kemoning.info

Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan Desa Adat Kemoning

Home

Posted by Ode

Desa adat Kemoning terletak di lingkungan Semara Pura Klod, kecamatan Klungkung, kabupaten Klungkung Bali. Karena berkembangnya pusat kota, desa adat ini sekarang justru terletak di pusat kota Klungkung. Walaupun demikian desa adat Kemoning merupakan desa yang memiliki fitur-fitur sehingga masih sangat tepat disebut sebagai sebuah desa adat. Pura puseh dan bale agung yang merupakan bagian dari khayangan tiga terletak tepat di pusat desa berdampingan dengan balai desa yang megah dan bersejarah. Pura dalem terletak di sebelah barat setra diempon bersama-sama desa adat Budaga.

Terdiri dari lima banjar, Sari, Pegulingan, Kemoning, Atu dan Delod Titi, terdapat sekitar 240 (please confirm) lebih keluarga yang secara rutin berinteraksi baik melalui kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya.

Desa adat Kemoning telah menjadi saksi perkembangan jaman mulai dari generasi dimana para penduduknya sebagian besar mengandalkan pertanian sebagai tulang punggung kehidupan. Sawah di Uma Bajing dan Uma Lemek murupakan lumbung padi yang sangat besar dengan produksi tinggi. Tukad Cangkung dan Tukad Jinah menjadi sumber air yang tidak pernah terputus mengairi areal persawahan yang selalu hijau dan kuning sepanjang tahun.

Jaman berubah, berubah pula orientasi masyarakat untuk mempertahankan hidupnya. Sawah nah luas sudah tidak lagi terbentang tergantikan oleh lokasi-lokasi pemukiman baru. Tidak ada lagi sawah yg harus dipanen seiring dengan berkurangnya minat para generasi muda untuk mewarisi keahlian orang tuanya untuk bertani. Kebanyakan kini sudah memilih dan memiliki ‘kesadaran’ akan arti pentingnya pendidikan tinggi untuk mampu bersaing di dunia global. Ya, jaman berubah. Bagaimana kita menyikapinya?

Di era sekarang ini sangatlah diperlukan kearifan semua elemen masyarakat desa untuk dapat menikmati hasil pembangunan di segala bidang dengan tetap berupaya untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu kita. Mungkin kata melestarikan tidaklah harus diartikan ‘tidak mengubah’, tapi harus dijabarkan sebagai perjalanan waktu yang terkontrol dengan tetap memakai nilai-nilai luhur sebagai referensi.

Sebagai penutup, semasih kita bisa hembuskan nafas kita, mari kita bersama mencoba memberi sumbangan pikiran untuk kemajuan dan kelestarian desa kita tercinta.

Melalui media ini, tidak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada nyama braya yang saat ini tinggal di wewengkon desa adat Kemoning atas segala upayanya meneruskan semua tradisi, adat serta agama sehingga nanti tetap dapat dinikmati oleh anak cucu kita…

-Salam www.kemoning.info-

  1. Tokyo Boy Said,

    De, ditunggu tulisan-tulisan lainnya. Sayang kalau awal yang bagus ini harus berhenti di tengah jalan.

  2. Ode Said,

    Thanks atas kunjungannya, Bang.
    Koq sudah ada ‘kecurigaan’ ini bakal berhenti di tengah jalan?:)
    Ya enggak lah…banyak pasukan muda Kemoning yg pasti akan meneruskan dan selalu meramaikan rumah maya ini.
    Kapan kunjungan nyata-nya ke Kemoning? jangan cuma beraninya di web!

  3. hendra Said,

    Kemoning

  4. dek athe Said,

    bagus …sekali , tiang sangat bangga kalau desa kita sudah punya web site sendiri

    semoga dgn adanya web site ini , sedikit tidaknya akan membantu kemajuan desa kita
    dan mengurangi pengangguran
    wah …masih banyak sekalin truna2 kita yg nganggur alias belum kerja, karna pengaruh tajen /ceki
    itu salah satu penyebabnya….

    PLEASE ADVICE

    DEK ATHA

  5. julig said Said,

    kemoning jaya………………………..kemoning is the best……………..

  6. Komang Setiabudi Said,

    Om Swastiastu,

    Blognya bagus, perlu dikembangkan lebih lanjut.
    Smg sukses.

  7. thanks banget Said,

    ternyata ada juga yg mikir buat web desa kita, meskipun far away from home tp tetap concern mikirin kampung halaman. thanks buat bli tut adnyana n bli ode

    nyoman candra

  8. capul Said,

    ok banget desa kita punya web jd kalo kangen ama kemoning tinggal klik aja
    semeton kenapa ngak bikin komuniti buat Warning

  9. capul Said,

    bagus jg tu semua tau berita tentang di rumah bg emeton warag kemoning yang mau kontak denngan tiang email aja tiang wayanekasaputra@yahoo.com

  10. mang awan Said,

    kemoning…..

    kita selaku warga kemoning, baik yg tinggal di wawengkon desa adat kemoning maupun di ranah rantau (luar kemoning) bangga atas upaya dari saudara2 kita sehingga lahirnya web ini, ide ini sangat bagus & brilian karena dg membuka web ini, kita bisa tahu perkembangan yg ada dan bisa ikut memberi comment atau ide ttg beberapa hal. yg pasti the best…..

    lewat media ini tiang ngaturang met galungan n kuningan.

    suksma.

  11. Tut ayu Said,

    Galungan telah datang…sekha teruna desa adat kemoning pun tak lupa untuk menyelenggarakan Bazar yang biasanya diadakan tiap 6 bulan sekali tepatnya hari raya galungan dan bersamaan dgn piodalan di pura desa,pokoknya keren dech….Waow…desa kemoing is the best dech!!

  12. Putu Harry Said,

    Buat Semeton Kemoning semuanya!
    Mari kita sama-sama kembangkan Blog : Kemoning.info ini dengan cara mendaftar (log in) untuk mendapat password. Selanjutnya kita sama-sama bisa berbagi informasi apa aja di Kemoning.info ini dengan cara membuat artikel or up load foto-foto or informasi menarik lainnya..

    Buat semeton kemoning yang ada koleksi foto -foto lama tentang seputar desa kemoning, tolong di up load, biar bisa menambah kenangan tentang sejarah desa kemoning yang sama-sama kita cintai.

    Mari bangun blog ini, dari, oleh dan untuk semeton kemoning sareng sami.

    Suksma!

    Salam WaRninG!

  13. ketut mulyawan Said,

    salam warning,

    bagus jg desa kita punya blog,sumbangkan pikiran disini dan kangen2an
    dgn sesama warning

    ketut mulyawan

  14. Ading Ardika Said,

    Situs yang luar biasa bagus …, terima kasih pula sudah unggahkan Pura Gumang yang ada di Desa Adat Bugbug. Untuk pengayaan informasi, ijinkan kami link-kan web kemoning ini pada web Krama Purantara Bugbug di Denpasar. Dumogi sukses …… !!!

    Suksma
    Ading Ardika

  15. Adnyana Said,

    Om Swastyastu,

    silahkan bli di link ke web lainnya.

    suksme,

  16. Uluwatu villas Said,

    Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan bersama Renungan Reinlovsani 1
    ———————————————————————————————————–
    Eling ring Pura Padharman, brarti kita ingat kepada leluhur tetapi ingat pula bahwa memuja leluhur berbeda dengan memuja Tuhan, berbeda pangkal namun ujung spiritnya adalah sama yaitu Kesadaran Kasih tatkala melakukan hubungan bathin dengan sang Pencipta yang Maha kasih dan Maha Penyayang.
    Hal tsb adalah Praktek ber-Agama di Pura/ di tempat ibadah, Jika hal ini telah biasa kita lakukan tinggal sekarang mempraktekan hubungan Kasih dengan sesama dan alam semesta yang juga diciptakan Tuhan Yang Maha Kasih.

    Jadi Kesadaran Kasih adalah Agama Universal Manusia.Bukti kasih Tuhan ada di dalam Jiwa sebagai Paramatma.Hal ini yang sering kita lupakan bahwa Paramatma juga terkandung di setiap badan dan sesama.Dengan Hati tulus tanpa memikirkan imbalannya kita dapat menyampaikan bahasa Kasih kita terhadap sesama dan anak-anak kita…..dengan Cinta Kasih kita menghilangkan rasa konflik ego fanatisme sempit di Bali…merangkai tali persaudaraan tetapi Hilangnya Kesadaran Kasih hilang pula nilai spirit yang sesungguhnya sebab kebencian dan konflik bukanlah agenda surga bukan pula agenda kehidupan sebab spiritualitas tidaklah diukur dari menang kalah dalam konflik tsb.

    Dalam ide original.Reinlovsani :
    Hyang Widhi be with you always
    Sundaram in my heart

    Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan bersama Renungan Reinlovsani 2
    ————————————————————————————————————
    …….adalah benar jika meraih merangkai cinta dapat dilalui dalam Ketenangan dan Keheningan bersama Tuhan dan sangatlah bijaksana jika ketenangan tersebut dijalin pula terhadap sesama dan Alam semesta, tanpa memandang perbedaan Agama dan Budaya sehingga terjadi yang menyenangkan dan memuliakan “disana senang disini senang” dimana-mana hatiku tenang, senang dan berTuhan disetiap saat.Dalam Hindu Kesadaran Kasih disebut Prema, Tat Twam Asi, Ahimsa Karma….dan Jika kita beragama dengan Cinta maka sayapun berdoa dengan Hati Cinta Kasih Sayang.doa ada yg diucapkan dibibir ada pula di Alam Hati menjadi nyanyian kalbu bersama-Nya sebagai Keindahan-Nya (Sundaram in my Heart)

    Salam Reinlovsani@gmail.com;okanirlovgoon@yahoo.com
    Hyang Widhi be with you always
    Sundaram in my heart (original)

  17. Putra Kusuma. O Said,

    O, Suastiastu…
    Walau tidak dari desa Kemoning tapi mendengar Klungkung disebut-sebut, tyang merasa cukup terhibur.
    Ide pembuatan web sendiri ini merupakan terobosan yang luar biasa.
    saya salut, semoga ini menjadi ajang pembelajaran dan sharing pengetahuan buat generasi Semapura secara umum.

    Putra.

  18. kadek atha kemoning Said,

    about desa kemoning’……

    Dulu sewaktu tiang masih trune trune…sebelum balae desa di perbaharui
    wantilan desa adat kita selalu ramae banyak muda mudi ngumpul di wantilan sambilang nge warung di warungnya embok L i lir
    kalau sore ada latihan nari dan malam dilanjutkan dgn latihan gong…
    jadi pada saat itu wantilan kita seperti hidup dan selalu ramae
    tapi sekarang tinag lihat wantilan kita sudah di kasi pagar besi….dand sekarang udah selalu suung
    setiap saya pulang kampung susah sekali untuk menemukan timpal timpal ngumpul seperti dulu lagi
    dan wantilan desa yang begitu megahnya seperti nya tidak bisa dinikmati warga karna sekarang sudah di pagar

    saya berharap untuk kedepannya agar wantilan di desa kita agar selalu ada kegiatan2 positip
    ya…. biar kelihatan rame lah…

    dek athe

  19. I Gede Sanat Kumara Said,

    In adalah wujud nyata untuk pengembangan desa pekraman di Bali, dimana informasi dapat diperoleh cepat, benar unutuk pembangunan.

  20. Anak Agung GSM Putra Said,

    Om Swastyastu,
    Saya Sebagai salah satu warga kabupaten Kelungkung di rantau, sangat salut atas website ini, karena masa-masa saya sekolah saya habiskan di lingkungan desa Kemoning,Kemoning dan Semarapura membuat saya selalu terkenang akan Sradha dan Bakti umat disana kepada agama Hindu,
    Om Shanti,Shanti,Shanti om

  21. Anak Agung GSM Putra Said,

    Om Swastyastu,
    Saya sangat salut dan memberi penghargaaan yang tinggi pada website ini, saya sebagai warga Kelungkung di rantau akan selalu terkenang akan desa Kemoning dan Semarapura, dimana saya dulu sekolah dan mendalami Hindu dengan lebih baik, Desa Kemoning mengingatkan saya akan Sradha dan Bakti masyarakat disana Kepada Ajaran suci Hindu.

    Kupang ,13 Juni 2009
    Om Shanti,Shanti,Shanti Om.

  22. Putu Harry Said,

    Om Swastiastu Moderator,

    Mohon kalender di kemoning.info di ganti dengan kalender bali agar lebih mudah mencari hari baik / rahinan.

    Pengalaman pribadi, biar tidak lupa dengan hari otonan…

    Suksma.

  23. adeck triana Said,

    om swastiastu,

    sy sangat salut atas kreativitas anak2 muda dikemoning shingga tercipta website seperti ini. maju terus dan sukses selalu. KEMONING JAYA

  24. luhde Said,

    Dear all WARNING,

    Saya bangga dengan adanya website ini. Mudahan ini bisa menjadi media untuk tetap menyatukan WARNING dimana pun berada. Tapi ada hal yang memuat saya sedih, terutama bagi temen2 Sekaa Teruna Kertha Mandala Kemoning yang masih di wawengkon Bali yang cenderung malas untuk ikut serta dalam kegiatan STT. Entah karena malu atau merasa kurang dekat satu dengan yang lainnya atau karena apa, saya juga kurang tau, khususnya bagi Sekaa Teruninya. Sehingga kesannya makin hari Sekaa Teruni semakin sedikit dan hal ini menyulitkan kami di kepengurusan STT. Terutama saat penyelenggaraan BASAR. Kami sering kebingungan mencari waitris untuk jaga meja, sehingga seringkali yang cowok2 yang jaga meja….. Sedih kan ngeliatnya????

  25. Ayu Weda Said,

    oke…… hidup ajeg Bali….teruskanlah….!!!!!!

  26. Pan Ega Said,

    Salut atas adanya website ini. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi desa adat ataupun Sekeha Teruna lainnya. Ke depan semoga kita bisa bekerja sama untuk mewujudkan Kemoning sebagai banjar internet…

  27. De Suarja Said,

    Tiang ikut sampaikan selamat atas adanya Web Blog Kemoning, semoga media ini bisa dijadikan media informasi diantara kita Krama Adat Kemoning khususnya, baik yang ada diluar Bali maupun di Bali, terutama kalau ada aktifitas2 penting di Kemoning, misalnya untuk dana punia pembangunan pura, maupun kegiatan lain. Saat ini di Desa Adat Kemoning juga sudah ada Pesraman yang sudah diisi dengan kegiatan sekehe gong anak2. Tentu kegiatan positif ini perlu dapat dukungan dari semua krama adat untuk memajukan kegiatan tsb. Rencana saat odalan Purnama Kapat ini akan dipentaskan. Semoga Web Blog ini dapat terus berkembang, suksme.

  28. dewi(putri wyn sunartha) Said,

    baca semua comment,,tyang jd rindu dgn tanah kelahiran tyang di kemoning,,,,
    dari tyang kecil tiap piodalan dipura2 dikemoning,tyang tdk pernah absen,tyang selalu bisa ngayah.tiap hr sabtu selalu latihan nari di wantilan bersama sanggar kayonan,organisasi di stt,dari kegiatan bazar yg meliabatkan semua personel,waahhhhhhhhhhhh,,,jd rindu…salam buat semua pengelingsir,,kelian adat dan banjar…..dan tentunya buat generasi penerus,,,,,,,,,,,,,biar tambah maju tentunya untuk desa kita tercinta.
    salam warning…………….

  29. wa-one Said,

    Tyang kira ini merupakan satu langkah kemajuan buat Desa Pekraman Kemoning, bahwa dengan Web Blogs ini qt dapat saling memberi informasi dan saling melengkapi, tyang berharap ide-ide seperti ini agar banyak bermunculan kemudian tidak ampe disini tapi agar berlajut kewekas, dumugi Ida Bethara sesuunan sane wenten ring sejebag Desa Pekraman Kemoning Asung Kertha Wara Nugraha mangda iraga kenak sareng sami tur labda karya.

    Sukses n suksma

  30. wirawan Said,

    semoga kemoning tetap ajeg slalu

  31. Putu Said,

    om swastyastu….

    SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN & KUNINGAN untuk semuanya………….. :)

    salam dari Jakarta, dumogi rahajeng selalu.

  32. made parwati Said,

    selamat dan sukses atas inovasi internetnya. semoga bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga terutama bagi pelajar dan generasi muda warga kemoning.

  33. wawan Said,

    ga pulang nie…………

  34. parwata n Naya Said,

    selamat hari raya Galungan and Kuningan……………..
    dengan kemenangan Dharma melawan Adharma……..
    kita mendapat kebahagiaan…………..
    warga kemoning bersatu………………

  35. dewa landung Said,

    salam kenal….
    Rahajeng Galungan lan Kuningan

  36. dek atha Said,

    Dear Semeton Warning….

    Selamat hari Raya Galungan dan Kuningan…..
    Semoga Desa Kemoning tetap jaya…

    Cheers…..
    Dek atha

  37. dek atha Said,

    Dear Semeton Kemoning Sami…

    FYI…
    Kalau tidak ada halang melintang….Upacara karya Agung Ngenteg Linggih Akan diselenggarakan Tahun 2010
    Mohon Suportnya…..
    dan semoga sukses selalu

  38. wayanwinata Said,

    Langkah baru ,Trims buat semuanya, yang telah membangun IT di Desa Kemoning yang sangat kita cintai..

  39. dewa gede alit saputra Said,

    Om Awignam Astu Namo Sidham

    Waah….waah…., warih dan totosan kemoning sejati memang top. Salut.., angkat topi, dan luar biasa. Kemoning sudah punya web sendiri untuk menyatukan semeton “SETANAH EMBAS TANAH PELEKADAN”. Ini sangat prospektif. Untuk semeton kemoning sareng sami ring dije je megenah, mangkin niki anggen jalaran mesikian. Aptiang desane tentram kertha raharja, pang raket pesemotane. Riwekas yaning wenten indik pakibeh pacang budal nguwangun desa, ngiring sareng-sareng midabdabin. Yening sampun gilik saguluk pastika jayanti. Mangda nenten pocol penglingsir irage namiang wewidangan desa jimbar, sakewanten wantah akidik pengromba alit-alite utawi para trunane. Hidup kemoning. Buktikan bahwa desa kita telah maju, buktikan bahwa generasi kita semakin cerdas dan cerdik. Tentu yang harus dilakukan atas dasar ngayah, karena itu Yadnya. Mari kita bersama benahi kekurangan diantara kita. Kita wajib saling mengingatkan. Karena kita saudara”. KEMONING TOP. “THE REAL KEMONING, MORE THAN A VILLAGE”

  40. mang adi Said,

    Om Swastyastu matur suksma atas web kemoning semoga kita dapat bersatu untuk membangun kemoning sehingga dapat merubah polapikir semeton sinamian dan mampu mengikuti paradigma baru dijaman ini, dengan memegang nilai2 kebenaran sejati, Om santi3 Om

  41. kadek agus Said,

    jek pokokne kemoning desa paling top dibali misi wi-fi di bale banjar,denpasar lewat
    bravo…. klungkung rock city…………..!!!!thx

  42. mang meiga Said,

    Om Swastyastu, matur suksma atas web kemoning , tiang banyak belajar dr materi yg disajikan,..luar biasa posting2nya,..semoga senantiasa diberi kemudahan agar web ini tetap eksis.
    Namaste,
    Om santi santi santi om

  43. komang romo Said,

    dear all

    warning tetap jaya

  44. W. Gandia Said,

    Selamat atas kemajuan WARNING!!!!!! (Warga Kemoning)

    Bagi Adik2 sekehe Terune, Tolong di update dan upload terus foto2 Jadul dan terkini, sebagai kenangan kita dan untuk mengetahui perkembangan dari pada Aktivitas Desa Kita

    Sukses Selalu !!!!!

    Gandia

  45. W. Gandia Said,

    BUAT WARGA KEMONING YANG TERCINTA……., KHUSUSNYA SEKEHE TERUNA-TERUNI

    SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2010, SILAKAN BERAKTIVITAS RAMAIKAN DESA KEMONING……, JAUHKAN DIRI DARI NARKOBA, MINUMAN KERAS DAN PERGAULAN BEBAS……..!!!!,

    MOGA WARNING BERSATU….!!!!, UNTUK KEMAJUAN DESA KITA TERCINTA ………………ASTUNGKARA………………!!!!!????

  46. dek athe Said,

    Dear .Semeton Kemoning

    Dari Lubuk Hati yang paling dalam…
    Tiang mengucapkan……

    SELAMAT TAHUN BARU 2010

    Semoga warga kemoning sukses selalu

    HYANG WIDHI BE WITH YOU ALWAYS

    Cheers
    Dek atha

  47. Ai_you Said,

    hmmm….. to : Admin (kecurigaan yg sngt besar mengarah pd Om Ode =])
    Ruang lingkup website ini,, menurut aku sie terlalu kecil… Kenapa cuman Kemoning?? Padahal Kemoning kan cuman sebagian kecil dari keindahan kota Klungkung… Materi di dalamnya pun cukup luas… aku yakin juga sasaran pembuatan web ini tdk hnya untuk org kemoning aja kan (buktinya ada org yg dsuru maen ke Kemoning tuch =])?? buat kita2 yg berasal dr luar Kemoning tp masih deket2 sana,, kan ngerasa “don’t belong aja” (pengalaman pribadi =])… Klo boleh saran sieh,, mungkin diperluas aja sasarannya,, namanya gak harus ganti,, Kemoning jg bs mencerminkan kota Klungkung it sendiri… Above all,, really proud of this website (especially to the admin who is able to keep in touch of the recent news from downunder =])… Hope it could continue in being the place to connect with those who shares the same love for not only Kemoning but also Klungkung… *Cheers =]

  48. Welly Said,

    ternyata kemoning sudah maju, sudah ada web blognya segala…

  49. oka dari lebah Said,

    om swastiastu,
    tumben nyingakin desa sane maduwe website, dumogi desa utawi banjar sane tiosan ring wewengkon klungkung taler nyarengin sekadi pemargin semeton saking kemoning.
    niki wantah sebuah terobosan baru dalam harmonisasi antara teknologi informasi dan adat budaya ring bali.
    salut buat warga kemoning “two thumbs up bro…. and keep the good work!”
    om shanti shanti shanti om

  50. gede rai Said,

    Om Swastyastu
    Tityang salut sareng admin web puniki. sane mangkin sayan lengkap daging ipun, wenten video akeh, wenten link sane lengkap. jeg nau tityang berselancar ring web puniki ngeruruh pencerahan pikenoh dewek tityang sane nambet pisan. Suksma…..!
    Om Santhi Santhi Santhi. Om

  51. 17 abcedelgates Said,

    om swastyastu….

    salam hangat pasemeton kemoning.!!!

    TUNJUKAN PADA MEREKA,BAHWA KITA BISA,INJAK KESOMBONGAN DAN KEANGKUHANYA……………

    kenapa kehidupan pemuda kemoning sekarang 100%berubah,mereka sangat bangga dengan uang mama papamu..!!!
    come on dude……….
    change u way…
    be a hard worker,like our frend did,…..
    i know u can do that……………..

  52. joen rawk Said,

    Bagi warga KEMONING sane tresnain tiang,yg suka musik (lagu bali)
    yg berminat beli cd lagunya TUT SIONG Feat TYSON…………
    bisa beli diSIONG STUDIO.
    hargai karya pemuda kemoning…
    SUKSMA

  53. lecir Said,

    KEMONING BERSATU,katakan pada dunia kita memang BERBEDA…!!!
    tunjukan kreatipitas yg positif,17abcdelegates will sport u…
    semoga kita bisa bersatu sampai mati..!!!!
    salam hangat..

    regard
    LECIR N FAMILY

  54. noviq(mama) Said,

    seiring berjalan era global..
    yang berbau jaman dulu menghilang sdikit demi sdikit,
    apkah kita harus meninggalkan Desa kemoning tercinta ini???
    semua seakan mnghilang tanpa jejak,
    mai mulih de !!!!

  55. Putu Harry Said,

    Om swastiastu,

    Suksma buat bli Ode, yang telah merubah dan menambahkan fitur kalender bali digital dan banyak lagi fitur-fitur lain dalam blog kemoning.info. Ternyata blog ini tidak hanya dibuka oleh semeton kemoning atau semeton klungkung tapi juga semeton dunia / duranegara sebagaimana terlihat dari live traffic feed dan asal pengunjung, terlihat pengunjung berasal dari hampir disemua belahan dunia kecuali afrika, rusia dan amerika selatan, mungkin disana belum terpasang wifi gratis seperti di wantilan desa kemining!

    Semoga semakin maju dan informatif!

    Salam warning!

    Putu Harry

  56. wyn sumendra//br.sari Said,

    om swastyastu..om awignam astu…angayubagia tyang ucpkan seantukan wenten web ring desa adat kemoning..tetujon ipun utama…mempererat menyama braya tur menghndari perpechn…dumogi ds adat kemoing landuh,gemah ripah joh jinawi,kerta tur mandala stata..om canti 3 x om..

  57. W. Gandia/Br. Pegulingan Said,

    Om Swastiastu WARNING……………….

    Selamat menyambut Hari Raya Nyepi tahun baru caka 1932, tanggal 16 Maret 2010, semoga Warning tentram selalu, dan mendapat perlindunganNya……

    Buat Adik2ku STT Warning, selamat mempersiapkan ogoh2, kembangkan kreatifitasnya, jangan ogoh2 ini dipakai ajang perkelahian, pakailah untuk ngulah kale…..agar butha kalenya jauh dari Warning, shg warning menjadi tentram dan bersatu…..

    Selamat & Sukses…..

  58. ami Said,

    Bdaah!!!! adi misi sedan ditu!!!!!!!!!!!! Be luung ngenah bale banjar jeg misi sedan, ing seni ngenahne!!!!!!!!!

  59. Dewa Arjana Said,

    Om Suastyastu,
    Website yg bagus & menarik…. terus berkarya, smg sukses…!

  60. Komang Aryati Said,

    Swastyastu,,,,, Salut deh ……buat bnjr Kemoning, yg udah punya website, tyg tggl di jkt, meski tyg bkn wrg kemoning tp kab,,,,,khan sama klungkung tyg boleh ikut bangga jg dong?????

  61. eka Said,

    Om Swastyastu,
    Salam kenal untuk semua warga Hindu Bali dimanapun berada.
    Dalam rangka untuk memperdalam bahasa Bali saya, ada saran dimaan saya bisa mendapatkan online terjemahan bahasa Bali-Indonesia-Bali. Terima kasih infonya.
    Om Santi Santi Santi Om

  62. Putu Prasasta Said,

    Om swastiastu… salam kenal saudara sedharma dimanapun berada, terimakasih atas media pencerahannya, sangat bermanfaat. Shanti

  63. Ngurah Putra Tenaya Said,

    Om Swastyastu,

    Luar Biasa yang yang di tampilkan oleh Desa Adat Kemoning, Kapan desa saya bisa membuat hal yang sama..?????????

  64. yudix Said,

    OM swastiastu

  65. Novi pak mama Said,

    Om swastiastu sareng sami semeton sane nyarengin iriki..
    Kemoning is my soul..
    Ngiring sareng” ngajegang Bali mulai ring Desa soang-soang! suksma

  66. Gandia Said,

    Mangkin tgl 3 Desember 2010, Desa pekraman Kemoning wenten karye langka yang diselenggarakan yaitu melaspas dan ngerehang/mintonin Barong, rarung, Jauk, tapel telek, mogi labde karye, dan kelanjutannya agar Barong dan sesuhunan lainnya secara berkala agar mesolah.

    Moga semua krama adat desa Kemoning rahayu dan diberikan kesehatan lahir dan bathin…astungkara….

  67. harry Said,

    Om Swastiastu,

    Rahajeng Galungan lan Kuningan buat semeton Kemoning sinamian!
    Buat Admin (Bli Ode), tyang mengalami kesulitan u upload foto dan vidio di kemoning.info. Ketika membuka choose file to uploded tidak bisa loading, mohon dibantu, suksma.

    Salam Damai selalu.

  68. yudhi Said,

    Good job…….ilike it…..

  69. harry Said,

    Om Swastiastu,

    Rahajeng Nyepi tahun Caka 1933 buat semua semeton Kemoning di penjuru dunia!

    Mohon bantuannya kepada Admin (Bli Ode) dan bli tut Adnyana, tyang masih kesulitan utk up load foto di web ini, krn ketika membuka choose file to uploaded tidak bisa dibuka/tidak mau loading! Mohon kiranya programnya bisa diperbaiki u mempermudah posting info. Suksma

    Salam Warning!

  70. Oben'x Said,

    Kemoning,tu se’ning tirtha,
    saiia bangga t’lh hidup d desa adat kemoning.
    Kemoning jaya teruuus

  71. mandana sajan Said,

    om swastyastu. Bagus sekali dan sebuah pemikiran brilian membuat web desa adat biar mudah dikenal orang bali yg diluar bali suksemo

  72. wiyasaketut Said,

    om swastyastu,
    semeton krama kemoning sami
    ring di jeje magenah
    ngiring sareng sami
    ngaturang bakti ring pr. dalem kemoning
    mangda
    KARYA AGUNG MAMUNGKAH, TAWUR BALIK SUMPAH, NUBUNG PEDAGINGAN, NGENTEG LINGGIH, LAN PEDUDUSAN AGUNG PURA DALEM LAN PRAJEPATI DESA ADAT KEMONING,
    BUDA UMANIS MEDANGSIA, 27 JULI 2011 MAMARGI RAHAYU.
    o santhi santhi santhi

  73. DWI Said,

    SULINGGIH BUSYET YANG BERLINDUNG ALASAN PEMBENARAN KASUS DI KLK

  74. DWI Said,

    SULINGGIH BUSYET YANG BERLINDUNG ALASAN PEMBENARAN KASUS DI KLK TETAPI KENAPA SULINGGIH INI MACAM INI MASIH DIPELIHARA AJA? MANA KERANGKA PIKIRAN PECAHKAN MASALAH WAHAI PARA SULINGGIH

  75. DWI Said,

    SANGAT DISAYANGKAN, KETIKA UMAT HINDU DI KLK BERKONFLIK, JUSTRU ADA SULINGGIH YANG MAU MUPUT NGABEN SAAT ORANG PADA LAKUKAN UPACARA PENYUCIAN PURA…CK..CK…PEMEBENARAN YANG DICARI TETAPI PENCERAHAN BUAT UMAT KAPAN

  76. DWI Said,

    SULINGGIH DI KLK KELUARKAN KEMAMPUAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH UMAT, JANGAN HANYA TERPAKU PADA BANTEN DAN JUALAN MANTRA DONK

  77. DWI Said,

    HARI GINI MASIH ADA SULINGGIH HIDUP DALAM MENARA GADING TIDAK MAU TURUN KE UMAT, KASIHAN DEH TEMAN-2 KU DI KLK YANG LAGI DIRUNDUNG KONFLIK

  78. DWI Said,

    BHATARA YANG BER-STHANA DI MASING-2 PURA DALEM/KAHYANGAN TIGA ITU BEDA ATAU SAMA SIH? KOK SULINGGIH JUGA DIAM

  79. DWI Said,

    BERITA DI KORAN KOK SEPIHAK RASANYA YA? PEMDA KLK GMN? SUMPAH COR JALAN SATU-2NYA TANPA SYARAT, KALAU ADA SYARAT ITU UANG BERMAIN ARTINA

  80. gungde Said,

    BETUL KATA SAUDARA DWI, SUMPAH COR PALING EFEKTIF. KALAU ADA YANG NGGAK SETUJU (BERLINDUNG DIBALIK ALASAN) YA PERLU DISUMPAH MANUSIA-2 ALA ITU ! JANGAN-2 KARENA UANG BOO.. HARI GINI UANG ITU RAJA JANGAN MUNAFIK TAPI JANGAN JUAL DIRI DEMI UANG

  81. ngurah priambadi Said,

    kemoning jaya, moga karya yang kita akan laksanakan di pura Dalem Desa Adat Kemoning dapat berjalan dengan sesuai dengan ajaran dan tatwa umat Hindu Bali, om santhi3x om

  82. ade Said,

    raja n bupati klk bertekuk lutut hadapi masalah adat, kasihan deh elu….. saling lempar tanggung jawab n ngomong normatif melulu boow…. yang diperlukan keseimbangan/netralitas bukan keberpihakan wahai raja n bupati klk …………. dimana praktek slogan: DHARMANING KSATRIA MAHOTAMA (tugas kesatrya/bupati dan raja) menjalankan pemerintahan yg baik/dharma adalah utama ! atu masyarakat klk telah memilih bupati papan nama? dan raja bukan dipilih rakyat tetapi memilih dirinya sendiri untuk dianggap raja beneran…ck…ck….pulang n kelonin aja istri-2 kalian kalau tidak mampu jadi pemimpin

  83. ketut Mulyawan Said,

    Hari minggu ini tgl.10 Juli 2011 tempek kauh akan melaksanakan pengabenan, tentunya sangat membuat sakit telinga dan mata kita.

  84. amerta Said,

    memang hebat kemoning, tapi sayang kehebatan hanya digunakan untuk memecah belah kerukunan umat, kalo haanya berdasarkan sejarah dan babad, maka wilayah di bali hampir semua milik keturunan raja yang berkuasa. Kenapa keharmonisan yang sudah ada selama ini harus dirusak dengan pengakuan bahwa pura dalem milik kemoning? Kenyataan ini sangat bertentangan dengan maksud upacara balik sumpah yang katanya untuk menjaga keharmonisan.

  85. SARVADA Said,

    OHHH KEMONING , Ternyata hanya dimanfaatkan oleh oknum 2 yang tidak bertanggung jawab, bapak 2 oknum kemoning apa bapak tidak pernah berpikir dengan adanya konflik masalah pura dalem ini , membuat masyarakat menjadi tambah berat beban hidup nya , coba anda bayang kan harus menaggung hutang jutaan rupiah untuk KARYA AGUNG katanya tapi yang ada hanya diajak untuk saling memusuhi dan hanya memuaskan untuk kepetingan oknum2 saja, dan yang paling aneh kok banyak balian / dukun ya dipura dalem ya, apa pura dalem nya mau dipakai tempat belajar ilmu hitam , sunguh 2 keterlaluan , sudah memisahakan rasa persaudaraan yg sudah dibina ratusan tahun oleh para leluhur kita

  86. gunggek Said,

    buat sdr. AMERTA, anda protes desa kemoning, tetapi anda PELIHARA RAJA n APARAT di KLK yang ala ATHEIS (orang upacara dihentikan dengan kekuasaan) hebat engkau sdr. AMERTA. Lebih baik engkau pelihara itik/bebek daripada pelihara RAJA n APARAT yang tidak bisa membedakan mana benar n salah. Bebek aja bisa membedakan makanan dalam lumpur (dan yg dimakannya hanyalah makanannya saja), masa engkau PELIHARA RAJA n APARAT di KLK ala itu, kasihan deckh eluuu…! Suara anda baik, tetapi lebih baik anda diam daripada berkoar tidak tahu masalah, burung beo aja bisa kok ngoceh ala manusia

  87. gus aji Said,

    pak sarvada itu baru orang hebat n pintar: BEGITU GAMPANG n SEDERHANA POLA PIKIRNYA. tapi sayang bpk dari nada tulisan bukan org/warga yg lagi berkonflik. EMANG BALIAN/DUKUN TIDAK BOLEH MASUK PURA DALEM, atau PURA DALEM KHUSUS UNTUK MASYARAKAT NON BALIAN SAJA? sejak kapan HINDU mengajar umatnya untuk APHARTEID dalam memuja OM HYANG WIDHI? justru bpk RUGI PELIHARA APARAT n RAJA KLK yg tidak berani ambil keputusan kasus adat! nggak lucu bung, bebek aja bisa memisahkan makanan dalam lumpur, kok manusia (wujud luarnya) tidak bisa memisahkan masalah, sehingga org upacara MAU DIHENTIKAN DG KEKUASAAN, umat ber-agama-kah mereka ini atau hanya KTP aja?

  88. alit Said,

    buat teman lamaku di Kemoning (sdr. Gd. Wirata) kok nda pernah menulis lagi di koran, sekritis pemikirannya di era 1980-1990an, kenapa De? semoga tidak stress ketika desa anda berkonflik. semoga gede dalam keadaan sehat. aku tunggu tulisan kritisnya di koran atau melalui media ini. Hindu memerlukan generasi yang berani melihat perubahan sebagai suatu yg biasa. apakah ada generasi Hindu yg sudah memulai? Salam dari jauh. Alit, Singaraja

  89. gung aji Said,

    bung sarvada, betapa KOLOT - SEMPIT - KONSEP AGAMA HINDU YG ADA DI KEPALA ANDA. memang sejak kpn balian tidak boleh msk pura dalem? betapa APHARTEID otak anda ini, inilah generasi Hindu yg menodai ajaran agama Hindu sendiri. Justru anda seharusnya protes sudah pelihara RAJA n APARAT KLK tapi tanpa berani ambil keputusan, bebek aja bisa pisahkan makanan dalam lumpur. Masak jadi org tidak bisa bedakan benar salah? lebih baik pelihara bebek donk

  90. wirata Said,

    buat saudara amerta,sungguh sedih leluhur kalian, karena saudara tidak menghormati sejarah dan babad, karena saya yakin leluhur saudara tahu dan mengakui tentang keberadaan pura dalem desa adat kemoning, lebih-lebih keturunan beliau salah satunya saudara sendiri ingin mengakui bahwa pura dalem ini adalah milik saudara, begitu juga saya yakin akan menistakan saudara karena ada niat untuk menggagalkan karya agung , cobalah anda berpikir logis sedikit saja, mungkinkah sebuah desa kuno yang sudah dikukuhkan sebagai desa adat sejak zaman kerajaan tidak memiliki kahyangan tiga (Pr. Puseh, Pr.Bale Agung dan Pr, Dalem ) atau sebaliknya mungkinkah disebut desa adat kalau tidak memiliki pura kahyangan tiga.
    Saya ingatkan jangan coba-coba melawan sejarah dan tidak melaksanakan amanat leluhur anda yang jelas tahu dan memaklumi tentang keberadaan pura Dalem Desa Adat Kemoning, lebih-lebih ingin menguasainya, kalau ingin anda dan semua tidak dikutuk oleh leluhur anda sendiri ” Anda semuanya harus yakin “

  91. wirata Said,

    Buat saudara amerta, sungguh sedih leluhur kalian, karena saudara tidak menghormati sejarah dan babad yang ada, saya yakin sesungguhnya bahwa leluhur saudara tahu dan mengakui tentang keberadaan pura dalem desa adat Kemoning. Sebagai keturunan beliau salah satunya saudara sendiri ingin mengakui bahwa pura dalem ini milik leluhur saudara,betapa sakit hatinya beliau melihat keturunannya bersikap egois yg tdk terbatas,ini, yakinlah leluhur anda akan menistakan saudara karena niat anda untuk menggagalkan karya Agung telah anda lakukan, berpikirlah jernih sedikit, mungkinkah desa adat kemoning yang sejak zaman kerajaan atau sejak abad 14 tidak memiliki kahyangan tiga (puseh, dalem dan bale agung) ? ,,, ataukah apa mungkin desa adat tidak memiliki kahyangan tiga ? saya ingatkan agar saudara bisa menoleh ke belakang , jangan coba-coba menentang sejarah apalagi babad yang diakui oleh leluhur saudara sendiri, kalau tidak ingin saudara mendapat kutukan dari leluhur saudara sendiri, percaya atau tidak terserah anda. jangan ngambil resiko kalau tidak jelas tahu akan apa yang memang ada.

  92. wirata Said,

    sangat disayangkan kejadian antara kemoning-budaga, karena masih tidak adanya kepercayaan akan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur kita .
    harus disadari apa dan bagaimanapun sejarah leluhur kita dulu harus diakui, siapa yang sesungguhnya lebih dulu disebut desa adat harus disadari kita bersama, dan yang dikukuhkan sebagai desa adat jelas sudah memiliki kahyangan tiga, dibangunnya kayahngan tiga termasuk pura rajapati dan setra sudah pasti berlokasi di wewidangan desa adat tersebut. hukum kehidupan dan keperadaban manusia menggariskan, bahwa kalau sudah dibangunnya desa, jelas harus menyiapkan setra, terkecuali banjar yang baru berdiri dapat nebeng di setra desa adat terdekat.
    disamping lingkaran dimaksud diatas, sebagai hal yang perlu dipertimbangkan adalah dari jaman kerajaan warga siapa sebenarnya yang berturut-turut dititahkan sebagai kelian gede dalem, begitu juga dari mana jro mangku dalem tersebut sampai sekarang.
    SEMOGA PEMBACA DAPAT MENYADARI SESUNGGUHNYA YANG PATUT DAN BENAR.
    bila dalam hati sanubari sudah menyadari hal ini namun mengingkari ,semoga leluhurnya yang sudah bersih dari segala hal dapat menyadarkan dan memberikan apa yang sepantasnya diterima, hingga benar-benar menyesali apa yang telah diingkarinya.
    SEBELUM AKAN TERJADI HAL YANG SANGAT MENYAKITKAN, LEBIH BAIK BERTOBAT APA YANG TELAH DILAKUKAN

  93. mang awan Said,

    kesadaran terhadap asal muasal maupun sejarah desa saat ini telah dikalahkan oleh materi dan keinginan untuk secara perlahan-lahan mengambil dan menguasai wilayah yang bukan warisan leluhur sebelumnya telah membuat lupa akan segalanya,…

  94. iWa6els Gcm Said,

    Om Swastyastu;

    Bagus banget nih blognya !!!
    Komplit lagi, bisa dijadikan contoh / pelopor bagi Desa2 lain ?

    Om Shantix3 Om.

  95. wirata Said,

    MARI KITA SUKSESKAN KARYA AGUNG RING PURA PUSEH, BALE AGUNG, PURA ULUN SUWI, PURA PETINGGAR DAN PURA DANG KAHYANGAN DESA ADAT KEMONING, NGAPTIANG MANGDA SARENG SAMI KAICEN KASUKERTAN LAN KARAHAJENGAN

  96. PUTRA Said,

    KAMI WARGA PENDATANG DI TAPAL BATAS KEMONING YG SERING NGAYAH (MALAM HARI) KE KEMONING MOHON AGAR:
    1. WARGANYA KOK SEDIKIT AJA YANG DATANG? EMANG INI PROYEK KARYA PANITIA?
    2.MEMBICARAKAN/MENGGUGAT TEMAN SE-DESA YANG TIDAK NGAYAH ITU PRILAKU YANG BAIK DIMATA UMAT HINDU YA? KOK SERING KRAMA SIBUK MENGHAKIMI TEMANNYA YANG TIDAK DATANG, SAMPAI DIMANA KONSEP “NGAYAH” TSB ADA DALAM OTAK KRAMA?
    3. DITEMBOK PURA TERLALU BANYAK LARANGAN/IMBAUAN YANG BERNILAI (MENURUT SAYA PRIBADI) SEPELE. KENAPA TIDA ADA LARANGAN MAIN JUDI/MINUM ALKOHOL DI TEMBOK PURA ATAU PRILAKU INI MEMANG BAIK?
    MAAF SAYA BUKAN MENGGURUI. SEMOGA KARYA MEMANG BENAR-2 LASCARYA TEORI DAN PRAKTEK

  97. wirata Said,

    Buat saudara putra, trimakasih atas partisifasi ayah-ayah saudara, perlu saya sampaikan andaipun terjadi prilaku kami yang anda anggap kurang pantas diantara kami, itu merupakan hal yang biasa yang mana sampai saat ini sedikitpun tidak menimbulkan gesekan-gesekan diantara kami,itu merupakan hal yang biasa karena kami memegang prinsif saling asah, asih dan asuh dan tidak memiliki jiwa yang kerdil apalagi picik ataupun extrim. kami selalu menghormati pemuka adat, tokoh masyarakat, penglingsir desa dan dresta serta awig, artinya ketika kami mengambil sikap yang berkaitan dengan warga , kami selalu melihat tsb diatas sebagai alat pengontrol kami agar kami bisa, berpikir, berkata dan berbuat sebijaksana mungkin, serta dengan konsep nyame braye, ngayah dan bersatu/ menyatu.
    Sekali lagi trimakasih atas koreksi anda, namun apapun yang kami lakukan selalu atas dasar berbagai pertimbangan, dengan prinsif hal sepele tidak dibesarkan , hal yang disinyalir akan membesar selalu mendapat pengawasan dari diri sendiri dan yang dipercaya, dengan target karya sukses, dan sukertaning jagat serta seguluk sebayan taka.

  98. i gede wirata Said,

    KISAH LUBDAKA DIMATA UMAT HINDU-BALI YANG BARU
    Selamat tahun baru 2012 dan menyongsong KARYA AGUNG di 9 pura bagi warga Kemoning-Klk. Lewat tulisan singkat ini saya baru belajar menjadi umat HINDU-Bali. Namun saya mohon maaf jika nanti tulisan singkat tentang LUBDAKA ini salah saya maknai. Tulisan ini sebagai awal saya mempersiapkan diri menyambut datangnya hari raya SIWARATRI dua minggu lagi.
    Kisah Lubdaka, bagi saya pribadi (yang baru belajar menjadi umat HINDU-Bali) bukanlah cerita yang dibuat asal-asalan dalam bahasa Bali bisa diterjemahkan SATUA yang diplesetkan menjadi SA TUARA ADA (satu yang tidak ada), tetapi SATUA yang saya artikan sebagai SATYAM (nilai-nilai kebenaran yang terkandung dibalik sebuah cerita).
    Lubdaka seorang pemburu binatang yang paling disegani pada jaman itu. Suatu hari yang paling naas dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang PEMBURU BINATANG, tidak ada satupun binatang dapat ditangkap, padahal ia telah berjalan hingga ke tengah hutan. Karena saking kesalnya tidak dapat buruan, ia pun terus menerobos hutan sampai akhirnya kemalaman di tengah hutan. Nah dalam kondisi yang terdesak untuk menyelamatkan diri dari gangguan binatang buas, maka iapun memanjat sebuah POHON KAYU yang tinggi. Dalam ketinggian itupun ia mulai was-was akan keselamatan dirinya, karena jika ia TERTIDUR maka ia akan jatuh ketanah dan habislah riwayatnya karena dimangsa binatang buas. Untuk menghindari akan KELUPAAN (jika tidur) maka iapun melakukan KEGIATAN YANG IA SADARI yakni memetik daun. Untuk mengurangi rasa takutnya iapun tidak lupa mengingat OM HYANG WIDHI dalam bathinnnya.
    MALAMpun berlalu, mentari pagi telah muncul di ufuk timur, iapun turun dari pohon tersebut dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang menemui keluarganya tanpa satu ekorpun binatang tangkapan. Singkat cerita, hari berganti-hari, si Lubdakapun jatuh sakit yang berakibat fatal yakni riwayatnya berakhir. Kemuadian jiwanyapun diperdebatkan di alam ke abadian, meski akhirnya jiwanya bersatu dengan OM HYANG WIDHI.
    Menurut pemaknaan saya yang dangkal akan ajaran HINDU maka saya memaknainya sebagai berikut:
    1>MALAM dalam kisah diatas berarti kegelapan yang diidentikkan dengan 2>AWIDYA/kebodohan. PEMBURU BINATANG, bukankah kita diajar untuk mengendalikan sifat-sifat binatang atau yang lebih rendah daripada itu, seperti sifat-sifat raksasa/ASURA, dalam hidup ini. Karena itulah kenapa orang potong gigi/metatah, hanya gigi atas saja yang dipotong dan bukan keseluruhan. Itu saya maknai sebagai suatu simbolisasi agar manusia bisa menaklukkan sifat raksasa (gigi bawah yang masih utuh) dengan sifat dewa 9gigi atas yang sudah dipotong). Inipun sebenarnya bukanlah suatu upacara hanya sekadar formalitas belaka. Ya formalitas kalau kita tidak mau tahu (istilahnya tuna rungu) terhadap ajaran agama kita sendiri.
    3>TERTIDUR berarti lupa diri/tidak akan bisa membedakan mana benar dan salah
    4>melakukan KEGIATAN YANG IA SADARI tidakkah itu sebagai wujud simbolik daripada JAPA itu sendiri?
    5>pohon KAYU yang dimaknai sebagai kayun (dalam bahasa Bali) daripada wujud pikiran itu sendiri
    Kalau sekarang orang melakukan perayaan SIWARATRI hanya dengan begadang semalam suntuk hanya untuk menebus dosa (begitulah konsep yang ditanam dalam kepala kita). Segampang itukah OM HYANG WIDHI akan menghapus dosa umat-NYA? Seakan-akan kita dengan OM HYANG WIDHI sedang melakukan transaksi jual-beli. Karena selama hidup kita berbuat dosa (dalam pikiran kita, itu dianggap HUTANG) dan hanya dengan begadang semalam maka kita terbebas dari dosa (kita telah menganggap hal itu sebagai bayar hutang sampai LUNAS).
    Dalam proses hidup tanpa KESADARAN YANG TULUS DARI DALAM (disimbolkan dengan tidak tidur alias terjaga) untuk mencari sesuatu yang TINGGi dari PIKIRAN YANG MULIA (yang mampu mengalahkan sifat-sifat ASURA tersebut), terasa terlalu gampang kita mengerdilkan kisah Lubdaka tersebut.
    Kalau dalam SIWARATRI kali ini kita tidak mampu mengalahkan sifat-sifat ASURA dalam diri, lantas saat hari GALUNGAN (01 Feb 2012) kemenangan Dharma yang mana mengalahkan ADHARMA yang mana pula yang kita rayakan? Ataukah kita hanya berkutat dalam rutinitas ritual tanpa pemaknaan lebih dalam.
    Ataukah kekawin RAMAYANA yang mengetengahkan kebesaran orang tua RAMA/raja Ayodhya, yankni sang DASARATHA (Gunamangta sang Dasaratha, Wruh sira ring Weda, tang malupeng pitra puja dst) hanya sekadar berhenti dalam kekawin saja dan diucapkan dikala ada upacara? Selamat menyambut hari raya Galungan dan Kuningan.

  99. i gede wirata/pegulingan Said,

    KISAH LUBDAKA DIMATA UMAT HINDU-BALI YANG BARU
    Selamat tahun baru 2012 dan menyongsong KARYA AGUNG di 9 pura bagi warga Kemoning-Klk. Lewat tulisan singkat ini saya baru belajar menjadi umat HINDU-Bali. Namun saya mohon maaf jika nanti tulisan singkat tentang LUBDAKA ini salah saya maknai. Tulisan ini sebagai awal saya mempersiapkan diri menyambut datangnya hari raya SIWARATRI dua minggu lagi.
    Kisah Lubdaka, bagi saya pribadi (yang baru belajar menjadi umat HINDU-Bali) bukanlah cerita yang dibuat asal-asalan dalam bahasa Bali bisa diterjemahkan SATUA yang diplesetkan menjadi SA TUARA ADA (satu yang tidak ada), tetapi SATUA yang saya artikan sebagai SATYAM (nilai-nilai kebenaran yang terkandung dibalik sebuah cerita).
    Lubdaka seorang pemburu binatang yang paling disegani pada jaman itu. Suatu hari yang paling naas dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang PEMBURU BINATANG, tidak ada satupun binatang dapat ditangkap, padahal ia telah berjalan hingga ke tengah hutan. Karena saking kesalnya tidak dapat buruan, ia pun terus menerobos hutan sampai akhirnya kemalaman di tengah hutan. Nah dalam kondisi yang terdesak untuk menyelamatkan diri dari gangguan binatang buas, maka iapun memanjat sebuah POHON KAYU yang tinggi. Dalam ketinggian itupun ia mulai was-was akan keselamatan dirinya, karena jika ia TERTIDUR maka ia akan jatuh ketanah dan habislah riwayatnya karena dimangsa binatang buas. Untuk menghindari akan KELUPAAN (jika tidur) maka iapun melakukan KEGIATAN YANG IA SADARI yakni memetik daun. Untuk mengurangi rasa takutnya iapun tidak lupa mengingat OM HYANG WIDHI dalam bathinnnya.
    MALAMpun berlalu, mentari pagi telah muncul di ufuk timur, iapun turun dari pohon tersebut dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang menemui keluarganya tanpa satu ekorpun binatang tangkapan. Singkat cerita, hari berganti-hari, si Lubdakapun jatuh sakit yang berakibat fatal yakni riwayatnya berakhir. Kemuadian jiwanyapun diperdebatkan di alam ke abadian, meski akhirnya jiwanya bersatu dengan OM HYANG WIDHI.
    Menurut pemaknaan saya yang dangkal akan ajaran HINDU maka saya memaknainya sebagai berikut:
    1>MALAM dalam kisah diatas berarti kegelapan yang diidentikkan dengan 2>AWIDYA/kebodohan. PEMBURU BINATANG, bukankah kita diajar untuk mengendalikan sifat-sifat binatang atau yang lebih rendah daripada itu, seperti sifat-sifat raksasa/ASURA, dalam hidup ini. Karena itulah kenapa orang potong gigi/metatah, hanya gigi atas saja yang dipotong dan bukan keseluruhan. Itu saya maknai sebagai suatu simbolisasi agar manusia bisa menaklukkan sifat raksasa (gigi bawah yang masih utuh) dengan sifat dewa 9gigi atas yang sudah dipotong). Inipun sebenarnya bukanlah suatu upacara hanya sekadar formalitas belaka. Ya formalitas kalau kita tidak mau tahu (istilahnya tuna rungu) terhadap ajaran agama kita sendiri.
    3>TERTIDUR berarti lupa diri/tidak akan bisa membedakan mana benar dan salah
    4>melakukan KEGIATAN YANG IA SADARI tidakkah itu sebagai wujud simbolik daripada JAPA itu sendiri?
    5>pohon KAYU yang dimaknai sebagai kayun (dalam bahasa Bali) daripada wujud pikiran itu sendiri
    Kalau sekarang orang melakukan perayaan SIWARATRI hanya dengan begadang semalam suntuk hanya untuk menebus dosa (begitulah konsep yang ditanam dalam kepala kita). Segampang itukah OM HYANG WIDHI akan menghapus dosa umat-NYA? Seakan-akan kita dengan OM HYANG WIDHI sedang melakukan transaksi jual-beli. Karena selama hidup kita berbuat dosa (dalam pikiran kita, itu dianggap HUTANG) dan hanya dengan begadang semalam maka kita terbebas dari dosa (kita telah menganggap hal itu sebagai bayar hutang sampai LUNAS). persis transaksi jual-beli terjadi antara manusia dengan OM HYANG WIDHI, kasihan OM HYANG WIDHI diperlakukan seperti itu.
    Dalam proses hidup tanpa KESADARAN YANG TULUS DARI DALAM (disimbolkan dengan tidak tidur alias terjaga) untuk mencari sesuatu yang TINGGi dari PIKIRAN YANG MULIA (yang mampu mengalahkan sifat-sifat ASURA tersebut), terasa terlalu gampang kita mengerdilkan kisah Lubdaka tersebut.
    Kalau dalam SIWARATRI kali ini kita tidak mampu mengalahkan sifat-sifat ASURA dalam diri, lantas saat hari GALUNGAN (01 Feb 2012) kemenangan Dharma yang mana mengalahkan ADHARMA yang mana pula yang kita rayakan? Ataukah kita hanya berkutat dalam rutinitas ritual tanpa pemaknaan lebih dalam.
    Ataukah kekawin RAMAYANA yang mengetengahkan kebesaran orang tua RAMA/raja Ayodhya, yankni sang DASARATHA (Gunamangta sang Dasaratha, Wruh sira ring Weda, tang malupeng pitra puja dst) hanya sekadar berhenti dalam kekawin saja dan diucapkan dikala ada upacara? Jika YA, selamat datang musnahnya umat HINDU secara keseluruhan di Bali, tetapi jika TIDAK itu berarti umat telah mengetahui kekurangan-kelebihan yang dimiliki umat. Selamat menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. mungkin ada pemahaman yang lain tentang LUBDAKA (hari SIWARATRI) saya mau belajar lebih banyak. Suksma, ASTUNGKARA

  100. I GEDE WIRATA/PEGULINGAN Said,

    KISAH LUBDAKA DIMATA UMAT HINDU-BALI YANG BARU
    Selamat tahun baru 2012 dan menyongsong KARYA AGUNG di 9 pura bagi warga Kemoning-Klk. Lewat tulisan singkat ini saya baru belajar menjadi umat HINDU-Bali. Namun saya mohon maaf jika nanti tulisan singkat tentang LUBDAKA ini salah saya maknai. Tulisan ini sebagai awal saya mempersiapkan diri menyambut datangnya hari raya SIWARATRI dua minggu lagi.
    Kisah Lubdaka, bagi saya pribadi (yang baru belajar menjadi umat HINDU-Bali) bukanlah cerita yang dibuat asal-asalan dalam bahasa Bali bisa diterjemahkan SATUA yang diplesetkan menjadi SA TUARA ADA (satu yang tidak ada), tetapi SATUA yang saya artikan sebagai SATYAM (nilai-nilai kebenaran yang terkandung dibalik sebuah cerita).
    Lubdaka seorang pemburu binatang yang paling disegani pada jaman itu. Suatu hari yang paling naas dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang PEMBURU BINATANG, tidak ada satupun binatang dapat ditangkap, padahal ia telah berjalan hingga ke tengah hutan. Karena saking kesalnya tidak dapat buruan, ia pun terus menerobos hutan sampai akhirnya kemalaman di tengah hutan. Nah dalam kondisi yang terdesak untuk menyelamatkan diri dari gangguan binatang buas, maka iapun memanjat sebuah POHON KAYU yang tinggi. Dalam ketinggian itupun ia mulai was-was akan keselamatan dirinya, karena jika ia TERTIDUR maka ia akan jatuh ketanah dan habislah riwayatnya karena dimangsa binatang buas. Untuk menghindari akan KELUPAAN (jika tidur) maka iapun melakukan KEGIATAN YANG IA SADARI yakni memetik daun. Untuk mengurangi rasa takutnya iapun tidak lupa mengingat OM HYANG WIDHI dalam bathinnnya.
    MALAMpun berlalu, mentari pagi telah muncul di ufuk timur, iapun turun dari pohon tersebut dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang menemui keluarganya tanpa satu ekorpun binatang tangkapan. Singkat cerita, hari berganti-hari, si Lubdakapun jatuh sakit yang berakibat fatal yakni riwayatnya berakhir. Kemuadian jiwanyapun diperdebatkan di alam ke abadian, meski akhirnya jiwanya bersatu dengan OM HYANG WIDHI.
    Menurut pemaknaan saya yang dangkal akan ajaran HINDU maka saya memaknainya sebagai berikut:
    1>MALAM dalam kisah diatas berarti kegelapan yang diidentikkan dengan 2>AWIDYA/kebodohan. PEMBURU BINATANG, bukankah kita diajar untuk mengendalikan sifat-sifat binatang atau yang lebih rendah daripada itu, seperti sifat-sifat raksasa/ASURA, dalam hidup ini. Karena itulah kenapa orang potong gigi/metatah, hanya gigi atas saja yang dipotong dan bukan keseluruhan. Itu saya maknai sebagai suatu simbolisasi agar manusia bisa menaklukkan sifat raksasa (gigi bawah yang masih utuh) dengan sifat dewa 9gigi atas yang sudah dipotong). Inipun sebenarnya bukanlah suatu upacara hanya sekadar formalitas belaka. Ya formalitas kalau kita tidak mau tahu (istilahnya tuna rungu) terhadap ajaran agama kita sendiri.
    3>TERTIDUR berarti lupa diri/tidak akan bisa membedakan mana benar dan salah
    4>melakukan KEGIATAN YANG IA SADARI tidakkah itu sebagai wujud simbolik daripada JAPA itu sendiri?
    5>pohon KAYU yang dimaknai sebagai kayun (dalam bahasa Bali) daripada wujud pikiran itu sendiri
    Kalau sekarang orang melakukan perayaan SIWARATRI hanya dengan begadang semalam suntuk hanya untuk menebus dosa (begitulah konsep yang ditanam dalam kepala kita). Segampang itukah OM HYANG WIDHI akan menghapus dosa umat-NYA? Seakan-akan kita dengan OM HYANG WIDHI sedang melakukan transaksi jual-beli. Karena selama hidup kita berbuat dosa (dalam pikiran kita, itu dianggap HUTANG) dan hanya dengan begadang semalam maka kita terbebas dari dosa (kita telah menganggap hal itu sebagai bayar hutang sampai LUNAS).
    Dalam proses hidup tanpa KESADARAN YANG TULUS DARI DALAM (disimbolkan dengan tidak tidur alias terjaga) untuk mencari sesuatu yang TINGGi dari PIKIRAN YANG MULIA (yang mampu mengalahkan sifat-sifat ASURA tersebut), terasa terlalu gampang kita mengerdilkan kisah Lubdaka tersebut.
    Kalau dalam SIWARATRI kali ini kita tidak mampu mengalahkan sifat-sifat ASURA dalam diri, lantas saat hari GALUNGAN (01 Feb 2012) kemenangan Dharma yang mana mengalahkan ADHARMA yang mana pula yang kita rayakan? Ataukah kita hanya berkutat dalam rutinitas ritual tanpa pemaknaan lebih dalam.
    Ataukah kekawin RAMAYANA yang mengetengahkan kebesaran orang tua RAMA/raja Ayodhya, yankni sang DASARATHA (Gunamangta sang Dasaratha, Wruh sira ring Weda, tang malupeng pitra puja dst) hanya sekadar berhenti dalam kekawin saja dan diucapkan dikala ada upacara? Jika YA, selamat datang musnahnya umat HINDU secara keseluruhan di Bali, tetapi jika TIDAK itu berarti umat telah mengetahui kekurangan-kelebihan yang dimiliki warga desa adat Kemoning. Selamat menyambut hari raya Galungan dan Kuningan.

  101. akys wrmurah Said,

    selamat menyambut hari raya siwaratri (hari kesadaran untuk membunuh SIFAT-SIFAT buruk yang ada dalam diri) n barulah merayakan kemenangan Dharma atas sifat buruk tersebut. ASTUNGKARA

  102. PUTRA Said,

    NGERI JUGA MELIHAT PROSESI PERSIAPAN MELASTI DI KEMONING. KOK ADA KESAN BEGITU GAMPANGNYA ORANG-2 KERAUHAN, TETAPI JUSTRU YANG SAYA LIHAT CUMA SATU ORANG JRO MANGKU ITU-ITU SAJA YANG SIBUK URUS ORANG KERAUHAN, KARENA YANG KERAUHAN ITU, KATA ORANG-2: ORANGNYA ITU-2 SAJA N BERASAL DARI SATU PURA/BANJAR. NGERINYA KARENA YANG KERAUHAN ITU BADANNYA KEKAR SEMUA, TRUS NGOMONG KAYAK MENANTANG, MASA SIH ANCANGAN BELIAU ATAUPUN BELIAU SENDIRI BIKIN ULAH ? SAYA DENGAR LAGI ADA YANG NYELOTEH: “KEKURANGAN ARAK BARANGKALI?” TIDAKKAH PRILAKU INI AKAN MENJERUMUSKAN ATAU MELECEHKAN AGAMA HINDU ITU SENDIRI? BUKANKAH TEORI: HYANG WIDHI ITU PENYAYANG, PENGASIH, SEMPURNA, YANG MAHA KUASA DST. LANTAS DENGAN MENANTANG, BUKANKAH ITU BERARTI LOGIKANYA MASIH PUNYA MUSUH/BELUM SEMPURNA, DAN APALAGI KAYAK ORANG MARAH (SAAT MENANNTANG) BUKANKAH ITU CIRI-2 ASURA/RAKSASA?

  103. Putu Harry Said,

    Astungkara, Karya Agung Pura Puseh Bale Agung, 5 Kayangan Desa, Petinggar dan Ulun Suwi berjalan lancar, damai dan sukses. Tyang bersyukur bisa ikut merasakan dan melihat langsung Karya yang Maha Besar dan Suci itu di Kemoning bagaikan kembali ke 76 tahun yang lalu tepatnya 1936 dimana para leluhur/penglingsir menggelar upacara yang sama.

    Pengalaman pribadi saya ketika ikut Mapepada/ Mapurwa daksina di karya Agung tersebut adalah bulu kudu terasa bergetar ketika membayangkan hal yang sama 76 tahun yang lalu para penglisir saya di kemoning melakukan hal yang sama seperti saya dan semeton kemoning lakukan berjalan mengelilingi Pura Puseh bale agung tiga kali sambil membawa sarana upacara diikuti oleh tetabuhan beleganjur.

    Salam Kemoning Bersatu.

  104. Meg Shadowz Said,

    Saya mau bertanya tentang PENJOR: sejarah, makna, fungsi, dan filosofinya,,mohon bantuannya ya,,

  105. gede wirata Said,

    ada teori PENJOR itu lambang naga (logikanya didukung dengan ditaruhnya naga didasar PADMASANA) yang berrati lambang kemakmuran, makanya digantunglah aneka tanaman yang menghidupi/memberi kesejahteraan pada manusia. SAYA SEBAGAI UMAT HINDU BARU BELAJAR lebih melihat realita sekarang WUJUD PENJOR (bukan dari sisi upakara) yakni prilaku orang yang lebih suka membungkam kebenaran (yang lurus ditanam dalam-2) dan membenarkan/membela ke-tidak-benaran (menghias yang bengkok dengan aneka karya seni). sekarang mau pakai yang mana silahkan beli MEG SHADOWZ memilah-2 terus memilihnya tetapi jangan sampai salah pilih atau MEMILIH SALAH SATU ALTERNATIF DIATAS atau TIDAK MEMILIH SALAH SATUNYA JUGA MERUPAKAN SEBUAH PILIHAN BAGI BELI MEG. suksma, ampura bukan tyang menggurui karena tyang juga baru

  106. united state of america Said,

    hallo salam kenal.. saya ayu sama dari klungkung walaupun bukan kemoning he he, saya senang sekali mendengar salah satu dari orang bali yg thinking modern, karena bali sangat memerlukan itu, bukan karena kita harus melupakan tapi kita harus mengetahui dunia luar, kalau kita telusuri lebih lanjut masih banyak yg belum kita ketahui, so it’s good for everbody to share what they knew,! kebetulan saya juga orang klungkung yg nggak tinggal di bali , jadi bangga bila mengetahui bahwa salah satu warga klungkung udah maju, kita akan selalu jaga bali tapi kita juga perlu mengetahui dunia luar,
    keep bali tradition, keep bali clean ( jgn buang sampan sembarangan dong ) keasrian klungkung dan bali pada umumnya , kembali pada kita semua.. ” STAY PARADISE ”

    best regards
    ayu..

  107. Wangsean Said,

    wah hebat sekali, krama kemoning, webnya sudah lama online, dan memberikan informasi yang menarik sekali, baik buat masyarakat kemoning, maupun masyarakat krama yang lain…

Add A Comment