Dharmawan

Foto diatas: Rapat persiapan ke 5,   May 2010 di rumah Agung Arya di Akah Klungkung

Foto diatas: Rapat persiapan ke 6,   Juni 2010 di rumah Wayan Sarjana di Klungkung

Foto diatas: Rapat persiapan ke 7,   Juli 2010 di rumah Putu Yuda Aryawan di Senggoan  di Klungkung

Undangan REUNI 31 Juli 2010 di sekolah SMP 1 Semarapura Klungkung

Sumber Foto diatas Widnyana Sudibya dan Alumni SMP 1 Klungkung angkatan 85

Add A Comment